Array

Kemendag Sediakan Fasilitas IDDC untuk Genjot Ekspor

Rabu, 01 Februari 2017 | 15:09 WIB
Kemendag Sediakan Fasilitas IDDC untuk Genjot Ekspor
Gedung Kementerian Perdagangan di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) mendukung peluncuran fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor-Industri Kecil Menengah (KITE IKM) dengan menghadirkan paviliun mini Indonesia Design Development Centre (IDDC). Kehadiran paviliun mini IDDC ini dimaksudkan untuk mendorong dan memotivasi pelaku usaha skala kecil dan menengah melakukan ekspor.

“Fasilitas KITE IKM yang implementasinya berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan ini sangat tepat disinergikan dengan salah satu program Kemendag, yaitu IDDC. Program ini dihadirkan sebagaiupaya pengembangan produk ekspor berbasis desain. Saya berharap para pelaku usaha binaan Kemendag di berbagai daerah yang umumnya berskala kecil dan menengahdapat semakin termotivasi untuk berekspansi ke pasar ekspor,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada peluncuran fasilitas KITE IKM yang diresmikan Presiden Joko Widodo hari ini, Senin (30/1/2017), di Boyolali, Jawa Tengah.

Beberapa produk dari program Fasilitasi Pendampingan Desain (Designer Dispatch Service/DDS) IDDC terpilih menempati Paviliun Mini IDDC ini, antara lain batik dan anyaman bambu dari Raja Serayu (Cilacap), tikar dari Tikar Vinto (Jambi), dan produk kerajinan Saf Handicarft (Medan).

Terdapat juga produk hasil program DDS yang telah memanfaatkan fasilitas KITE IKM, yaitu produk kerajinan dari Ragenda Mop (Lombok), produk furnitur dari CV. Yudhistira (Sukoharjo), produk home living dari CV. Out of Asia (Bantul), dan produk spa dari PT. Bali Tangi (Denpasar). Mendag menegaskan bahwa Kemendag secara konsisten mendorong pertumbuhan ekspor nasional. Direktur Jenderal PEN Arlinda menambahkan bahwa berbagai cara dan terobosan dilakukan untuk mengejar pertumbuhan tersebut.

“Salah satu peranan Kemendag adalah mendorong pertumbuhan ekspor nonmigas, baik oleh pelakuusaha besar maupun unit-unit usaha skala kecil dan menengah di seluruh Indonesia. Saya sangat mendukung adanya fasilitas KITE IKM ini,” imbuh Arlinda.

IDDC yang diresmikan pada 29 September 2016 merupakan pusat konsultasi dan pelayanan desain. IDDC berfungsi sebagai wahana untuk berkolaborasi bagi dunia usaha, desainer, asosiasi, dan akademisi dalam menciptakan produk berbasis desain yang berkualitas, bernilai tambah, dan berdaya saing. IDDC berlokasi di Jl. S. Parman No. 112, Slipi, Jakarta Barat, dan dibangun di atas area seluas sekitar 1.000 m2.

Beberapa layanan dan fasilitas yang disediakan di IDDC antara lain Klinik Desain, Layanan Informasi Desain untuk dapat mengakses situs Stylus dan Euromonitor International, Pustaka Desain yang dilengkapi dengan buku-buku desain, kegiatan Seminar Desain Internasional, fasilitas Co-Work Space, galeri, dan fasilitasi pada Design Award bertaraf internasional.

Tidak hanya itu, IDDC juga memiliki fasilitas penunjang seperti studio foto, laser cutter, 3D printer, dan plotter.Selain fasilitas dan layanan di atas, IDDC juga memiliki program Fasilitasi Pendampingan Desain (Designer Dispatch Service/DDS) yang menghasilkan produk-produkekspor berbasis desain dan dipamerkan pada galeri di IDDC. Peluncuran Fasilitas KITE IKM Peluncuran fasilitas KITE IKM bertempat di Balai Desa Tumang, Kabupaten Boyolali, dengan mengangkat tema “Impor Mudah, Produksi Murah, Ekspor Melimpah”.

Baca Juga: Ini Jurus Kemendag Jaga Stabilitas Harga Gula

Desa Tumang dipilih sebagai lokasi sosialiasi fasilitas KITE IKM karena daerah ini merupakan salah satu sentra industri logam di Indonesia dan mampu menyerap tenaga kerja sekitar 4.000 orang. Produk-produk kerajinan logam dari desa Tumang telah berhasil menembus beberapa pasar ekspor seperti Amerika Serikat, Australia, Belgia, Prancis, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Program pemerintah yang bertujuan mempromosikan manfaat fasilitas KITE bagi IKM ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan. Dengan adanya program KITE IKM, pemerintah memberi kemudahan terhadap komoditas impor yang dibutuhkan IKM sebagai bahan baku pembuatan produk-produk berorientasi ekspor.

Berkat pemanfaatan fasilitas dimaksud, pelaku usaha berpeluang mendapat marjin keuntungan yang lebih besar dengan memotong biaya produksi. Ketersediaan material imporsebagaibahanbakupenolong tersebut juga turut mendorong tumbuhnya sentra-sentra industri di Indonesia seperti Solo (sentra industri furnitur dan batik), Jepara (furnitur), Semarang (furnitur), Sidoarjo (furnitur dan kulit), Lombok (mutiara), Pekalongan (batik), D.I. Yogyakarta (batik dan kulit), Garut (kulit), Cirebon (rotan), dan masih banyak lagi. Lebih jauh, dengan adanya sentra-sentra industri, diharapkan program One Village One Product (OVOP) oleh pemerintah dapat semakin dikembangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI