Tak Lunasi Kerugian Negara, Pelni Terancam Masuk Daftar Hitam

Adhitya Himawan

Senin, 06 Maret 2017 | 09:45 WIB
Tak Lunasi Kerugian Negara, Pelni Terancam Masuk Daftar Hitam
Kantor Pusat PT Pelni di Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Dalam tahun anggaran 2016 jumlah auditi Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan yang harus diaudit sebanyak 617 unit kerja. Tidak semua unit kerja dapat dilakukan audit, hal ini diantaranya disebabkan keterbatasan anggaran dan waktu.

Kondisi ini membuat penentuan unit kerja yang akan dilakukan audit dipilih dengan skala prioritas yang beresiko tertinggi. Dalam menentukan skala prioritas ini Itjen Kementerian Perhubungan menentukan lima faktor-faktor utama yang harus menjadi perhatian yaitu jumlah anggaran dengan bobot 35 persen, kondisi internal 20 persen, audit sebelumnya 25 persen, penerimanan PNBP tahun sebelumnya 10 persen dan letak geografis 10 persen.

Selain itu bagi auditi yang dalam dua tahun belum dilakukan audit akan menjadi prioritas utama.

Sebagaimana diketahui, anggaran Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan tahun 2016, setelah dikurangi pemotongan anggaran dan penghematant adalah sebesar Rp92,60 milyar dan realisasi daya serap mencapai 97,33 persen.

Capaian daya serap Inspektorat Jenderal ini tertinggi dari seluruh unit kerja eselon I dan diatas rata-rata daya serap Kementerian Perhubungan tahun 2016 yang hanya mencapai sebesar 82,68 persen, demikian disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Cris Kuntadi. 

Lebih lanjut Cris Kuntadi menyatakan dari data temuan Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan yang menarik dan perlu mendapat perhatian di tahun 2016 adalah BUMN di lingkungan Kementerian Perhubungan yaitu PT. Pelni belum melunasi kewajiban kepada negara sebesar Rp64,91 miliar atau sebesar 40,85 persen dari total temuan kerugian negara dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebesar Rp158,9 Miliar. Kerugian negara yang terkait dengan PT. Pelni yaitu kelebihan pembayaran pekerjaan PSO angkutan perintis dan hutang PNBP yang belum dibayar.

"Saya berharap BUMN di lingkungan Kementerian Perhubungan dapat menjadi contoh bagi perusahaan swasta nasional dalam menindaklanjuti hasil temuan baik hasil temuan yang dilakukan oleh Itjen Kementerian Perhubungan, BPKP maupun BPK. Untuk itu saya sudah melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan PT. Pelni untuk segera menyelesaikan hasil temuan Itjen yang terkait dengan kerugian negara," ujar Cris dalam keterangan resmi, Jumat (3/3/2017).

Cris menegaskan pihaknya memberi waktu hingga 20 hari ke depan. Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan PT. Pelni belum membayar, maka Itjen Kemenhub akan merekomendasikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk memasukkan PT Pelni ke dalam daftar hitam/black list dan mengumumkan di LKPP sehingga perusahaan tersebut tidak akan mendapatkan pekerjaan selama 2 tahun”.

"Perlu menjadi perhatian bersama bahwa dengan ditetapkannya perusahaan tersebut ke dalam daftar hitam, bukan berarti kewajibannya kepada negara bisa terhapus. Perusahaan tersebut tetap harus menyetorkan nilai kelebihan pembayaran pekerjaan tersebut ke Kas Negara,” pungkas Cris.

baca juga

Pelni Tegaskan Taat Regulasi

Menanggapi rilis Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan yang dikeluarkan Jumat (3/3/2017), PT Pelni menyatakan akan berkoordinasi dengan Irjen Kementerian Perhubungan untuk kewajiban tersebut.  

"Sebagai BUMN , Pelni taat pada regulasi," kata Akhmad Sujadi, Manager Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT. Pelni. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menhub Gencar Bangun Transportasi Perkotaan Berkelanjutan

Menhub Gencar Bangun Transportasi Perkotaan Berkelanjutan

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 09:38 WIB

300 Proyek Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Telah Dilelang

300 Proyek Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Telah Dilelang

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 09:31 WIB

Kemenhub Keluarkan Regulasi Lengkap Bisnis Transportasi Online

Kemenhub Keluarkan Regulasi Lengkap Bisnis Transportasi Online

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 09:16 WIB

5 BUMN Kerjasama MRO BUMN Indonesia Service Hub

5 BUMN Kerjasama MRO BUMN Indonesia Service Hub

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 08:41 WIB

Inilah Sejumlah Proyek Vital Infrastruktur Perhubungan Laut 2017

Inilah Sejumlah Proyek Vital Infrastruktur Perhubungan Laut 2017

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 08:32 WIB

250 Paket Proyek Perhubungan Darat 2017 Telah Dilelang

250 Paket Proyek Perhubungan Darat 2017 Telah Dilelang

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 08:25 WIB

Pameran Logistik Jembatani Industri Logistik Nasional dan Global

Pameran Logistik Jembatani Industri Logistik Nasional dan Global

Bisnis | Minggu, 05 Maret 2017 | 14:37 WIB

Menhub Tegaskan Pengerjaan Proyek MRT Tahap 2 dan 3 Dipercepat

Menhub Tegaskan Pengerjaan Proyek MRT Tahap 2 dan 3 Dipercepat

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2017 | 15:52 WIB

Menhub Minta Satelit Unisat Dukung IT Sektor Transportasi

Menhub Minta Satelit Unisat Dukung IT Sektor Transportasi

Bisnis | Selasa, 28 Februari 2017 | 20:38 WIB

Bandara Letung di Kepulauan Anambas Mulai Beroperasi

Bandara Letung di Kepulauan Anambas Mulai Beroperasi

Bisnis | Senin, 27 Februari 2017 | 19:51 WIB

Terkini

Kabar Duka! Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia

Kabar Duka! Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 13:06 WIB

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 13:05 WIB

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 13:00 WIB

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:43 WIB

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 12:42 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:30 WIB

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 12:28 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:25 WIB

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:20 WIB

×