OJK Klaim Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Indonesia Terjaga

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 16 Maret 2017 | 13:12 WIB
OJK Klaim Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Indonesia Terjaga
Kantor Pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia dalam kondisi terjaga.

Memasuki awal 2017, pemulihan ekonomi negara advanced economies terpantau semakin solid, khususnya di Amerika Serikat. Hal ini menguatkan ekspektasi kenaikan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih cepat. "Sementara negara emerging markets masih mengalami tantangan dalam proses pemulihannya," kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis IA OJK, Imansyah di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Namun, sentimen percepatan kenaikan FFR belum terlihat berimbas secara signifikan di pasar keuangan, baik global maupun domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mencatat peningkatan sebesar 1,75 persen mtm dan ditutup pada level 5.386,69 di akhir Februari 2017. Tekanan jual nonresiden terpantau mereda, dengan net sell sebesar Rp805,1 miliar turun dari net sell sebesar Rp966,8 miliar pada bulan sebelumnya.

"Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) relatif stabil, dengan investor nonresiden membukukan net buy sebesar Rp6,4 triliun (per Februari 2017) dan secara ytd mencatatkan net buy sebesar Rp26,1 triliun," ujar Imansyah.

Seiring perkembangan ini, pertumbuhan intermediasi lembaga jasa keuangan menunjukkan peningkatan. Per Januari 2017, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,04 persen yoy (Desember 2016: 9,60 persen yoy) dan penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 8,28 persen yoy (Desember 2016: 7,87 persen yoy). Pada periode yang sama, pertumbuhan piutang pembiayaan tercatat sebesar 6,67% yoy, juga dengan tren meningkat. Penghimpunan dana oleh 12 emiten melalui pasar modal pada periode Januari-Februari 2017 tercatat sebesar Rp17,2 triliun.

"Dari total penghimpunan dana di pasar modal tersebut, sebanyak 73,22 persen merupakan emiten di sektor perbankan dan perusahaan pembiayaan," tutur Imansyah.

Peningkatan intermediasi ini berlangsung dengan kualitas penyaluran dana yang tetap terjaga. Dari sisi risiko kredit, per Januari 2017 rasio Non-Performing Loan (NPL), tercatat sebesar 3,09 persen (gross) dan 1,35 persen (net), sedangkan rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,17 persen. Begitu pula sisi permodalan masih berada pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan per Januari 2017 tercatat cukup tinggi sebesar 23,21 persen.

OJK memandang bahwa perekonomian Indonesia di tahun 2017 dapat tumbuh lebih tinggi. Namun, ada beberapa downside risks yang perlu diperhatikan, diantaranya potensi kenaikan tekanan inflasi yang didorong oleh kenaikan tarif listrik dan faktor cuaca serta prospek kinerja sektor eksternal yang terekspos dengan penurunan harga beberapa komoditas andalan ekspor.

baca juga

"Di tengah upaya untuk meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendukung pertumbuhan, OJK akan terus memantau berbagai perkembangan yang terjadi, baik di tataran global maupun domestik, serta mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan agar tidak menimbulkan tekanan pada stabilitas sistem keuangan," tutup Imansyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tunaiku Prioritas Bantu Penuhi Kebutuhan Financial Anda

Tunaiku Prioritas Bantu Penuhi Kebutuhan Financial Anda

Bisnis | Kamis, 16 Maret 2017 | 11:56 WIB

Sri Mulyani Geram Penerimaan Pajak dari Perikanan Amat Minim

Sri Mulyani Geram Penerimaan Pajak dari Perikanan Amat Minim

Bisnis | Selasa, 14 Maret 2017 | 19:36 WIB

Setoran Pajak Baru Rp134,6 Triliun, Sri Mulyani akan Evaluasi

Setoran Pajak Baru Rp134,6 Triliun, Sri Mulyani akan Evaluasi

Bisnis | Selasa, 14 Maret 2017 | 19:23 WIB

Sri Mulyani Kasih Waktu 3 Hari ke 163 Pejabat yang Mangkir LHKPN

Sri Mulyani Kasih Waktu 3 Hari ke 163 Pejabat yang Mangkir LHKPN

Bisnis | Selasa, 14 Maret 2017 | 19:18 WIB

Sri Mulyani Merasa Kredibilitasnya Jatuh Gara-gara LHKPN

Sri Mulyani Merasa Kredibilitasnya Jatuh Gara-gara LHKPN

Bisnis | Selasa, 14 Maret 2017 | 13:21 WIB

Sri Mulyani Akui Ada 163 Pejabat Kemenkeu Mangkir Lapor LHKPN

Sri Mulyani Akui Ada 163 Pejabat Kemenkeu Mangkir Lapor LHKPN

Bisnis | Selasa, 14 Maret 2017 | 12:17 WIB

Sri Mulyani Minta PNS Kemenkeu Laporkan Harta Kekayaannya Ke KPK

Sri Mulyani Minta PNS Kemenkeu Laporkan Harta Kekayaannya Ke KPK

Bisnis | Selasa, 14 Maret 2017 | 12:11 WIB

OJK dan Ditjen Pajak Resmi Kerjasama 2 Aplikasi Buka Rahasia Bank

OJK dan Ditjen Pajak Resmi Kerjasama 2 Aplikasi Buka Rahasia Bank

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 18:22 WIB

Jokowi Terima Nama Calon Anggota BP dan Dewas BPKH

Jokowi Terima Nama Calon Anggota BP dan Dewas BPKH

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 17:34 WIB

Jokowi Segera Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK ke DPR

Jokowi Segera Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK ke DPR

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 17:25 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×