Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Jokowi Terima Nama Calon Anggota BP dan Dewas BPKH

Adhitya Himawan | Erick Tanjung | Suara.com

Senin, 13 Maret 2017 | 17:34 WIB
Jokowi Terima Nama Calon Anggota BP dan Dewas BPKH
Presiden Jokowi menerima audiensi dari Pansel Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas BPKH. [Foto Biro Pers Setpres]

Presiden Joko Widodo menerima audiensi dari Panitia Seleksi Badan Pelaksana dan Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kedatangan Pansel BPKH diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Pansel BPKH yang diketuai oleh Mulya Efendi Siregar, hadir bersama dengan Wakil Ketua BPKH Yunus Husein dan Sekretaris Pansel BPKH Nur Syam. Sejumlah anggota Pansel BPKH juga tampak hadir bersama rombongan, di antaranya Halim Alamsyah, Zainul Bahar Noor, Nasaruddin Umar, dan Din Syamsuddin. Sedangkan dua anggota yang tidak hadir adalah Hadiyanto dan Aidir Amir Daud.

Adapun Presiden Joko Widodo dalam pertemuan tersebut didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam pertemuan itu, Jokowi menggarisbawahi bahwa anggota Badan Pelaksana BPKH yang terpilih harus dapat bekerja secara profesional dan dapat mengelola keuangan haji secara profesional serta menguntungkan.

“Dan investasinya kepada proyek-proyek yang sudah jelas keuntungannya. Misalnya di jalan tol, pelabuhan, sehingga tidak dikhawatirkan dana ini akan hilang,” Jokowi sebagaimana disampaikan Mulya kepada para jurnalis usai pertemuan.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerangkan bahwa maksud kedatangan Pansel BPKH adalah untuk menyerahkan hasil kerja Pansel berupa nama-nama calon anggota BPKH.

"Jadi tim Pansel telah bekerja sekian lama dalam rangka untuk mengajukan nama-nama yang nanti akan ditetapkan Bapak Presiden sebagai Badan Pelaksana Dan Dewan Pengawas," ujar Lukman.

Lebih lanjut, pihak Pansel pun bersyukur dapat bekerja secara optimal dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh pemerintah. Mengingat seluruh tahapan di pansel sudah selesai dan menghasilkan 14 nama calon Badan Pelaksana BPKH dan 10 nama calon Dewan Pengawas BPKH.

"Puji syukur kepada Allah SWT bahwasanya Pansel yang sudah bekerja sejak tanggal 24 November 2016 sampai dengan 9 Maret 2017 telah menyelesaikan tugasnya" kata Mulya Effendi Siregar.

Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2016, Badan Pelaksana BPKH paling sedikit terdiri atas lima orang anggota yang berasal dari unsur profesional, yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.

Sedangkan Dewan Pengawas terdiri atas tujuh orang anggota yang berasal dari unsur profesional, yakni dua orang dari unsur pemerintah dan lima orang dari unsur masyarakat.

“Dua itu adalah ex officio dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Agama sehingga yang diusulkan oleh Pansel yang berkaitan dengan Dewan Pengawas itu hanya 2 kali 5 yang dibutuhkan,” tutur Lukman.

Adapun 14 nama calon anggota Badan Pelaksana BPKH sebagai berikut:
1. Bidang Risk Manajemen: Ajar Susanto Broto dan Andi Bukhori;
2. Bidang Pengelolaan ESDM BPKH: Ahmad Zaki dan Rahmad Hidayat;
3. Bidang Penelitian Pengembangan BPKH: Anggito Abimanyu dan Doni Nuryawan;
4. Bidang Arah Investasi: Beni Wicaksono dan Teuku Umar Laksamana;
5. Bidang Pengelolaan Keuangan BPKH: Acep Riyana Jaya Prawira dan Agus Sabaruddin;
6. Bidang Operasional BPKH: A Iskandar Zulkarnain dan Hendiarto;
7. Bidang Hukum BPKH: Muhammad Yasin dan Huriah L Islami.

"14 orang nama calon anggota Badan Pelaksana yang akan segera dipilih dan ditetapkan Bapak Presiden menjadi jumlahnya tujuh orang," kata Mulya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Segera Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK ke DPR

Jokowi Segera Ajukan 21 Nama Calon Komisioner OJK ke DPR

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 17:25 WIB

Jokowi Apresiasi Bahan Baku Industri Mebel 100 Persen Indonesia

Jokowi Apresiasi Bahan Baku Industri Mebel 100 Persen Indonesia

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 17:01 WIB

HIMKI Targetkan Eskpor Mebel Bisa Capai 5 Miliar Dolar AS

HIMKI Targetkan Eskpor Mebel Bisa Capai 5 Miliar Dolar AS

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 16:38 WIB

Haji Lulung Dipecat PPP karena Membelot ke Anies-Sandi

Haji Lulung Dipecat PPP karena Membelot ke Anies-Sandi

News | Senin, 13 Maret 2017 | 15:05 WIB

Presiden Jokowi Bakal Lantik 17 Dubes Baru RI Hari Ini

Presiden Jokowi Bakal Lantik 17 Dubes Baru RI Hari Ini

News | Senin, 13 Maret 2017 | 08:04 WIB

Sandiaga Sesumbar: Lima Pekan Lagi, Jakarta Punya Pemimpin Baru

Sandiaga Sesumbar: Lima Pekan Lagi, Jakarta Punya Pemimpin Baru

News | Minggu, 12 Maret 2017 | 19:18 WIB

Alasan Haji Lulung Membelot dan Dukung Anies-Sandi

Alasan Haji Lulung Membelot dan Dukung Anies-Sandi

News | Minggu, 12 Maret 2017 | 17:23 WIB

Deklarasi Dukung Anies-Sandi, Lulung: Kita Ingin Gubernur Baru

Deklarasi Dukung Anies-Sandi, Lulung: Kita Ingin Gubernur Baru

News | Minggu, 12 Maret 2017 | 16:02 WIB

Menkumham Terseret e-KTP, Jokowi Serahkan ke KPK

Menkumham Terseret e-KTP, Jokowi Serahkan ke KPK

News | Sabtu, 11 Maret 2017 | 14:42 WIB

Jokowi Akui Korupsi e-KTP Jadi Masalah Besar

Jokowi Akui Korupsi e-KTP Jadi Masalah Besar

News | Sabtu, 11 Maret 2017 | 13:45 WIB

Terkini

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:35 WIB

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:27 WIB

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:18 WIB

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:09 WIB

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB