Susi Pudjiastuti Panen Udang di Kolaka

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 21 Maret 2017 | 10:44 WIB
Susi Pudjiastuti Panen Udang di Kolaka
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalukan panen udang tambak di Kolaka, Sulawesi Tenggara. [Dok KKP]

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyempatkan melakukan Panen Udang di tambak yang berlokasi di Kecamatan Pomalaa. Ia pun menghimbau para pembudidaya untuk cermat dan memperhatikan kelestarian ekosistem dalam melakukan budidaya udang.

Menteri Susi menilai udang yang dihasilkan sangat bagus dan sehat. Adapun udang yang dipanen adalah jenis vaname sebanyak 13 ton yang berasal dari 5 petak tambak berukuran 300 meter persegi. "Tadi luar biasa Pak, panen besar-besar udangnya. Saya rasa vanamenya masih sehat-sehat", puji Menteri Susi kepada pemilik tambak dalam acara Dialog Bersama Pembudidaya usai panen di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Senin (20/3/2017).

Meski begitu, Menteri Susi mengingatkan tentang penyakit genetis pada udang vaname yang mengakibatkan kerugian luar biasa. Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para petambak dan pembudidaya. Pasalnya, di beberapa negara sudah mengalaminya. "Saya harap para pembudidaya cermat dan semoga memang tidak terjadi di Indonesia. Jangan sampai, kita tahunya setelah kecelakaan," lanjut Susi.

Selain itu, Menteri Susi juga menyoroti tambak-tambak yang tidak produktif di Kolaka. Revitalisasi tambak udang di Kabupaten Kolaka akan menjadi salah satu program kerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurutnya, apabila pemerintah melalui BUMN (Perindo dan Perinus) ingin berinvestasi akan mahal sekali jika 1 hektar tambak dijual masyarakat Rp 1 Miliar. "Tapi saya akan minta agar BNI dan BRI memberikan pinjaman kepada petambak untuk menghidupkan tambak-tambak tidak produktif. Perindo dan Perinus yang menjadi inti dari plasma petambak udang di Kolaka karena potensinya besar sekali," jelas Susi.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi juga mengutarakan agar pembudidaya tidak boleh menggunakan bahan pemberantas hama udang secara berlebihan karena dapat menurunkan kualitas udang dan juga merusak ekosistem. Ia juga menghimbau pembudidaya untuk dapat mengatur aliran air ke tambak udang dengan baik, harus ada tanaman bakau yang hidup di kawasan perairan. "Kalau bisa wilayah masuknya air, bakaunya harus hidup. Kalau bakaunya dihabiskan, nanti ekosistemnya yang terganggu. Tadi Pak Bupati janji tidak akan ada bangunan yang merusak bakau dekat tambak. Bakau-bakau itu untuk menjaga tambak," jelasnya.

Dalam dialog tersebut, Menteri Susi juga melarang nelayan untuk menggunakan bom ikan. Ia pun mengatakan, jika Kolaka bersih dari bom ikan, hadiah 5 ekskavator akan diberikan pemerintah melalui KKP.

Tak lupa, Menteri Susi juga berpesan untuk tidak menggunakan plastik, mengingat saat ini sudah ada jutaan ton sampah plastik yang berada di perairan Indonesia. Ia pun mengajak perusahaan BUMN di Kolaka untuk menggalakkan aksi bebas sampah plastik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kalau laut kita semua penuh dengan sampah plastik, ikan-ikan bapak juga hilang. Ini harus ditangani serius Antam, BRI, BNI ayo bikin CSR untuk Kolaka. Beli mesin recycle. Nanti takutnya, lebih banyak sampah plastiknya daripada ikannya," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perangi Kejahatan Perikanan, KKP Resmikan IFFAI

Perangi Kejahatan Perikanan, KKP Resmikan IFFAI

Bisnis | Sabtu, 18 Maret 2017 | 12:41 WIB

KKP: Rusaknya Terumbu Karang Raja Ampat Perbuatan Pidana

KKP: Rusaknya Terumbu Karang Raja Ampat Perbuatan Pidana

Bisnis | Kamis, 16 Maret 2017 | 16:09 WIB

39 Kapal Asing Pencuri Ikan akan Diusir Keluar dari Indonesia

39 Kapal Asing Pencuri Ikan akan Diusir Keluar dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 Maret 2017 | 07:56 WIB

Dialog Optimalisasi Sektor Perikanan

Dialog Optimalisasi Sektor Perikanan

Foto | Selasa, 14 Maret 2017 | 17:39 WIB

Pemerintah Tetapkan 111 Pulau Terluar di Indonesia

Pemerintah Tetapkan 111 Pulau Terluar di Indonesia

Bisnis | Sabtu, 11 Maret 2017 | 15:03 WIB

Sepanjang 2017, 10 Kapal Pencuri Ikan Telah Ditangkap KKP

Sepanjang 2017, 10 Kapal Pencuri Ikan Telah Ditangkap KKP

Bisnis | Sabtu, 11 Maret 2017 | 06:32 WIB

KKP Tangkap 4 Kapal Kapal Pencuri Ikan dari Vietnam

KKP Tangkap 4 Kapal Kapal Pencuri Ikan dari Vietnam

Bisnis | Jum'at, 10 Maret 2017 | 13:57 WIB

Inilah Bentuk Kerjasama RI-Arab Saudi di Kelautan dan Perikanan

Inilah Bentuk Kerjasama RI-Arab Saudi di Kelautan dan Perikanan

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2017 | 21:07 WIB

Sidak ke Muara Baru, Menteri Susi Pergoki Kapal Manipulasi Ukuran

Sidak ke Muara Baru, Menteri Susi Pergoki Kapal Manipulasi Ukuran

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2017 | 21:00 WIB

KNTI Tuntut Revisi UU Perikanan Harus Sejahterakan Nelayan

KNTI Tuntut Revisi UU Perikanan Harus Sejahterakan Nelayan

Bisnis | Selasa, 28 Februari 2017 | 20:53 WIB

Terkini

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:15 WIB

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 14:13 WIB

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek 5 Syarat Pekerja yang Berhak Menerimanya

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek 5 Syarat Pekerja yang Berhak Menerimanya

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:10 WIB

TGRI Sapu Bersih Seri Kejurnas Sprint Rally 2026 dan Kunci Gelar Juara Nasional

TGRI Sapu Bersih Seri Kejurnas Sprint Rally 2026 dan Kunci Gelar Juara Nasional

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 14:10 WIB

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi Bersama KPK, BPK, dan BPKP

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi Bersama KPK, BPK, dan BPKP

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:08 WIB

Sengkarut Korupsi Dana Bencana BNPB: Surat KPK Belum Dibalas Panglima TNI, Ada Apa?

Sengkarut Korupsi Dana Bencana BNPB: Surat KPK Belum Dibalas Panglima TNI, Ada Apa?

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:07 WIB

Ratusan Cita Rasa Daerah Berkumpul, Festival Kuliner Nusantara Ini Bisa Jadi Agenda Akhir Pekan!

Ratusan Cita Rasa Daerah Berkumpul, Festival Kuliner Nusantara Ini Bisa Jadi Agenda Akhir Pekan!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:06 WIB

×