Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Penyaluran Bansos Non Tunai di Bandung Pakai Teknologi Perbankan

Adhitya Himawan

Kamis, 13 April 2017 | 08:08 WIB
Penyaluran Bansos Non Tunai di Bandung Pakai Teknologi Perbankan
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan jilbab putih) dalam penyaluran bansos non tunai. [Dok Kementerian Sosial]

Sedikitnya 22.528 keluarga di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat menerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai dengan memanfaatkan teknologi perbankan.

Total bansos non tunai yang disalurkan mencapai Rp124,5 miliar terdiri dari PKH Non Tunai senilai Rp40,5 miliar untuk 22.528 keluarga dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejumlah Rp83,5 miliar untuk 63.262 keluarga.

Penyerahan bansos secara simbolis dilakukan Presiden Joko Widodo dihadapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Taman Pandawa Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/4/2017).

Kota Bandung sendiri memperoleh kucuran dana bantuan sosial (Bansos) senilai total Rp127 miliar di tahun 2017. Bantuan tersebut terdiri dari PKH Non Tunai, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bansos lanjut usia, bantuan UEP KUBE Jasa, bansos disabilitas, dan bansos E-Warong.

Penyerahan PKH Non Tunai dan BPNT ini bersamaan dengan penyerahan paket bantuan sosial lainnya di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Program Makanan Tambahan (PMT).

"Tidak boleh untuk membeil pulsa. Hati-hati kalau ada yang membeli pulsa, kartunya dicabut. Kita janjiannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara juga mengingatkan agar KPM PKH belajar menabung dan tidak serta merta menghabiskan dana bansos yang diteeima. Ia berharap penggunaan dana bantuan tersebut benar-benar untuk kegiatan belajar, seperti membeli buku atau seragam.

"Jangan diambil sekaligus, sesuai kebutuhan saja, tidak akan hangus kok," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjamin rencana perluasan jangkauan 10 juta KPM PKH tahun 2018 lebih tepat sasaran. Basis data terpadu (BDT) yang dimiliki Kemensos diyakini telah cukup akurat.

Namun demikian, ia mengharapkan partisipasi aktif pemerintah daerah proaktif mengkonfirmasi data KPM bansos yang digelontorkan pemerintah. Khofifah melalui Sistem Informasi dan Konfirmasi Data (Siskada).

"Saya optimistis sistem ini mampu menjadikan bansos lebih tepat sasaran. Karenanya, apabila ditemukan basis data terpadu (BDT) tidak valid, maka pemda dapat mengkonfirmasi mana salahnya, mana penerima manfaat yang tidak eligible (memenuhi syarat-red)," imbuhnya.

Diungkapkan Khofifah, jika bantuan sosial diberikan tepat sasaran maka akan lebih signifikan terhadap penurunan kemiskinan dan rasio gini.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga turut menyaksikan proses pencairan bansos non tunai di agen bank BNI yang telah disiapkan di lapangan. Transaksi juga dilakukan di fasilitas BNI Layanan Gerak (BLG).

BLG ini merupakan mobil layanan milik BNI yang dilengkapi dengan mesin ATM, terminal BNI Internet Banking, handset untuk menghubungi BNICall, serta didukung oleh customer service dan teller yang siap melayani aneka transaksi perbankan.

"Anak saya mau UAN, saya pakai uang ini untuk dia ikutan try out dan bimbingan belajar," ujar salah satu KPM kepada Khofifah.

Hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemensos Sanggup Rehabilitasi 32.000 Pecandu Narkoba

Kemensos Sanggup Rehabilitasi 32.000 Pecandu Narkoba

News | Kamis, 13 April 2017 | 08:03 WIB

Penyerahan Kartu Bansos, Awali Kunjungan Jokowi ke Jawa Barat

Penyerahan Kartu Bansos, Awali Kunjungan Jokowi ke Jawa Barat

News | Rabu, 12 April 2017 | 10:41 WIB

Khofifah Resmikan e-Warong KUBE PKH di Nganjuk

Khofifah Resmikan e-Warong KUBE PKH di Nganjuk

Bisnis | Senin, 10 April 2017 | 09:20 WIB

Mensos Khofifah Hadiri Istighotsah Kubro di Jawa Timur

Mensos Khofifah Hadiri Istighotsah Kubro di Jawa Timur

News | Senin, 10 April 2017 | 09:10 WIB

Mensos Minta Dana Bansos Tidak Buat Beli Baju Lebaran

Mensos Minta Dana Bansos Tidak Buat Beli Baju Lebaran

Bisnis | Sabtu, 08 April 2017 | 21:08 WIB

Mensos Berjanji Lindungi Suku Mante di Aceh

Mensos Berjanji Lindungi Suku Mante di Aceh

News | Sabtu, 08 April 2017 | 20:45 WIB

Mensos Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial

Mensos Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial

Entertainment | Sabtu, 08 April 2017 | 20:21 WIB

Kemensos Siapkan Peta Jalan Jangkau 10 Juta Penerima PKH dan BPNT

Kemensos Siapkan Peta Jalan Jangkau 10 Juta Penerima PKH dan BPNT

Bisnis | Sabtu, 08 April 2017 | 20:13 WIB

Mensos Apresiasi Aplikasi "Kembang Desa" di Bangka Belitung

Mensos Apresiasi Aplikasi "Kembang Desa" di Bangka Belitung

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 20:38 WIB

Khofifah Targetkan PKH Jangkau 10 Juta Penerima di 2018

Khofifah Targetkan PKH Jangkau 10 Juta Penerima di 2018

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 20:32 WIB

Terkini

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB