Pertimbangkan Ini Sebelum Memilih Perhiasan Emas untuk Investasi

Angelina Donna

Senin, 17 April 2017 | 19:40 WIB
Pertimbangkan Ini Sebelum Memilih Perhiasan Emas untuk Investasi

Suara.com - Bagi yang melek keuangan, emas bisa jadi alat ampuh mengantisipasi inflasi dan sebagai alat ukur kekayaan. Bagi yang tujuannya seperti itu, praktis memilih emas batangan atau koin.

Sah-sah saja memilih emas perhiasan sebagai instrumen investasi. Tapi tetap kenali dulu konsekuensi dari pilihan tersebut biar tak menyesal di kemudian hari.

Di bawah ini biasanya yang jadi alasan orang lebih sreg dengan perhiasan emas.

Bisa dibeli sesuai dengan kondisi keuangan
Emas perhiasan dijual dengan berbagai variasi. Mulai dari nilai karatnya apakah 18K, 22K, sampai 24K. kemudian, beratnya pun juga bervariasi. Asyiknya lagi, harga emas perhiasan bisa ditawar.

Inilah kenapa ibu-ibu suka menyisihkan uangnya dalam bentuk perhiasan emas. Karena modal awal untuk membeli perhiasan emas termasuk kecil.

Banyak toko emas
Toko emas itu gampang ditemukan. Entah itu di pasar tradisional, perempatan jalan, bahkan sampai deretan ruko-ruko. Alhasil, beli perhiasan emas sangat mudah.
Terlebih nggak ada syarat aneh-aneh untuk membeli. Selama duit mencukupi, perhiasan emas bisa dibawa pulang.

Sebagai aksesori/fashion
Bagi kaum hawa, pakai perhiasan emas sama saja bisa menaikkan level kecantikan. Selain itu, perhiasan emas yang dikenakan juga jadi label status sosial seseorang.

Ketika berniat investasi, tentunya yang diharapkan adalah mendapatkan keuntungan di masa depan. Digarisbawahi ya, mendapatkan keuntungan

Keuntungan yang hendak dikejar itu bisa dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam konteks ini, investasi emas perhiasan punya banyak kelemahan. Apa saja?

1. Ada mark up nilai
Ketika beli emas perhiasan, maka seseorang tidak membeli murni berdasarkan kadar karat dan beratnya saja. Ada biaya lainnya sehingga harga emas perhiasan lebih mahal. Biaya itu adalah ongkos produksi, desain, pajak, sampai biaya kirim sampai ke toko emas.

Belum lagi toko emas pastinya bakal me-mark up harganya lagi ketika dijual ke konsumen. Bisa-bisa harganya sudah naik sampai 100 persen. Saat akan dijual, toko emas hanya akan menghargai berat dan kadarnya saja.

2. Tidak ada sertifikat keaslian emas
Ketika beli perhiasan emas, yang diperoleh adalah perhiasan dan kuitansi pembayaran. Padahal seperti diketahui, kebanyakan perhiasan emas itu adalah hasil campuran dengan logam lain.

Secara teoritis ketika beli perhiasan emas 18 karat seberat 10 gram, maka kadar emas murninya hanya 7,5 gram 24 karat. Sisanya adalah campuran logam lain.

Campuran logam itu biasanya perak dan tembaga. Untung jika pakai campuran perak, lha kalau pakai tembaga? Bagaimana cara mendeteksinya? Inilah kenapa emas perhiasan sangat sulit dinilai karena tak ada sertifikat keasliannya.

3. Rentan rusak dan hilang
Emas berbentuk perhiasan rentan rusak. Entah patah, kaitan yang rusak, warna jadi kusam, lecet, dan lainnya. Berbagai kerusakan ini yang membuat nilainya bisa jatuh.

Kemudian, emas perhiasan yang dikenakan juga berisiko hilang. Misalnya dijambret atau jatuh tanpa sadar.

Tiga poin itu sebaiknya jadi pertimbangan memilih emas perhiasan sebagai investasi. Yakinkan emas perhiasan akan memberi keuntungan di masa depan ketika faktanya malah nilainya turun saat dilepas. Itulah konsekuensinya ketika lebih berat pada emas perhiasan.


Baca juga artikel Duitpintar lainnya:

Investasi Emas Enaknya Batangan atau Perhiasan?

Investasi Emas Pilih Dicicil atau Beli Tunai

Kesalahan Investasi Emas yang Bikin Rencana Keuangan Buyar

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Simak 5 Hal Positif Saat Mengutamakan Karier Daripada Cinta

Simak 5 Hal Positif Saat Mengutamakan Karier Daripada Cinta

Lifestyle | Senin, 17 April 2017 | 18:10 WIB

Anda Terjebak Utang? Ini Cara Mengatasinya

Anda Terjebak Utang? Ini Cara Mengatasinya

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 20:44 WIB

6 Kunci Sukses ala Jack Ma yang Bisa Menginspirasi

6 Kunci Sukses ala Jack Ma yang Bisa Menginspirasi

Bisnis | Sabtu, 08 April 2017 | 10:00 WIB

Ini Cara Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak dan Tepat

Ini Cara Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak dan Tepat

Bisnis | Jum'at, 31 Maret 2017 | 19:34 WIB

Terkini

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 20:30 WIB

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:18 WIB

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:16 WIB

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:15 WIB

The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat

The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:08 WIB

Rocky Gerung Soroti Praktik Penyadapan Ilegal Oknum Kepolisian ke Prabowo

Rocky Gerung Soroti Praktik Penyadapan Ilegal Oknum Kepolisian ke Prabowo

Video | Kamis, 05 November 2026 | 20:05 WIB

DPR Usulkan Aset Pelaku Karhutla Dirampas Negara

DPR Usulkan Aset Pelaku Karhutla Dirampas Negara

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:01 WIB

Momen Roy Suryo Lempar Senyum dan Angkat Jempol Saat Salaman dengan Jokowi

Momen Roy Suryo Lempar Senyum dan Angkat Jempol Saat Salaman dengan Jokowi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:01 WIB

×