Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

5 Hal Ini Bakal Menjebak Anda di Kelas Menengah Selamanya

Angelina Donna

Sabtu, 22 April 2017 | 15:48 WIB
5 Hal Ini Bakal Menjebak  Anda di Kelas Menengah Selamanya

Suara.com - Setiap orang pasti ingin hidup terjamin dan serba berkecukupan. Bahkan jika bisa mereka ingin hidup bergelimang harta. Namun tidak semua orang bisa mencapainya. Banyak dari mereka yang berjalan di kelas menengah dengan kondisi keuangan yang begitu-begitu saja. Hidup dalam kondisi yang pas-pasan di mana tidak kekurangan namun juga tidak kelebihan uang.

Data Forbes mengatakan bahwa saat ini orang-orang kelas menengah mulai bergerak. Ada yang menjadi orang kaya, tapi tak sedikit yang jatuh miskin. Sebuah pepatah mengatakan, “Kita adalah apa yang kita pikirkan” maka jika Anda ingin bergerak menjadi kaya, maka berpikirlah seperti orang kaya. Simaklah 5 perbedaan sikap dan pemikiran antara orang kaya dan kelas menengah berikut ini.

Tabungan
Salah satu kebiasaan masyarakat kelas menengah adalah menabung tanpa upaya meningkatkan jumlah pemasukan setiap tahunnya. Jika menurut Badan Pusat Statistik (2013), rata-rata pendapatan orang Indonesia sekitar Rp32 juta per tahun dan menyisihkan sebesar 10 persennya untuk ditabung maka hanya Rp3,2 juta per tahun yang terkumpul.

Berbeda dengan orang kaya, mereka berusaha meningkatkan pendapatan dan juga pemasukan dalam tabungan mereka. Mereka tidak merasa cukup hanya dengan satu pendapatan, tetapi berusaha mencari pendapatan lain sehingga menambah jumlah tabungan mereka.

Fokus Masa Depan
Sebagian besar kelas menengah berpikir bahwa masa lalu lebih baik dari saat ini. Terlebih bagi mereka yang tumbuh besar di tahun 90-an di mana krisis ekonomi belum terjadi, harga barang-barang murah, BBM selalu ada dan akses finansial lebih mudah. Sedangkan bagi Anda yang tidak pernah hidup di era tersebut, setidaknya pernah mendengar tentang lebih nyamannya hidup di jaman itu.

Kisah tersebut bahkan diteruskan dari generasi ke generasi seolah tidak menyadari bahwa betapa bahayanya selalu terdoktrin oleh masa lalu. Mereka yang yakin bahwa hari kemarin lebih baik dari hari ini sesungguhnya akan sulit untuk bergerak maju, apalagi untuk sukses.

Lain halnya dengan orang kaya, mereka selalu berpikir maju, yakin bahwa hari esok lebih baik dari hari kemarin. Mereka optimis bahwa di masa depan mereka akan memperoleh banyak peluang dan berhasil meraih kesuksesan. Mereka menghargai masa lalu dengan mengambil pelajaran baik darinya untuk menghadapi masa depan. Orang yang yakin akan kesuksesannya tidak akan terkungkung pada masa lalu.

Kelas Menengah Melihat Orang Kaya Itu Sombong
Sebagian orang menganggap bahwa orang kaya itu angkuh, sombong dan menganggap dirinya lebih baik dari orang lain, apalagi yang tidak sekaya mereka. Memang ada yang demikian, tapi hanya sebagian. Orang yang sukses dan kaya sebenarnya tidak seperti itu.

Bukan sombong, tetapi percaya diri. Mereka percaya diri karena berulang kali keluar dari zona nyaman dan nyaris selalu berhasil. Meskipun mereka juga pernah gagal, mereka tetap percaya diri dan mengambil pelajaran berharga dari kegagalan itu. Selanjutnya mereka tetap berjuang dan bahkan lebih kuat setelah mendapat kegagalan.

Cara Melihat Uang
Mereka yang berasal dari kelas menengah, yang cerdas, berpendidikan tinggi dan sukses ketika mereka mendapat uang, dalam sekejap berubah pikiran dan ketakutan. Takut kemakmurannya turun dan uangnya menipis. Masyarakat kelas menengah melihat uang sebagai sesuatu yang harus selalu dicintai dan dijaga layaknya kekasih yang setia kepada pasangannya.

Sebaliknya orang kaya tidak berpikir dalam ketakutan. Seperti kekasih yang tidak setia, uang bisa tiba dan beranjak kapan saja. Uang bukanlah segala-galanya, bukan hal yang harus selalu dijaga dan dicintai agar tidak hilang, melainkan sebuah hal untuk meraih kesempatan dan peluang sebanyak-banyaknya.

Orang Kaya Berani Susah, Kelas Menengah Dalam Zona Nyaman
Kebanyakan masyarakat kelas menengah berpikir bahwa lebih baik hidup dalam kenyamanan daripada berjuang dan gagal. Biasanya tujuan utama kelompok kelas menengah adalah mencapai kenyamanan finansial, fisik dan psikis. Yang terpenting segala hal cukup dan dicukupkan. Kelebihan sedikit dipakai untuk liburan dan gadget mahal.

Tetapi beda dengan orang kaya, mereka yang berhasil meraih kekayaan dari bawah telah paham betul bagaimana rasanya terinjak-injak. Dan karena hal itulah mereka berani mengambil risiko meskipun harus susah payah demi mencapai kesuksesan. Sedangkan mereka kaum menengah enggan bertindak karena takut keluar dari zona nyaman.


Baca juga artikel Cermati lainnya:

Mengapa Mengenalkan Keuangan Bagi Anak itu Penting? Ini Alasannya

Mempersiapkan Dana Pensiun, Pilih Deposito atau DPLK?

Tips Lengkap Membeli Mobil Baru dengan Harga Murah

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Bocoran Cara Orang Kaya Mengelola Keuangan

5 Bocoran Cara Orang Kaya Mengelola Keuangan

Bisnis | Kamis, 20 April 2017 | 19:42 WIB

Bisnis Sampingan untuk Mahasiswa Semester Akhir

Bisnis Sampingan untuk Mahasiswa Semester Akhir

Bisnis | Rabu, 19 April 2017 | 19:39 WIB

Ini Plus Minus Investasi Kios

Ini Plus Minus Investasi Kios

Bisnis | Selasa, 18 April 2017 | 19:30 WIB

Tips Menghindari Pinjaman Abal-Abal

Tips Menghindari Pinjaman Abal-Abal

Bisnis | Senin, 17 April 2017 | 19:25 WIB

Orang Kaya Sulit Ditemui, Sri Mulyani: Belum Ada Anjingnya

Orang Kaya Sulit Ditemui, Sri Mulyani: Belum Ada Anjingnya

Bisnis | Senin, 17 April 2017 | 13:26 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB