Atasi Krisis Migas, IPA Gelar PA Convex ke-41 Pekan

Adhitya Himawan

Kamis, 11 Mei 2017 | 05:00 WIB
Atasi Krisis Migas, IPA Gelar PA Convex ke-41 Pekan
Refinery Unit (RU) atau kilang VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (14/1). [Antara]

Sektor hulu migas Indonesia, beserta semua sektor pendukungnya memiliki efek berganda yang besar bagi perekonomian Indonesia. Setiap investasi di sektor hulu migas senilai 1 juta Dollar Amerika Serikat (AS) akan menciptakan nilai tambah sebesar 1,6 juta Dollar AS dan memberikan kontribusi atas PDB sebesar 700 ribu Dollar AS.

"Ditambah menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 100 orang Indonesia,” kata Tumbur Parlindungan, Direktur Indonesian Petroleum Association (IPA) di Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Sayangnya, besarnya kontribusi di atas terpasung oleh berbagai tantangan yang saat ini dihadapi oleh industri migas Indonesia, antara lain: kepastian hukum, skema pembiayaan yang kompetitif, reformasi regulasi (revisi dari Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2014 dan perhitungan keekonomian skema Gross Split), serta biaya investasi. Berbagai tantangan tersebut mengakibatkan produksi minyak yang terus menurun, rasio penggantian cadangan minyak yang rendah, investasi infrastruktur gas domestik yang lambat serta rendahnya ketertarikan investor pada blok baru yang ditawarkan oleh pemerintah.

Dalam hal ini, IPA sangat ingin secara aktif berkontribusi pada proses pembuatan kebijakan untuk meningkatkan investasi dan produktivitas hulu migas di Indonesia.

Mencari Solusi Cepat Bagi Krisis Migas di Indonesia

Tanpa investasi yang signifikan, aktivitas eksplorasi akan terus menurun dan potensi migas Indonesia tidak akan membawa nilai tambah serta manfaat apapun pada negara dan masyarakat. Dalam hal ini IPA meyakini bahwa membangun iklim investasi migas yang positif harus menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia untuk mendorong kembali investasi di sektor ini. Hal ini yang akan dibahas secara mendalam pada IPA Convex ke-41 pada 17-19 Mei 2017 di JCC, Jakarta.

IPA Convex merupakan ajang konvensi dan pameran terbesar di Asia Pasifik yang akan mempertemukan pemimpin industri, pelaksana dan pengambil kebijakan, pemerintah dan para tenaga ahli yang berhubungan dengan industri migas, baik dari dalam maupun dari luar negeri, untuk bersinergi dan bersama-sama mencari solusi atas permasalahan industri migas tanah air.

Ketiga sesi Plenary: Re-Attracting Upstream Oil and Gas Investment amidst the Global Capital Efficiency Drive; Beyond Revenues: The Indispensable Contribution of the Upstream Industry to Local Industry and Economic Growth; dan Priority Reforms to Re-Attract Investment, diharapkan dapat membedah tantangan-tantangan yang dihadapi industri dari berbagai sudut lalu memberikan rekomendasi komprehensif yang dapat segera diterapkan untuk menarik kembali investasi ke Indonesia. Special Session akan dilakukan untuk mendiskusikan aspek sumber daya manusia dalam industri migas Indonesia.

baca juga

Topik bertajuk “Investing in Indonesians: Impact of the Current Landscape” akan didiskusikan oleh perwakilan dari berbagai asosiasi minyak dan gas di Indonesia.

Acara yang rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo ini akan diikuti oleh lebih dari 100 peserta pameran dari industri minyak dan gas dan beragam sektor terkait termasuk perusahaan jasa, kontraktor, organisasi pemerintah, media, kamar dagang dan seterusnya. Dalam acara ini mereka akan menunjukkan teknologi terkini serta best practice dari masing-masing organisasi. Juga akan ditampilkan 110 karya tulis ilmiah dan 60 poster yang akan memperlihatkan pencapaian dan terobosan dalam industri migas yang akan disampaikan dalam technical sessions dan poster sessions.

“Sama pentingnya dengan diskusi mengenai kebijakan, IPA Convex juga akan mengadakan ajang transfer ilmu pengetahuan dimana kalangan mahasiswa di Indonesia berpartisipasi dalam berbagai technical sessions. Selama bertahun-tahun IPA Convex telah mengumpulkan lebih dari 3400 karya tulis teknis bertaraf internasional dan tahun ini kami dengan bangga mengadakan Business Case Competition untuk pertama kalinya sebagai bagian dari rangkaian program kami. Industri ini menghadapi semakin banyak tantangan teknis maupun non-teknis dan kami sangat ingin melihat para kaum muda Indonesia berpartisipasi dan bersiap untuk menghadapi tantangan tersebut. Dalam kompetisi ini, lebih dari 200 peserta ikut ambil bagian dan menguji kemampuan bisnis mereka untuk memecahkan masalah komersial, politikal dan kemasyarakatan yang kompleks,” ujar Michael Putra, Chairman IPA di Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tanpa Industri Migas, RI Kehilangan Rp300 Triliun Tiap Tahun

Tanpa Industri Migas, RI Kehilangan Rp300 Triliun Tiap Tahun

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2017 | 19:32 WIB

Potensi Cadangan Migas di Indonesia Timur Sangat Besar

Potensi Cadangan Migas di Indonesia Timur Sangat Besar

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2017 | 19:12 WIB

Kontribusi Sektor Industri Migas ke PDB Nasional 62,67 Persen

Kontribusi Sektor Industri Migas ke PDB Nasional 62,67 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2017 | 19:04 WIB

Jonan: Iklim Investasi Migas Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Jonan: Iklim Investasi Migas Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 11:17 WIB

Pengamat: Suka Tidak Suka, Indonesia Alami Krisis Energi

Pengamat: Suka Tidak Suka, Indonesia Alami Krisis Energi

Bisnis | Rabu, 12 April 2017 | 08:12 WIB

IPA: Industri Migas Butuh Kepastian Hukum dan Kebijakan Negara

IPA: Industri Migas Butuh Kepastian Hukum dan Kebijakan Negara

Bisnis | Rabu, 12 April 2017 | 07:55 WIB

Cegah Krisis Energi, Pemerintah Harus Genjot Investasi Migas

Cegah Krisis Energi, Pemerintah Harus Genjot Investasi Migas

Bisnis | Minggu, 02 April 2017 | 16:49 WIB

Dilanda Krisis Migas, Indonesia Terancam Krisis Energi

Dilanda Krisis Migas, Indonesia Terancam Krisis Energi

Bisnis | Minggu, 02 April 2017 | 16:42 WIB

Jokowi Ingin Natuna Jadi Sentra Industri Perikanan dan Migas

Jokowi Ingin Natuna Jadi Sentra Industri Perikanan dan Migas

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2017 | 22:00 WIB

Makanan-minuman Indonesia siap Dongkrak Ekspor ke Nigeria

Makanan-minuman Indonesia siap Dongkrak Ekspor ke Nigeria

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2017 | 08:53 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×