Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Rumah Tahan Gempa Barataga "Dome" Tak Sesuai Iklim di Indonesia

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 04 Juli 2017 | 07:11 WIB
Rumah Tahan Gempa Barataga "Dome" Tak Sesuai Iklim di Indonesia
Rumah tahan gempa Barataga "Dome". [Shutterstock]

Pakar Gempa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Prof Sarwidi menilai bangunan rumah tahan gempa atau Barataga "dome" di Dusun Nglepen, Sumberharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tidak sesuai dengan iklim di Indonesia.

"Rumah dome sumbangan dari Jepang tersebut sebenarnya untuk 'emergency' (darurat) pascagempa besar 2006. Dulu rumah warga roboh terkena gempa. Tapi, kalau untuk jangka panjangnya tidak cocok," kata Sarwidi, Selasa (4/7/2017).

Menurut dia, rumah dome tersebut cocoknya dibangun di daerah panas tidak ada hujan, atau di kutub.

"Iklim yang tidak cocok. Harusnya tidak ada panas atau hujan. Misal itu cocoknya di daerah es. Untuk itulah masyarakat yang tinggal di sana agar rajin melakukan penambalan. Pada tembok-temboknya yang sering retak," katanya.

Ia mengatakan, tidak hanya itu saja, kelemahan rumah Dome tersebut juga bisa mengalami perembesan air ketika hujan.

"Dalam budaya masyarakat kita, dengan bentuk rumah yang setengah lingkaran itu, juga sulit mencari tepi-tepinya. Kalau misal, mencari kunci di tepi tembok. Tepinya di mana?," katanya.

Sarwidi mengatakan, rumah Dome tersebut merupakan bantuan dari donatur luar negeri untuk korban gempa 2006 silam. Selain digunakan untuk tinggal, saat ini rumah tersebut juga sebagai objek wisata.

"Rumah tahan gempa bisa dibuat dengan memperkuat tulang-tulangnya. Rumah-rumah dengan tulang-tulang kuat tersebut sudah banyak berdiri di Bantul. Daerah yang cukup rawan jika terjadi gempa. Sekarang sudah banyak yang memakai tulang kuat," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat di Indonesia diharapkan mengerti konsep rumah barataga atau bangunan rumah tahan gempa mengingat Indonesia merupakan wilayah lingkaran api yang memiliki potensi gempa tinggi.

"Ditargetkan barataga ini bisa dipahami oleh sekitar dua per tiga jumlah penduduk Indonesia. Dengan begitu, ancaman bencana gempa tersebut bisa berubah paradigmanya menjadi suatu kejadian yang bermanfaat," katanya.

Menurut dia, secara bertahap dirinya akan menyosialisakan konsep barataga ini ke masyarakat Indonesia.

"Sikitar 200 juta orang, atau sekitar dua per tiga dari jumlah penduduk Indonesia. Konsep barrataga sendiri, sebenarnya sudah disosialisasikan ke sekitar seribu orang mandor bangunan sejak sekitar 2001 dan 2002. Banten, Garut, Banjar, Sukoharjo. Terutama di daerah selatan. Termasuk di daerah Bantul, yang pada 2006 terkena bencana gempa besar," katanya.

Ia mengatakan, hasilnya cukup memuaskan, mereka yang rumahnya menggunakan konsep ini kerusakannya tidak terlalu parah.

Yaitu memperkuat simpul tulang. Serta, di bawah pondasi bangunan diberikan pasir dengan ketebalan minimal 20 centimeter.

"Dengan sosialisasi ke masyarakat ini, diharapkan paradigma mereka mengenai gempa bisa berubah. Yaitu dari yang jahat menjadi bermanfaat. Sebab, gempa sangat dibutuhkan agar bumi tak meledak. Rumah rusak terdampak gempa boleh, tapi tidak membahayakan penghuni," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wali Kota Pontianak Larang Guru Kasih PR ke Murid

Wali Kota Pontianak Larang Guru Kasih PR ke Murid

News | Senin, 03 Juli 2017 | 16:47 WIB

Lelaki Tembaki Rumah Sakit di New York, Seorang Dokter Tewas

Lelaki Tembaki Rumah Sakit di New York, Seorang Dokter Tewas

News | Sabtu, 01 Juli 2017 | 09:44 WIB

Suka Duka Jadi Asisten Rumah Tangga Infal Saat Lebaran

Suka Duka Jadi Asisten Rumah Tangga Infal Saat Lebaran

News | Rabu, 28 Juni 2017 | 19:17 WIB

Jasa Asisten Rumah Infal Diburu Tiap Lebaran

Jasa Asisten Rumah Infal Diburu Tiap Lebaran

News | Rabu, 28 Juni 2017 | 19:01 WIB

Satu Rumah di Muara Angke Dibakar, Pelaku Diduga Eks Pengontrak

Satu Rumah di Muara Angke Dibakar, Pelaku Diduga Eks Pengontrak

News | Sabtu, 24 Juni 2017 | 00:20 WIB

Tata Janeeta-Mehdi Zati Akur, Mau Rujuk?

Tata Janeeta-Mehdi Zati Akur, Mau Rujuk?

Entertainment | Kamis, 22 Juni 2017 | 18:07 WIB

Lokasi Wisuda Pindah ke Kamar Rumah Sakit, Alasannya Bikin Haru

Lokasi Wisuda Pindah ke Kamar Rumah Sakit, Alasannya Bikin Haru

Health | Kamis, 22 Juni 2017 | 19:40 WIB

Empat Rumah di Kalimantan Tengah Dilalap Api

Empat Rumah di Kalimantan Tengah Dilalap Api

News | Kamis, 22 Juni 2017 | 07:28 WIB

REI Targetkan Bangun 210 Ribu Unit Rumah Subsidi di Indonesia

REI Targetkan Bangun 210 Ribu Unit Rumah Subsidi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 21 Juni 2017 | 11:00 WIB

Bikin Haru, Indy Barends dan Anak Tangisi Kepergian ART Mudik

Bikin Haru, Indy Barends dan Anak Tangisi Kepergian ART Mudik

Entertainment | Selasa, 20 Juni 2017 | 09:19 WIB

Terkini

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:28 WIB