Kiara: Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Rampas Ruang Hidup

Adhitya Himawan

Selasa, 04 Juli 2017 | 10:48 WIB
Kiara: Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Rampas Ruang Hidup
Puluhan masa dari Jaringan Aktivis ProDemokrasi (ProDem) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (16/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menginginkan penghentian reklamasi di berbagai daerah karena merampas ruang hidup serta berpotensi terjadinya kriminalisasi terhadap masyarakat pesisir.

"Perampasan pesisir kita terstruktur dan masif terjadi di 16 titik area pesisir Indonesia," kata Sekretaris Jenderal Kiara Susan Herawati di Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Susan mencontohkan aktivitas reklamasi dan penambangan pasir di laut sekitar Pulau Tanakek dan Sanrobone, Takalar, Sulawesi, berpotensi mengkriminalisasi masyarakat pesisir. Misalnya, pada tanggal 22 Juni 2017, tiga warga diamankan setelah melakukan penolakan penambangan.

Ia berpendapat bahwa penahanan tiga orang masyarakat pesisir merupakan dampak penolakan keras masyarakat terhadap proyek ambisius Pemerintah Kota Makasar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang ingin menjadikan pesisir Makassar sebagai "Water Front City" (Kota Batas Laut) melalui proyek Center Point of Indonesia (CPI).

Pusat Data dan Informasi Kiara mendapati bahwa untuk memenuhi kebutuhan material pasir, pengembang yang telah mendapatkan konsesi mengambilnya dari sejumlah pulau kecil yang berada di sekitar perairan Sulawesi Selatan, salah satunya adalah Pulau Gusung Tangaya dan Kabupaten Takalar.

"Perusahaan yang melakukan pengerukan pasir di Laut Takalar, yaitu Royal Boskalis merupakan perusahaan yang juga mendapatkan tender untuk pekerjaan yang sama dalam proyek Reklamasi Teluk Jakarta," ungkap Susan.

Ia mengingatkan bahwa pengambilan pasir laut dalam jumlah yang sangat besar itu berdampak pada kerusakan laut di lokasi yang menjadi tempat pengambilan material pasir tersebut.

Terkait dengan reklamasi Teluk Jakarta, tim Sinkronisasi Anies-Sandi sudah bertemu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam pertemuan itu, dibahas status reklamasi di Jakarta.

baca juga

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengatakan bahwa reklamasi akan tetap dihentikan, kata Ketua Tim Sinkronisasi Sudirman Said, Selasa (20/6).

Ia mengatakan bahwa pertemuan dengan Pemprov DKI Jakarta itu memang untuk mendapatkan data terbaru mengenai reklamasi sehingga Anies-Sandi bisa mengambil sikap mengenai reklamasi ke depannya.

"Biar semua jelas," kata Sudirman.

Selain itu, Sudirman juga menegaskan bahwa proses mendengarkan dari jajaran pemprov ini adalah bagian dari mendapatkan masukan sehingga arah kebijakan pasangan calon gubernur dan wagub terpilih untuk konsisten menolak reklamasi, bisa diambil dengan bijak.

"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh SKPD di Pemprov DKI yang terus bersikap terbuka, kooperatif, dan sangat memberi dukungan bagi tugas-tugas tim sinkronisasi," kata Sudirman. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menara Sapphire Target Topping Off November 2017

Menara Sapphire Target Topping Off November 2017

Bisnis | Rabu, 21 Juni 2017 | 12:29 WIB

Nilai Proyek Adhi Karya di Meikarta Ditargetkan Rp1,5 Triliun

Nilai Proyek Adhi Karya di Meikarta Ditargetkan Rp1,5 Triliun

Bisnis | Jum'at, 16 Juni 2017 | 09:21 WIB

Adhi Karya Makin Gencar Ekspansi Bisnis ke Sektor Properti

Adhi Karya Makin Gencar Ekspansi Bisnis ke Sektor Properti

Bisnis | Jum'at, 16 Juni 2017 | 07:59 WIB

IPW: Banyak Pengembang Rumah Murah Terbebani Uang Siluman

IPW: Banyak Pengembang Rumah Murah Terbebani Uang Siluman

Bisnis | Selasa, 06 Juni 2017 | 16:18 WIB

Inilah Beragam Fasilitas Untuk Anda di Sentra Timur Residence

Inilah Beragam Fasilitas Untuk Anda di Sentra Timur Residence

Bisnis | Senin, 05 Juni 2017 | 15:56 WIB

Ini Kekhawatiran Luhut Jika Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Batal

Ini Kekhawatiran Luhut Jika Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Batal

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2017 | 13:01 WIB

Luhut Umumkan Kajian Reklamasi Teluk Jakarta Usai Lebaran

Luhut Umumkan Kajian Reklamasi Teluk Jakarta Usai Lebaran

News | Selasa, 23 Mei 2017 | 13:14 WIB

Kementerian PUPR Kebut Venue Lapangan Sepak Bola ABC

Kementerian PUPR Kebut Venue Lapangan Sepak Bola ABC

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 15:01 WIB

Gandeng Tahir, Kemensos Bangun Gedung Penelitian Anak Jalanan

Gandeng Tahir, Kemensos Bangun Gedung Penelitian Anak Jalanan

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 14:48 WIB

Sinar Mas Land akan Sulap Digital Hub Jadi Silicon Valley-nya RI

Sinar Mas Land akan Sulap Digital Hub Jadi Silicon Valley-nya RI

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 14:16 WIB

Terkini

DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan

DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 12:50 WIB

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Targer 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Targer 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Strategi Toyota Indonesia Seimbangkan Otomatisasi Pabrik dan Tenaga Kerja Manusia

Strategi Toyota Indonesia Seimbangkan Otomatisasi Pabrik dan Tenaga Kerja Manusia

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

5 Rekomendasi Dompet Pria Lokal untuk Solusi Kado Ulang Tahun

5 Rekomendasi Dompet Pria Lokal untuk Solusi Kado Ulang Tahun

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:46 WIB

Diskon Tiket Masuk ARTSUBS 2026 Khusus Pengguna BRImo

Diskon Tiket Masuk ARTSUBS 2026 Khusus Pengguna BRImo

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 12:45 WIB

8 Rekomendasi Parfum Pucelle dan Gatsby Terbaik di Minimarket untuk Harian

8 Rekomendasi Parfum Pucelle dan Gatsby Terbaik di Minimarket untuk Harian

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:44 WIB

Bukan Sekadar Flu, Kenali Tanda Bahaya Influenza A yang Bisa Berujung Rawat Inap di RS

Bukan Sekadar Flu, Kenali Tanda Bahaya Influenza A yang Bisa Berujung Rawat Inap di RS

Health | Rabu, 30 September 2026 | 12:44 WIB

Hentikan Plastik ke Laut Saja Tak Cukup, Sampah Lama Bisa Berubah Jadi Mikroplastik

Hentikan Plastik ke Laut Saja Tak Cukup, Sampah Lama Bisa Berubah Jadi Mikroplastik

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:43 WIB

×