Ini Jawaban PT Tiga Pilar Sejahtera Food Soal Beras Oplosan

Adhitya Himawan

Minggu, 23 Juli 2017 | 08:49 WIB
Ini Jawaban PT Tiga Pilar Sejahtera Food Soal Beras Oplosan
Penggerebekan gudang beras oplosan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. (7/10). (Antara)

Tiga hari terakhir, masyarakat tanah air dihebohkan dengan kasus beras oplosan. Masalah tersebut mencuat saat terjadi penggerebekan sekaligus penyitaan ribuan ton beras oplosan milik PT Indo Beras Unggul di Jalan Rengasbandung KM 60, Kelurahan Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) malam yang disertakan dengan uji laboratorium.

Menurut Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, ada perbedaan antara beras premium dengan beras bersubsidi. Perbedaan tersebut memiliki beberapa unsur, salah satunya adalah kandungan karbohidrat yang terkandung dalam beras. Pada beras premium, lanjutnya, kandungan karbohidrat hanya sebesar 25 persen, sedangkan pada beras kualitas rendah kandungannya hingga sebesar 80 persen.

Dari penggerbekan, diperoleh beras oplosan yang semula merupakan beras jenis IR 64 sebanyak 1.162 ton. Beras tersebut telah disita sebagai barang bukti. Diketahui, beras yang sudah terbungkus dalam kemasan beras premium itu siap diedarkan ke wilayah Jabodetabek.  Adapun pelaku peredaran beras premium oplosan diduga oleh PT Indo Beras Unggul (IBU). IBU merupakan anak perusahaan dari emiten PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (AISA).

Namun tuduhan ini dibantah oleh Anton Apriyantono, Komisaris Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk. "Saya kira disini ada kesalahan definisi beras oplosan. Kalau beras Pandan Wangi dicampur dengan beras IR 64, barulah itu beras oplosan," kata Anton saat dihubungi Suara.com, Minggu (23/7/2017).

Anton menegaskan TPSF selama ini menjual beras merek "Maknyuss dan "Cap Ayam Jago" dengan standar yang sesuai standar SNI untuk kategori beras premium. Menurutnya, tak mungkin perusahaannya menjual beras yang seharusnya pulen dengan beras yang seperti kerak. "Jadi dimana oplosannya?," jelas Anton.

Penggerebekan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari Mabes Polri, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Adapun pelaku peredaran beras premium oplosan diduga oleh PT Indo Beras Unggul (IBU). IBU merupakan anak perusahaan dari emiten PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (TPSF). 

Penggerebekan yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavial diikuti oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Ketua Satgas Pangan Irjenpol Setyo Wasisto, dan Sekjen Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih itu, berhasil mengamankan beras sebanyak 1.162 ton yang disimpan dalam gudang.

Keseluruhan beras merupakan beras jenis IR 64 yang sebagian telah dikemas ulang menggunakan kemasan beras premium, sehingga dapat dijual hingga tiga kali lipat dibanding harga beras jenis IR 64, yakni dari semula seharga Rp 7.000 per kilogram, dijual lebih mahal Rp 20.400 per kilogram. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos: Yang Diduga Dioplos di Gudang PT. IBU Bukan Beras Rastra

Mensos: Yang Diduga Dioplos di Gudang PT. IBU Bukan Beras Rastra

News | Minggu, 23 Juli 2017 | 08:22 WIB

Orang Ini Tega Sekali, Cari Duit Pakai Oplos Beras

Orang Ini Tega Sekali, Cari Duit Pakai Oplos Beras

News | Jum'at, 21 Juli 2017 | 20:17 WIB

Kasus Beras Oplosan, Polisi Periksa Kabulog DKI dan 4 Distributor

Kasus Beras Oplosan, Polisi Periksa Kabulog DKI dan 4 Distributor

News | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 01:05 WIB

Bareskrim Gerebek Gudang Beras Oplosan

Bareskrim Gerebek Gudang Beras Oplosan

Foto | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:13 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×