Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Buruh dan Petani Tembakau Dinilai Selalu Diperalat

Adhitya Himawan

Jum'at, 28 Juli 2017 | 16:39 WIB
Buruh dan Petani Tembakau Dinilai Selalu Diperalat
Aksi damai petani tembakau di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Senin (912017). [Dok APTI]

Belum lama ini, beberapa pihak membuat pernyataan yang menunjukkan bahwa kenaikan cukai telah berakibat menurunnya produksi rokok di Indonesia sehingga berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) serta pada petani. Menanggapi hal ini, Komnas Pengendalian Tembakau meluruskan pernyataan-pernyataan tersebut sehingga masyarakat dapat menerima informasi yang seimbang.

Anggota Dewan Penasihat Komnas Pengendalian Tembakau, Prof. Hasbullah Thabrany mengatakan bahwa buruh dan petani selalu saja diperalat. "Faktanya, produksi rokok industri besar dalam lima tahun terakhir tetap tinggi, tetapi jumlah karyawan menurun. Mereka menggunakan mesin yang lebih "patuh" dan "tidak rewel". Volume penjualan dan laba bersih terus naik, meskipun cukai rokok mesin ini sudah 56 persen harga. Sementara, rokok linting tangan yang cukainya cuma sekitar 40 persen dari harga, tidak berkembang dan banyak mengalami PHK, bukan karena cukai, tetapi karena mereka kalah bersaing, digusur perusahaan besar,” kata Hasbullah di Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Beliau menghimbau agar federasi buruh dan petani membuka mata dan mempelajari baik-baik masalah ini. Jangan sampai industri terus-terusan memperalat mereka sebagai senjata untuk menjatuhkan upaya-upaya pengendalian tembakau yang bertujuan melindungi masyarakat, termasuk buruh dan petani sendiri.

Cukai rokok adalah salah satu instrumen kebijakan pengendalian atas konsumsi rokok di Indonesia, termasuk instrumen kesehatan sebagai alat perlindungan masyarakat dari bahaya rokok. Zat adiktif dalam rokok menyebabkan permintaan terhadap produk ini inelastik, artinya perokok tidak akan berhenti membeli rokok dengan perubahan harga yang sangat kecil.

Indonesia adalah negara dengan tingkat konsumsi rokok tertinggi. Perilaku merokok penduduk 15 tahun ke atas masih belum terjadi penurunan dari 2007 sampai 2013, cenderung meningkat dari 34,2 persen tahun 2007 menjadi 36,3 persen tahun 2013. Sebanyak 64,9 persen laki-laki dan 2,1 persen perempuan masih menghisap rokok pada tahun 2013. Sedangkan rerata jumlah batang rokok yang dihisap adalah sekitar 12,3 batang (Riskesdas, 2013). Perlu kita ketahui, Indonesia juga merupakan negara terbesar keempat tertinggi konsumsi rokok per orang (Tobacco Atlas, 2014). Usia mulai merokok di Indonesia makin muda. Ditemukan 1,4 persen perokok umur 10-14 tahun (Riskesdas, 2013). Tingginya jumlah perokok di Indonesia salah satu penyebabnya adalah harga rokok yang masih sangat terjangkau oleh  masyarakat miskin dan anak-anak.

"Tren kenaikan cukai di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia hanya mengenakan cukai 57 persen sementara negara lainnya misalnya Bangladesh (77 persen), Sri Lanka (63 persen), dan Thailand (73 persen). Data ini mengacu WHO Report on the Global Tobacco Epidemic tahun 2017," ujar Hasbullah.

Meskipun kekuatan industri rokok sangat tinggi, pemerintah harus tetap berperan sebagai regulator. Langkah menaikkan cukai rokok harus dilakukan pemerintah untuk dapat menekan jumlah perokok dan mengurangi dampak bawaan dari konsumsi rokok, misalnya kenaikan penyakit tidak menular yang tinggi dan kemiskinan. Kombinasi penghasilan dari 6 perusahaan besar rokok di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 342 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan 38 persen Gross National Income Indonesia (Tobacco Atlas, 2013). Tidak mengherankan apabila industri rokok memiliki kekuatan yang kuat untuk menekan sebuah negara. 

"Dengan demikian, dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperkuat komitmen pejabat publik dan kesadaran masyarakat bahwa kenaikan cukai dibutuhkan sebagai mekanisme pengendalian dari konsumsi rokok yang tinggi di Indonesia," ujar Hasbullah.

baca juga

Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau, Dr.dr Prijo Sidipratomo, Sp.Rad, menambahkan bahwa selama ini, cukai rokok konsisten naik setiap tahunnya dan penjualan rokok tetap tinggi bahkan melebihi target roadmap perindustrian.

"Jadi, tidak ada hubungan langsung antara kenaikan cukai dengan penjualan rokok. Industri rokok selama ini lebih suka mengimpor tembakau dari luar negeri, dan ini adalah alasan yang sebenarnya mengapa petani tembakau lokal gulung tikar," tutup Prijo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AJI Medan Dorong Jurnalis Peka Soal Isu Dana Pajak Rokok

AJI Medan Dorong Jurnalis Peka Soal Isu Dana Pajak Rokok

Bisnis | Senin, 24 Juli 2017 | 17:47 WIB

APTI: Petani Bisa Sediakan 80 Persen Kebutuhan Tembakau Nasional

APTI: Petani Bisa Sediakan 80 Persen Kebutuhan Tembakau Nasional

Bisnis | Jum'at, 14 Juli 2017 | 21:48 WIB

Pertanian Tembakau Harus Diperkuat Demi Industri Rokok Kretek

Pertanian Tembakau Harus Diperkuat Demi Industri Rokok Kretek

Bisnis | Jum'at, 14 Juli 2017 | 21:44 WIB

Pengamat Unibraw: Rokok Sudah Jadi Industri Besar

Pengamat Unibraw: Rokok Sudah Jadi Industri Besar

Bisnis | Rabu, 12 Juli 2017 | 17:30 WIB

Singgah di Malang, Pansus RUU Pertembakauan Temui Gapero

Singgah di Malang, Pansus RUU Pertembakauan Temui Gapero

Bisnis | Rabu, 12 Juli 2017 | 17:25 WIB

Gapero Tuntut RUU Pertembakauan Harus Mengatur Semua Sektor

Gapero Tuntut RUU Pertembakauan Harus Mengatur Semua Sektor

Bisnis | Rabu, 12 Juli 2017 | 17:19 WIB

Misbakhun: Pertaruangan RUU Pertembakauan Ini Luar Biasa

Misbakhun: Pertaruangan RUU Pertembakauan Ini Luar Biasa

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 13:04 WIB

Tanaman Tembakau Adalah Komoditas Legal

Tanaman Tembakau Adalah Komoditas Legal

Bisnis | Sabtu, 01 Juli 2017 | 14:31 WIB

Antropolog UGM: Tembakau Tanaman Primadona Sejak Zaman Kolonial

Antropolog UGM: Tembakau Tanaman Primadona Sejak Zaman Kolonial

Bisnis | Sabtu, 01 Juli 2017 | 14:23 WIB

Sekjen APTI: Produktivitas Tanaman Tembakau Indonesia Rendah

Sekjen APTI: Produktivitas Tanaman Tembakau Indonesia Rendah

Bisnis | Sabtu, 01 Juli 2017 | 14:18 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB