Array

Perbanyak Investor Ritel, Bank Mandiri Pecah Sahamnya 1:2

Adhitya Himawan Suara.Com
Senin, 21 Agustus 2017 | 18:08 WIB
Perbanyak Investor Ritel, Bank Mandiri Pecah Sahamnya 1:2
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, di Jakarta, Selasa (25/10/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengajukan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:2. Tujuannya untuk memperbanyak investor ritel dan memperdalam transaksi saham setiap harinya.

"Jadi rasio yang dipecah setengahnya. Nanti segera kami harapkan pekan ketiga September 2017 bisa efektif di Bursa Efek Indonesia," kata Direktur Utama Mandiri Kartika Wirjoatmodjo usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Adapun pada penutupan perdagangan Jumat, 18 Agustus 2017, saham Bank Mandiri yang berkode BMRI diperdagangkan pada Rp13.100 per lembar saham.

Tiko, sapaan akrab Kartika, mengatakan pemecahan saham perlu dilakukan untuk meningkatkan kepemilikan investor ritel. Saat ini, kata Tiko, kepemilikan saham di Bank Mandiri yang berasal dari investor luar negeri cukup tinggi. Dengan harga saham yang lebih murah, maka portofolio investor ritel domestik di BMRI akan meningkat.

"Jadi kita harapkan investor ritel diharapkan lebih masuk. Jadi nanti transaksi harian kita lebih banyak juga dari investor ritel domestik," ujar dia.

Dalam RUPSLB hari ini, pemegang saham juga mengangkat Hartadi A Sarwono sebagai Komisaris Utama perseroan, menggantikan Wimboh Santoso yang telah terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022.

"Dengan latar belakang Pak Hartadi yang pernah menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, seorang birokrat senior, diharapkan mampu mendorong kinerja Bank Mandiri," ujar dia.

Pemegang saham Mandiri juga menunjuk R.Widyopramono, seorang mantan jaksa senior, sebagai Komisaris.

Adapun Darmawan Junaidi diangkat menjadi Direktur Treasuri menggantikan Pahala Mansury yang ditunjuk sebagai Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Persero Tbk.

Baca Juga: Layani Iuran BPJS, Bank Mandiri Gandeng Kimia Farma

Hingga Juni 2017, Mandiri mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 11,6 persen atau menjadi Rp682 triliun. Ekspansi tersebut selanjutnya mendorong Bank Mandiri mempertahankan reputasi bank beraset terbesar di Indonesia dengan capaian sebesar Rp1.067,4 triliun pada akhir Juni 2017, naik 33,7 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih Mandiri hingga Juni 2017 sebesar Rp9,5 triliun. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI