Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mendag Klaim Impor 500 Ribu Ton Beras Tak Ganggu Petani

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 18 Januari 2018 | 13:32 WIB
Mendag Klaim Impor 500 Ribu Ton Beras Tak Ganggu Petani
Menko Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta. [Dok Kemenko Perekonomian]

Suara.com - Komisi VI DPR RI hari ini memanggil Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta penjelasan Enggar terkait kebijakan Kementerian Perdagangan yang membuka keran impor beras 500 ribu ton.

Enggar menjelaskan kebijakan impor ini diambil semata-mata untuk menstabilkan harga beras yang dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan.

“Dan ini terbukti mampu menekan harga beras. Namun penurunannya tidak bisa dipaksa terlalu jauh karena harus suplainya juga mencukupi,” kata Enggar di gedung DPR,Senayan, Jakarta Selatan, Kamis. (18/1/2018).

Enggar memastikan kebijakan impor beras yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan tidak akan mengganggu penyerapan beras dalam negeri. Sebab impor beras setinggi-tingginya 500 ribu ton, dan beras paling lambat datang pertengahan Februari.

Selain itu, lanjut Enggar, saat ini Bulog masih terus menyerap seluruh gabah yang ada. Sehingga impor ini tidak akan mengganggu petani di Indonesia.

“Semua akan kami serap, bahkan kami juga memperluas operasi pasar dan Bulog juga sudah menyerap seluruh gabah yang dihasilkan petani lokal. Jadi saya yakin tidak akan menganggu,” katanya.

Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin importasi beras sebanyak 500 ribu ton yang diberikan kepada Perum Bulog, dalam upaya pemerintah untuk menurunkan harga komoditas tersebut yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (16/1/2018) mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan izin importasi tersebut dan berlaku hingga 28 Februari 2018.

"Sudah (dikeluarkan izinnya) sebanyak 500 ribu ton, (berlaku) sampai dengan 28 Februari 2018," kata Oke.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejak Impor Diumumkan, Mendag Klaim Harga Beras Sudah Turun

Sejak Impor Diumumkan, Mendag Klaim Harga Beras Sudah Turun

Bisnis | Kamis, 18 Januari 2018 | 13:02 WIB

Gerindra: Janji Jokowi Tidak Impor Beras Cuma Omong Kosong Saja

Gerindra: Janji Jokowi Tidak Impor Beras Cuma Omong Kosong Saja

Bisnis | Kamis, 18 Januari 2018 | 11:15 WIB

Para Bupati Se-Indonesia Minta Pemerintah Kaji Ulang Impor Beras

Para Bupati Se-Indonesia Minta Pemerintah Kaji Ulang Impor Beras

Bisnis | Kamis, 18 Januari 2018 | 10:05 WIB

Kemendag Telah Terbitkan Izin Impor Beras 500.000 Ton

Kemendag Telah Terbitkan Izin Impor Beras 500.000 Ton

Bisnis | Rabu, 17 Januari 2018 | 09:50 WIB

Politisi PKS Curiga Harga Beras Disengaja Naik Supaya Bisa Impor

Politisi PKS Curiga Harga Beras Disengaja Naik Supaya Bisa Impor

Bisnis | Rabu, 17 Januari 2018 | 09:45 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×