Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

Petani Gorontalo 'Teriak' Pupuk Langka dan Persediaan Terbatas

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 13 Maret 2018 | 10:42 WIB
Petani Gorontalo 'Teriak' Pupuk Langka dan Persediaan Terbatas
Petani menebar pupuk bersubsidi di pematang sawah, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. [Antara/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Petani di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Provinsi Gorontalo mengeluhkan kekurangan pupuk di daerahnya. Di sisi lain mereka didorong untuk meningkatkan produktivitas produksinya.

Petani di sana berharap agar pemerintah meningkatkan bantuan pupuk untuk mendorong peningkatan produktifitas hasil pertanian.

"Kami sangat membutuhkan pupuk, apalagi petani di daerah pedalaman dan perbatasan yang sulit di akses transportasi darat," ujar Syariadi, salah satu petani di Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolinggula, Gorontalo, Selasa (13/3/2018).

Rata-rata petani mengeluhkan bantuan pupuk yang terbatas, bahkan untuk membeli saja sangat sulit. Sementara potensi pertanian khususnya pengembangan produk buah-buahan sangat besar, seperti buah durian.

Kendala pengembangan buah durian adalah minimnya bantuan pupuk, ditambah lagi akses menuju desa terujung di wilayah bagian barat kabupaten itu, harus melalui medan yang cukup sulit.

Makanya petani berharap, pemerintah daerah semakin fokus meningkatkan perhatiannya di wilayah yang kaya akan potensi pertanian dan perkebunan itu.

Ia mengatakan, akibat minim pupuk menyebabkan pohon durian yang dikembangkan tidak berbuah maksimal.

Padahal untuk 100 pohon durian, bisa menghasilkan lebih dari 4 ton buah dalam sekali panen, seharga total Rp60 juta atau dijual di kisaran Rp15 ribu-Rp20 ribu per kilo gram.

Potensi buah durian yang sangat terkenal di wilayah itu ditunjang dengan peningkatan bantuan pertanian khususnya penyaluran pupuk dan tenaga penyuluh pertanian yang akan mendampingi petani dalam meningkatkan hasil pertanian melalui teknologi tepat guna.

baca juga

Jibran, petani di Desa Papualangi pun mengharapkan perhatian yang sama dari pemerintah.

"Kami sangat sering kesulitan mendapatkan stok pupuk, menyebabkan musim tanam dilewati dengan menanam sistem pasrah saja. Artinya tanaman dibiarkan tidak dipupuk dan pastinya hasil yang diperoleh cukup terbatas," ujarnya.

Ia berharap, pemerintah fokus meningkatkan bantuan bagi petani khususnya di wilayah potensial itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mentan: Pupuk Telat 1 Minggu Bisa Timbul Kerugian Rp40 Triliun

Mentan: Pupuk Telat 1 Minggu Bisa Timbul Kerugian Rp40 Triliun

Bisnis | Senin, 12 Maret 2018 | 21:45 WIB

Banyak Petani Sudah Tua, Produktivitas Pertanian Terus Menurun

Banyak Petani Sudah Tua, Produktivitas Pertanian Terus Menurun

Bisnis | Rabu, 07 Maret 2018 | 13:23 WIB

Gempa Bumi 5,5 SR Guncang Gorontalo

Gempa Bumi 5,5 SR Guncang Gorontalo

News | Minggu, 04 Maret 2018 | 10:46 WIB

Pertanian Zaman Now Menurut Menteri Pertanian

Pertanian Zaman Now Menurut Menteri Pertanian

News | Rabu, 28 Februari 2018 | 12:17 WIB

Kota Gorontalo Kini Punya Akses Kesehatan 24 Jam

Kota Gorontalo Kini Punya Akses Kesehatan 24 Jam

News | Minggu, 25 Februari 2018 | 06:00 WIB

Terkini

Kronologi Korwil BGN Kayong Utara Viral Hingga Dimutasi ke Papua

Kronologi Korwil BGN Kayong Utara Viral Hingga Dimutasi ke Papua

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:17 WIB

Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan BRI

Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan BRI

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:16 WIB

Kabel Wesel Dipotong! Vandalisme di Stasiun Tanjung Priok Bikin KRL Terlambat

Kabel Wesel Dipotong! Vandalisme di Stasiun Tanjung Priok Bikin KRL Terlambat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:15 WIB

Daihatsu Boyong Mobil Konsep Masa Depan ke GIIAS 2026

Daihatsu Boyong Mobil Konsep Masa Depan ke GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:15 WIB

BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?

BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:15 WIB

BRIvolution Reignite Perkuat Daya Saing BRI dan Ekonomi Kerakyatan

BRIvolution Reignite Perkuat Daya Saing BRI dan Ekonomi Kerakyatan

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:12 WIB

Lebih dari 200 Penari dari Berbagai Daerah Ramaikan Lomba Tari Kreasi 2026 di Saloka Theme Park

Lebih dari 200 Penari dari Berbagai Daerah Ramaikan Lomba Tari Kreasi 2026 di Saloka Theme Park

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:07 WIB

Remehkan Timnas Indonesia, Pemain Thailand: Kami Paling Layak Juara Piala AFF 2026!

Remehkan Timnas Indonesia, Pemain Thailand: Kami Paling Layak Juara Piala AFF 2026!

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:06 WIB

GoTo Cetak Laba Beruntun Q2-2026, Fintech Resmi Jadi Mesin Uang Baru

GoTo Cetak Laba Beruntun Q2-2026, Fintech Resmi Jadi Mesin Uang Baru

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:04 WIB

KPK Sita Mobil Pajero Sport yang Dipakai Istri Kedua Suhardiman Amby

KPK Sita Mobil Pajero Sport yang Dipakai Istri Kedua Suhardiman Amby

Riau | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02 WIB

×