Ekspor Minyak Sawit RI ke Bangladesh Naik 222 Persen

Iwan Supriyatna

Kamis, 31 Mei 2018 | 12:29 WIB
Ekspor Minyak Sawit RI ke Bangladesh Naik 222 Persen
Petani sawit sedang memanen buah kelapa sawit. [dipenda.pekanbaru.go.id]

Suara.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat ekspor minyak kelapa sawit ke Bangladesh pada April 2018 mengalami kenaikan signifikan sebesar 222 persen di banding Maret 2018.

Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono menyebutkan, Bangladesh membukukan kenaikan impornya dari 64,57 ribu ton pada Maret 2018 menjadi 208,10 ribu ton pada April 2018.

"Impor Bangladesh juga bisa dipengaruhi oleh keberhasilan dari misi dagang Kementerian Perdagangan RI bersama Asosiasi Sawit pada Maret 2018," kata Joko.

Selain itu, ia juga memaparkan kenaikan impor oleh Bangladesh ini memanfaatkan kebijakan tarif impor tinggi yang diberlakukan oleh India, sehingga industri-industri olahan di Bangladesh mendapatkan keuntungan besar.

Kinerja pada April 2018 merupakan rekor pertama Bangladesh dengan impor minyak sawit di atas 200 ribu ton.

Secara yoy pada periode Januari-April 2018, Bangladesh menorehkan kenaikan impor yang cukup signifikan yaitu sebesar 66 persen atau dari 358,87 ribu ton periode Januari-April 2018 terkerek menjadi 595,09 ribu ton periode yang sama di 2018.

Joko menambahkan, meski ekspor minyak kelapa sawit dan produk turunannya menurun pada negara-negara tujuan utama, yakni Cina, India, Uni Eropa dan Amerika Serikat, kenaikan ekspor justru terjadi di negara Timur Tengah.

Selain Bangladesh, ekspor meningkat di negara-negara Timur Tengah dan Pakistan. Negara-negara di Timur Tengah mengalami kenaikan ekspor sebesar 39 persen, dari 146,84 ribu ton pada Maret 2018 naik menjadi 204,21 ribu ton pada April 2018.

Sementara itu, Pakistan membukukan kenaikan impor sebesar 0,23 persen atau dari 162,93 ribu ton pada Maret 2018 naik menjadi 163,30 ribu ton pada April 2018.

Menurut Joko, ada fenomena yang tidak lazim karena biasanya menjelang Ramadan, permintaan minyak sawit oleh India meningkat, tetapi tidak di kuartal pertama tahun 2018 ini.

"Mungkin akibat pemberlakukan tarif impor tinggi oleh India. Ekspor minyak sawit Indonesia ke India tergerus sejak Maret 2018," kata dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cina Siap Impor 2 Juta Ton Minyak Sawit dari Indonesia

Cina Siap Impor 2 Juta Ton Minyak Sawit dari Indonesia

Bisnis | Senin, 07 Mei 2018 | 22:39 WIB

Darmin Beberkan Tiga Faktor Utama Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Darmin Beberkan Tiga Faktor Utama Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 Maret 2018 | 15:58 WIB

Pesawat Bangladesh Terbakar di Nepal, 49 Penumpang Tewas

Pesawat Bangladesh Terbakar di Nepal, 49 Penumpang Tewas

News | Selasa, 13 Maret 2018 | 09:50 WIB

Terkini

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

News | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Foto | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:57 WIB

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:55 WIB

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

News | Senin, 14 September 2026 | 09:53 WIB

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:51 WIB

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:50 WIB

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 09:43 WIB

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:40 WIB

×