Globalisasi, Antara Ancaman dan Kesempatan

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 10 Juli 2018 | 13:12 WIB
Globalisasi, Antara Ancaman dan Kesempatan
Mardiasmo (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, proses globalisasi telah menciptakan suatu sistem yang sangat kompleks, dinamis, dan saling terkait.

Ketidakpuasan terhadap globalisasi datang dalam kekuatan besar terutama disebabkan oleh perbedaan pendapatan dan kurangnya tingkat lapangan pekerjaan.

"Kepentingan politik berulang kali mengganggu dan menggunakan ketidakpuasan ini untuk menyangkal manfaat dari globalisasi dan dengan panik mengarah ke kebijakan-kebijakan berbahaya yang berwawasan ke dalam yang dapat menciptakan kerusakan yang lebih besar," kata Mardiasmo, Selasa (10/9/2018).

"Situasi ini dapat menyebabkan perang dagang yang hanya akan menghambat pengembangan pemulihan global," Mardiasmo menambahkan.

Ia menuturkan, Indonesia adalah negara terbuka dan mendukung globalisasi yang akan memberikan keuntungan bersama.

Namun, dalam proses globalisasi, ada kesenjangan kapasitas antara berbagai kelompok. Oleh karena itu, tidak mungkin menerapkan globalisasi murni karena mempertimbangkan mandat konstitusional bagi pemerintah untuk menjaga kesetaraan, integritas dan kedaulatan.

"Tujuan kemitraan adalah mencari solusi win-win. Ini bukan permainan zero-sum. Indonesia percaya bahwa interaksi global mengarah pada saling menguntungkan, perdamaian dan keadilan," kata Mardiasmo.

"Kami menentang tindakan tidak adil yang hanya akan menciptakan kerusakan ekonomi global seperti yang telah ditampilkan oleh beberapa ekonomi besar baru-baru ini," tambahnya.

Ia mengatakan, dunia yang terintegrasi dan keterbukaan telah menciptakan peluang bagi negara melalui perdagangan, spesialisasi, teknologi, dan penyebaran pengetahuan.

Faktor-faktor ini berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas, pertumbuhan, kemakmuran negara dan rakyatnya.

"Data menyatakan bahwa, misalnya, satu dekade sebelum krisis keuangan global ketika integrasi perdagangan meningkat, pertumbuhan volume perdagangan bisa mencapai 6,9 persen dan pertumbuhan PDB global mencapai rata-rata 4,3 persen," ucap Mardiasmo.

"Namun, setelah krisis keuangan global di mana intensitas perdagangan cenderung datar bahkan melambat, pertumbuhan perdagangan global telah menurun lebih dari setengah dan pertumbuhan PDB turun di bawah 3 persen," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Cara Mengembangkan Diri agar Siap Menghadapi Era Globalisasi

6 Cara Mengembangkan Diri agar Siap Menghadapi Era Globalisasi

Lifestyle | Jum'at, 27 April 2018 | 19:15 WIB

Jokowi Cemaskan Gejala Proteksionisme dari Negara Maju

Jokowi Cemaskan Gejala Proteksionisme dari Negara Maju

Bisnis | Selasa, 14 November 2017 | 14:08 WIB

Begini Cara Bikin Generasi Muda Siap Bersaing secara Global

Begini Cara Bikin Generasi Muda Siap Bersaing secara Global

Lifestyle | Rabu, 09 Agustus 2017 | 10:49 WIB

Terkini

TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian

TPA Galuga Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Pengiriman Sampah Bogor Lumpuh Seharian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 05:13 WIB

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

×