Pentingnya Bendung Manganti Kementerian PUPR Mencegah Kekeringan

Iwan Supriyatna, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 28 Juli 2018 | 21:57 WIB
Pentingnya Bendung Manganti Kementerian PUPR Mencegah Kekeringan
Bendung Manganti yang terletak di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.(Suara.co,/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Kebutuhan air yang ada di saluran irigasi Lakbok Selatan, Kabupaten Ciamis, Pangandaran, Jawa Barat, saluran irigasi Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dan saluran irigasi Cihaur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah masih mencukupi, meski saat ini masuk musim kemarau.

Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR)

Sugeng Harianto mengatakan, kebutuhan air di tiga saluran irigasi tersebut tercukupi. Hal tersebut karena adanya keberadaan Bendung Manganti yang terletak di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"(Bendung Manganti) yang teraliri irigasinya sebagian di Jawa Barat sebagian di Jawa Tengah. Jawa Tengah Kabupaten Cilacap, Jawa Barat Pangandaran dan sebagian kecil di Ciamis. Bendungan ini pemanfaatannya untuk irigasi kemudian juga untuk sarana air baku untuk wilayah Sidareja, Cilacap dan sekitarnya," ujar Sugeng di Bendung Manganti, Jawa Tengah, Sabtu (28/7/2018).

Sugeng menegaskan, tidak ada kekeringan di wilayah Cilacap dan sekitarnya. Hal ini menyusul para petani yang menanam palawija, bukanlah menanam padi di saat musim kemarau.

Menurut Sugeng, alasan petani menanam palawija seperti kacang hijau dan kedelai lantaran sudah memasuki musim tanam (MT3).

"Tidak ada kekeringan di Jawa Tengah. Memang sengaja tanamnya bukan padi tapi palawija, jadi tidak membutuhkan air yang banyak," kata dia.

Di kesempatan yang sama Wasimun, salah satu petani di Kecamatan Kedungreja mengaku senang adanya Bendung Manganti.

Menurutnya, dengan keberadaan Bendung Manganti dapat meningkatkan produksi pertanian.

"Dengan adanya irigasi ini sangat membantu untuk peningkatan produksi. Jadi untuk Kecamatan Kedungreja dengan adanya Bendung Manganti secara surplus bahkan bisa menopang untuk Jawa Tengah, untuk ketahanan pangan," kata Wasimun.

Tak hanya itu, Wasimun juga menegaskan tidak ada kekeringan di wilayah Cilacap dan sekitarnya meski musim kemarau.

"Nggak ada kekeringan justru untuk panen tahun ini sangat bagus sangat meningkat produksinya," ucapnya.

Hal yang sama dikatakan Kasmono, Petani dari Desa Bantarsari. Kata dia, dengan adanya Bendung Manganti dapat meningkatkan produksi panen.

"Alhamdulillah setelah ada Bendung Manganti bisa panen tiga kali istilahnya padi, padi, palawija. Sekarang musim MT3 palawija yaitu tanam kedelai," tutur Kasmono.

Untuk diketahui Bendung Manganti merupakan bendung gerak yang dilengkapi dengan pintu angkat kerangka baja dengan sistem penggerak elektrik dan manual.

Bendung Manganti merupakan salah satu ikon Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, yang keberadaan serta manfaatnya sangat banyak dirasakan oleh masyarakat Jawa Barat dan Jawa Tengah, terutama bagi para petani.

Bendung Manganti dibangun mulai tahun 1971 sampai dengan 1987. Bendungan ini mampu mendistribusikan air ketiga saluran irigasi yakni Saluran irigasi Sidareja, Kabupaten Cilacap (9.614 hektar), Saluran Irigasi Cihaur, Kabupaten Cilacap (11.923 hektar) dan Saluran Irigasi Lakbok Selatan, Ciamis Pangandaran (4.616).

Selain bermanfaat sebagai sarana pengendali banjir dan mengairi saluran irigasi di Lakbok Selatan, saluran irigasi Sidareja dan Cihaur, Bendung Manganti juga sebagai sarana air baku untuk wilayah kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.

Kemudian juga sebagai sarana pengambilan air minum PDAM (60it/det) untuk wilayah Jawa Barat, berlokasi di Desa Sidarahayu Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis dan untuk wilayah Jawa Tengah berlokasi di Desa Bojongsari Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap.

Selanjutnya, meningkatkan intensitas pola tanam dan produksi pangan, meningkatkan taraf hidup masyarakat di lingkungan bendung dan menunjang pengembangan antara daerah tingkat I Provinsi Jawa Barat daerah tingkat I Provinsi Jawa Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cetak Pekerja dari Napi, Menteri PUPR dan Menkumham Bikin MoU

Cetak Pekerja dari Napi, Menteri PUPR dan Menkumham Bikin MoU

News | Sabtu, 28 Juli 2018 | 16:09 WIB

Dua Menteri Berpenampilan Keren Datang ke Lapas Nusakambangan

Dua Menteri Berpenampilan Keren Datang ke Lapas Nusakambangan

News | Jum'at, 27 Juli 2018 | 12:58 WIB

Wujudkan Zero Accident Kementerian PUPR Sertifikasi Ahli K3

Wujudkan Zero Accident Kementerian PUPR Sertifikasi Ahli K3

Bisnis | Rabu, 25 Juli 2018 | 17:09 WIB

Terkini

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

×