Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bendung Manganti Suplai Irigasi Cilacap dan Ciamis Saat Kemarau

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 31 Juli 2018 | 20:25 WIB
Bendung Manganti Suplai Irigasi Cilacap dan Ciamis Saat Kemarau
Bendung Manganti. (Dok PUPR)

Suara.com - Meski musim kemarau, kebutuhan air di Daerah Irigasi (DI) Lakbok bagian Selatan seluas 4.616 hektar di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat dan DI Sidareja (9.635 hektar) dan Cihaur (11.902 hektar) di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, masih tercukupi. Para petani saat ini memasuki musim tanam ke-3 dengan jenis tanaman palawija berkat ketersediaan pasokan air irigasi dari Bendung Manganti yang dibangun tahun 1987.

“Bendung Manganti yang berada dibawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Citanduy, merupakan bendung gerak yang dilengkapi pintu yang dioperasikan dengan sistem penggerak elektrik dan manual,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Meski sudah lama beroperasi, pemeliharaan Bendung Manganti dilakukan secara rutin untuk menjaga kelestarian dan kelancaran operasional bangunan yang sangat dibutuhkan petani di wilayah Sidareja-Cihaur, Kabupaten Cilacap dan Lakbok Selatan, dan Kabupaten Ciamis.

“Selain irigasi, Bendung Manganti juga difungsikan sebagai sarana pengendali banjir, dan pemenuhan kebutuhan air baku wilayah Kecamatan Sidareja, Cilacap, dan dua Kecamatandi Kabupaten Ciamis yakni Purwadadi dan Lakbok,” kata Kepala BWS Citanduy Danang Baskoro, Kamis (27/7/2018).

Untuk mendukung produktivitas pertanian di Provinsi Jawa Barat, sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Kementerian PUPR saat ini tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Leuwikeris. Bendungan ini merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

“Sungai Citanduy belum memiliki bendungan. Apabila bendungannya sudah rampung, maka kontinuitas suplai air ke sawah terjaga. Selama ini lahan pertanian kerap mengalami banjir saat musim hujan dan kekurangan air pada musim kemarau," kata Menteri Basuki.

Bendungan Leuwikeris akan mengairi jaringan irigasi seluas 6.600 hektar DI Lakbok Utara dan DI Lakbok Selatan seluas 4.616 hektar. Manfaat lainnya adalah mensuplai air baku sebesar 850 m3/detik, pengendalian banjir dan potensi listrik sebesar 2x10 MW.

Menteri Basuki menyatakan kapasitas tampung Bendungan Leuwikeris cukup besar yakni 81,44 juta m3, atau enam kali lebih besar dari Bendungan Raknamo di Provinsi NTT sebesar 14 juta m3.

Progres fisiknya hingga 27 Juli 2018 sudah mencapai 31% dan untuk pembebasan tanah sebesar 60%. Kontrak kerja pembangunannya terbagi menjadi tiga paket dengan nilai total Rp 1,9 triliun.

Paket pertama dikerjakan oleh PT. Pembangunan Perumahan-PT. Bahagia Bangun Nusa KSO untuk konstruksi tubuh bendungan (main dam) dan fasilitas umum senilai Rp 867 miliar, Paket kedua oleh PT. Waskita Karya – PT. Adhi Karya KSO untuk pembangunan pelimpah (spillway) senilai Rp 642,33 miliar.

Paket lainnya dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero) untuk pekerjaan terowongan pengelak (tunnel divertion) dan pembangunan jalan akses senilai Rp 385,46 Miliar dan konsultan pengawasan oleh PT. Virama Karya dan PT. Catur Bina Guna Persada KSO sebesar Rp 47,34 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dukung Bali Bersih, PUPR Buka Pusat Pendidikan Pengolahan Sampah

Dukung Bali Bersih, PUPR Buka Pusat Pendidikan Pengolahan Sampah

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 20:19 WIB

PUPR Bangun 2 Rusun di Pesantren Modern Internasional Dea Malela

PUPR Bangun 2 Rusun di Pesantren Modern Internasional Dea Malela

Bisnis | Selasa, 31 Juli 2018 | 12:09 WIB

Kementerian PUPR Bangun 5 Bendungan Baru di NTB

Kementerian PUPR Bangun 5 Bendungan Baru di NTB

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 12:05 WIB

Presiden Jokowi Ngobrol dengan Petani Sumbawa di Sawah

Presiden Jokowi Ngobrol dengan Petani Sumbawa di Sawah

Bisnis | Selasa, 31 Juli 2018 | 10:23 WIB

Pentingnya Bendung Manganti Kementerian PUPR Mencegah Kekeringan

Pentingnya Bendung Manganti Kementerian PUPR Mencegah Kekeringan

Bisnis | Sabtu, 28 Juli 2018 | 21:57 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB