Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Senin, 10 Agustus 2026 | 09:27 WIB
Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810
Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah dibuka menguat ke level Rp17.810 per dolar AS pada Senin, 10 Agustus 2026.
  • Data pekerjaan AS yang lemah menjadi faktor pendorong penguatan rupiah hingga menjadi yang terkuat di Asia.
  • Penguatan rupiah diprediksi terbatas akibat ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz yang masih menekan pasar keuangan.

Suara.com - Mata uang Garuda terus menguat pada dolar Amerika Serikat di pasar keuangan pagi ini. Rupiah menjadi mata uang paling kuat di Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Senin 10 Agustus 2026 dibuka ke level Rp17.810 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 87 poin atau 0,49 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.896 dolar AS.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah menguat didukung dari sentimen global. Salah satunya, data Non-Farm Payrolls (NFP).

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP pada hari Jumat yang jauh lebih lemah dari harapan memicu menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed," katanya saat dihubungi Suara.com.

Namun, penguatan rupiah akan bersifat terbatas. Sebab, ketidakpastian pembukaan selat Hormuz membuat rupiah masih akan tertekan.

"Ketidakpastian pembukaan kembali selat Hormuz bisa menahan penguatan. Range Rp17.800-17.950," ujarnya.

ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)
ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Sementara itu, mata uang di Asia bergerak fluktuatif. Rupiah yang menjadi mata uang terkuat di Asia diikuti oleh peso Filipina dan dolar Taiwan yang naik 0,26 persen. Diikuti oleh baht Thailand yang menanjak menguat 0,17 persen.

Lalu ada ringgit Malaysia yang naik 0,07 persen. Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang paling lemah di Asia dengan anjlok 0,56 persen. Lalu ada yen Jepang lemah 0,32 persen. Diikuti oleh dolar Singapura lemas ke level 0,09 persen.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS, Penguatan Greenback Kembali Tekan Mata Uang RI

Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS, Penguatan Greenback Kembali Tekan Mata Uang RI

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:27 WIB

Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur

Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:37 WIB

IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara

IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:37 WIB

Ditinggal Penjaga Gawang Perry Warjiyo, Rupiah Loyo ke Level Rp18.009

Ditinggal Penjaga Gawang Perry Warjiyo, Rupiah Loyo ke Level Rp18.009

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 15:48 WIB

Rupiah Melemah Dekati Rp18.000, Pengunduran Diri Perry Warjiyo Jadi Sentimen Pasar

Rupiah Melemah Dekati Rp18.000, Pengunduran Diri Perry Warjiyo Jadi Sentimen Pasar

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 09:31 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×