Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Tas Plastik Alternatif dari Indonesia Berjaya di Qatar

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 06 Agustus 2018 | 09:00 WIB
Tas Plastik Alternatif dari Indonesia Berjaya di Qatar
Suasana di sebuah jalan di Doha, Qatar [Shutterstock].

Suara.com - Beberapa waktu lalu, tas plastik alternatif berbahan dasar ubi telah populer di Indonesia. Utamanya sebagai pembungkus lapis kedua pada makanan yang sudah dimasukkan dalam wadah untuk layanan take-away.

Kini, tas plastik alternatif ubi ini menyasar pasar ekspor di salah satu Negara Teluk.  Demikian dilaporkan Antara, bahwa Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya (Pur) Muhammad Basri Sidehabi menyaksikan penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) produk tas plastik alternatif berbahan dasar ubi.

Boy Dharmawan, Minister Counsellor KBRI Doha, Qatar menjelaskan bahwa MoU ini berlaku untuk Sain Bags, yaitu joint venture antara PT Saesha Global Trading (Indonesia) dan Enchanted Garden (Oman), dengan Aal Imran Trading, distributor eksklusif Sain Bags di Qatar. Yaitu pihak yang siap memasarkan tas pengganti plastik  karya anak negeri dengan teknologi Indonesia.

Selain dipasarkan di Qatar, produk tas plastik alternatif ini juga bakal dimasukkan ke negara-negara Teluk lainnya.

"Tas ini, 100 persen produk organik Indonesia dan dibuat dari tanaman singkong. Aman bagi lingkungan, termasuk bila dimakan satwa, serta luruh setelah 180 hari," jelas
Husain Baomar, Chairman Sain Bags.

Sementara Mohammed Maher Dauleh, perwakilan Aal Imran Trading menambahkan bahwa produk ini bakal membantu kondisi lingkungan hidup di Qatar.

"Sudah jutaan tas plastik digunakan di Qatar, salah satu toko swalayan bisa mengonsumsi sekitar lima juta kantong plastik per tahun," imbuh S. Shafiuddin, managing partner Sain Bags.

Di sisi lain, seperti disebutkan oleh Boy Dharmawan, kebutuhan Qatar sebelum terjadi Krisis Teluk, sekitar 90 persen kebutuhan impornya dipasok melalui beberapa tetangga, seperti Saudi Arabia, Persatuan Emirat Arab serta Bahrain.

Dengan terjadinya isolasi, Qatar mencari pemasok baru untuk berbagai produk yang membuka peluang bagi para pelaku usaha Indonesia di negara itu. Termasuk tas plastik alternatif berbahan dasar ubi ini, serta Koperasi Warga Indonesia di Qatar (KWIQ) Supermarket.

baca juga

Swalayan yang diresmikan pertengahan Juni 2017 lalu merupakan bagian dari koperasi milik komunitas diaspora Indonesia, dan Kartini Sarsilaningsih, Ketua Swalayan KWIQ menyatakan pihaknya telah mengisi pasar dengan menjual produk makanan dan minuman, termasuk buah-buahan serta sayuran dari Indonesia yang didistribusikan ke berbagai pasar di Qatar.  Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konsep Digital untuk Pengisian Baterai Listrik Pertamina - BMW

Konsep Digital untuk Pengisian Baterai Listrik Pertamina - BMW

Otomotif | Sabtu, 04 Agustus 2018 | 15:45 WIB

BPJS Terapkan Aturan Baru, Ikatan Dokter Indonesia Menyayangkan

BPJS Terapkan Aturan Baru, Ikatan Dokter Indonesia Menyayangkan

Health | Kamis, 02 Agustus 2018 | 12:45 WIB

Ingin Resepsi Pernikahan Tradisional? Silakan Menuju ke Sini

Ingin Resepsi Pernikahan Tradisional? Silakan Menuju ke Sini

Lifestyle | Rabu, 01 Agustus 2018 | 21:15 WIB

Terkini

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:46 WIB

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:36 WIB

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:14 WIB

Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:00 WIB

Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru

Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:42 WIB

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:27 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB