Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Ternyata, Meninggal di Hong Kong Biayanya Mahal, Kok Bisa?

Dythia Novianty, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 08 Agustus 2018 | 06:06 WIB
Ternyata, Meninggal di Hong Kong Biayanya Mahal, Kok Bisa?
Salah satu sudut kota Hong Kong. (Shutterstock)

Suara.com - Hong Kong merupakan salah satu negara maju yang mempunyai keterbatasan lahan.

Meski luas totalnya hanya sekitar 1.100 kilometer persegi, Hong Kong adalah rumah bagi 7,3 juta jiwa. Keadaan ini membuat kota pusat keuangan di Asia ini menjadi tempat hidup yang paling padat dan mahal di dunia.

Terkenal karena tingginya biaya hidup, Hongkong juga bukan tempat yang murah untuk tinggal dan meninggal di kota ini. Pasalnya, kota yang menyandang predikat kota tak terjangkau di dunia ini kehabisan tempat untuk menyimpan sisa abu kremasi jenazah.

Harga satu unit berkisar dari Rp 4 juta hingga 2 miliar. Hong Kong hingga saat ini tengah mengalami masalah kekurangan ceruk kolumbarium, yaitu tempat untuk menyimpan guci penyimpanan abu jenazah.

Diprediksikan akan ada sekitar 1,1 kali kremasi dalam 20 tahun mendatang. Sementara pemerintah hanya mampu menyediakan 800 ribu hingga 900 ribu tempat penyimpanan guci baru. Namun, ini juga tergantung apakah masyarakat nantinya akan setuju dengan lokasi yang dipilih sebagai tempat kolumbaria.

Ceruk kolumbarium untuk umum dikenakan biaya 330 dollar AS (sekitar Rp 4,7 juta) per unitnya. Namun, dengan angka kematian yang mencapai 43 ribu orang per tahun selama sepuluh tahun terakhir dan hanya tersedia 500 tempat per tahun, para keluarga yang ditinggalkan harus menunggu setidaknya empat tahun untuk mendapatkan satu ceruk.

Banyak yang tidak punya pilihan lain, selain beralih kepada kolumbarium yang dikelola swasta. Namun, kurangnya suplai telah membuat harga kian meningkat.

Harga untuk satu unit kolumbrium pribadi saat ini yaitu sekitar 10 ribu dollar AS (Rp 144 juta). Harga juga tergantung dari lokasi dan perhitungan feng shui (ramalan Cina). Di kolumbaria yang paling mahal, satu unit ceruk bisa dibanderol Rp 2,2 miliar. [CNN]

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Old Town Central, Wajib Dikunjungi Selagi di Hong Kong

Old Town Central, Wajib Dikunjungi Selagi di Hong Kong

Lifestyle | Selasa, 31 Juli 2018 | 20:00 WIB

Deretan Kota di Dunia dengan Harga Sewa Kantor Termahal

Deretan Kota di Dunia dengan Harga Sewa Kantor Termahal

Bisnis | Senin, 23 Juli 2018 | 04:51 WIB

Wah, Harga Produk DFSK  Bakal Naik

Wah, Harga Produk DFSK Bakal Naik

Otomotif | Senin, 16 Juli 2018 | 22:30 WIB

Sambut 17 Agustus, KJRI Gelar Ajang Mencari Bakat

Sambut 17 Agustus, KJRI Gelar Ajang Mencari Bakat

News | Selasa, 03 Juli 2018 | 10:13 WIB

Dituduh Sebar Video Porno, TKI Ditahan Polisi Hong Kong

Dituduh Sebar Video Porno, TKI Ditahan Polisi Hong Kong

News | Rabu, 06 Desember 2017 | 15:24 WIB

Jadi TKI di Macau, Sanjay AFI Akui Dihina dan Dicaci

Jadi TKI di Macau, Sanjay AFI Akui Dihina dan Dicaci

Entertainment | Rabu, 15 November 2017 | 13:47 WIB

Terkini

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

×