Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ternyata, Meninggal di Hong Kong Biayanya Mahal, Kok Bisa?

Dythia Novianty, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 08 Agustus 2018 | 06:06 WIB
Ternyata, Meninggal di Hong Kong Biayanya Mahal, Kok Bisa?
Salah satu sudut kota Hong Kong. (Shutterstock)

Suara.com - Hong Kong merupakan salah satu negara maju yang mempunyai keterbatasan lahan.

Meski luas totalnya hanya sekitar 1.100 kilometer persegi, Hong Kong adalah rumah bagi 7,3 juta jiwa. Keadaan ini membuat kota pusat keuangan di Asia ini menjadi tempat hidup yang paling padat dan mahal di dunia.

Terkenal karena tingginya biaya hidup, Hongkong juga bukan tempat yang murah untuk tinggal dan meninggal di kota ini. Pasalnya, kota yang menyandang predikat kota tak terjangkau di dunia ini kehabisan tempat untuk menyimpan sisa abu kremasi jenazah.

Harga satu unit berkisar dari Rp 4 juta hingga 2 miliar. Hong Kong hingga saat ini tengah mengalami masalah kekurangan ceruk kolumbarium, yaitu tempat untuk menyimpan guci penyimpanan abu jenazah.

Diprediksikan akan ada sekitar 1,1 kali kremasi dalam 20 tahun mendatang. Sementara pemerintah hanya mampu menyediakan 800 ribu hingga 900 ribu tempat penyimpanan guci baru. Namun, ini juga tergantung apakah masyarakat nantinya akan setuju dengan lokasi yang dipilih sebagai tempat kolumbaria.

Ceruk kolumbarium untuk umum dikenakan biaya 330 dollar AS (sekitar Rp 4,7 juta) per unitnya. Namun, dengan angka kematian yang mencapai 43 ribu orang per tahun selama sepuluh tahun terakhir dan hanya tersedia 500 tempat per tahun, para keluarga yang ditinggalkan harus menunggu setidaknya empat tahun untuk mendapatkan satu ceruk.

Banyak yang tidak punya pilihan lain, selain beralih kepada kolumbarium yang dikelola swasta. Namun, kurangnya suplai telah membuat harga kian meningkat.

Harga untuk satu unit kolumbrium pribadi saat ini yaitu sekitar 10 ribu dollar AS (Rp 144 juta). Harga juga tergantung dari lokasi dan perhitungan feng shui (ramalan Cina). Di kolumbaria yang paling mahal, satu unit ceruk bisa dibanderol Rp 2,2 miliar. [CNN]

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Old Town Central, Wajib Dikunjungi Selagi di Hong Kong

Old Town Central, Wajib Dikunjungi Selagi di Hong Kong

Lifestyle | Selasa, 31 Juli 2018 | 20:00 WIB

Deretan Kota di Dunia dengan Harga Sewa Kantor Termahal

Deretan Kota di Dunia dengan Harga Sewa Kantor Termahal

Bisnis | Senin, 23 Juli 2018 | 04:51 WIB

Wah, Harga Produk DFSK  Bakal Naik

Wah, Harga Produk DFSK Bakal Naik

Otomotif | Senin, 16 Juli 2018 | 22:30 WIB

Sambut 17 Agustus, KJRI Gelar Ajang Mencari Bakat

Sambut 17 Agustus, KJRI Gelar Ajang Mencari Bakat

News | Selasa, 03 Juli 2018 | 10:13 WIB

Dituduh Sebar Video Porno, TKI Ditahan Polisi Hong Kong

Dituduh Sebar Video Porno, TKI Ditahan Polisi Hong Kong

News | Rabu, 06 Desember 2017 | 15:24 WIB

Jadi TKI di Macau, Sanjay AFI Akui Dihina dan Dicaci

Jadi TKI di Macau, Sanjay AFI Akui Dihina dan Dicaci

Entertainment | Rabu, 15 November 2017 | 13:47 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB