Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

3 Upaya Pemerintah Kurangi Penggunaan Energi Fosil

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Sabtu, 11 Agustus 2018 | 08:13 WIB
3 Upaya Pemerintah Kurangi Penggunaan Energi Fosil
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Jakarta, Kamis (9/11/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Mengantisipasi menurunnya produksi energi fosil seiring keterbatasan teknologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak tinggal diam untuk melakukan berbagai langkah terobosan, yaitu memaksimalkan pemanfaatan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai sumber energi primer.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar membeberkan beberapa langkah taktis agar menjaga ketahanan dan kemandirian energi.

Pertama, perluasaan penggunaan bauran minyak sawit dalam solar sebesar 20 persen atau B20. Penggunaan ini akan ditujukan kepada seluruh kendaraan bermesin diesel.

"Salah satu comparative advantage yang kita punya adalah Crude Palm Oil (CPO), untuk itu Bapak Presiden sudah memerintahkan bahwa biosolar itu kandungan minyak kelapa sawit akan 20 persen. Sekarang ini sedang godok peraturannya,” kata Arcandra di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Saat ini, konsumsi Biosolar 20 hanya diwajibkan kepada kendaraan bersubsidi atau public service obligation (PSO) seperti kereta api. Perluasan B20 mempertimbangkan kecukupan bahan baku CPO yang ada di Indonesia.

Kedua, gerakan sejuta atap. Arcandra mengungkapkan, Pemerintah sedang merancang aturan menteri mengenai penggunaan solar PV rooftop atau yang lebih dikenal dengan energi surya baik di rumah maupun gedung bertingkat.

"Pak Menteri sangat giat-giatnya mendorong rumah untuk memasang solar PV pada Rooftop. Kebetulan di kalangan ESDM sudah dipasang, seperti di rumah pak menteri sudah dan saya sudah dipasang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Arcandra optimis jika nantinya harga solar PV akan lebih kompetitif ke depannya dan dapat bersaing dengan energi fosil.

"Ini salah satu cara untuk menaikkan 23 persen pada tahun 2025," jelasnya.

Ketiga, pengembangan mobil listrik. Kehadiran mobil listrik akan mengurangi emisi gas buang, serta membuat udara lebih bersih.

"Untuk mengubah dari foreign energy import menjadi domestic energy supply, kita harus mendorong transportasi kita menjadi listrik," jelas Arcandra.

Arcandra optimis apabila pengembangan ini berhasil, Indonesia bisa memproduksi energi sendiri tanpa bergantung banyak dengan negara lain sehingga kemandirian energi bisa terwujud.

"Itu menjadi cita-cita kita," harapnya.

Langkah-langkah di atas ditempuh Pemerintah mengingat kemampuan teknologi hingga saat ini belum sanggup memproduksi energi fosil hingga 100 persen.

"Energi fosil suatu saat itu bukan habis, tapi kita tidak bisa memproduksikannya lagi. Ternyata belum ada teknologi yang mampu mengambil 100 persen itu, minyak misalnya maksimal 40 persen," papar Arcandra.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah mengatisipasinya dengan pengembangan EBT.

"Kita punya pilihan lain, yaitu Energi Baru Terbarukan. Berarti kedepannya kita harus fokus dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan. Strategi ini semoga berhasil," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

32.000 Keluarga di Jakarta Belum Menikmati Listrik

32.000 Keluarga di Jakarta Belum Menikmati Listrik

Bisnis | Selasa, 07 Agustus 2018 | 20:51 WIB

BBM Satu Harga Kini Jangkau 68 Titik, Ini Dia Tempatnya

BBM Satu Harga Kini Jangkau 68 Titik, Ini Dia Tempatnya

Bisnis | Kamis, 02 Agustus 2018 | 20:09 WIB

Divestasi PT Freeport Indonesia, HoA Bagian Terberat

Divestasi PT Freeport Indonesia, HoA Bagian Terberat

Bisnis | Selasa, 24 Juli 2018 | 05:24 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB