Ketemu Rizal Ramli, Prabowo Khawatir Masa Depan Ekonomi Indonesia

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 05 Oktober 2018 | 23:31 WIB
Ketemu Rizal Ramli, Prabowo Khawatir Masa Depan Ekonomi Indonesia
Calon Presiden Prabowo Subianto kumpulkan pakar ekonomi untuk membahas perihal kondisi ekonomi Indonesia saat ini. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Calon Presiden Prabowo Subianto kumpulkan pakar ekonomi untuk membahas perihal kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Pasalnya, Prabowo mengkhawatirkan masa depan ekonomi Indonesia yang dinilai dalam posisi rawan.

Prabowo menjelaskan bahwa kondisi perkembangan ekonomi Indonesian saat ini tidak terlihat menggembirakan. Hal yang paling Prabowo soroti ialah Indonesia masuk ke dalam daftar lima negara yang rawan dalam prospek ekonominya di masa depan.

"Lembaga internasional, (Indonesia) termasuk digolongkan di antara lima negara emergence market (negara berkembang) yang rawan prospek ekonominya dalam waktu mendatang, bulan dan tahun mendatang," kata Prabowo di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).

Dalam pertemuan itu, Prabowo melakukan diskusi bersama Rizal Ramli, Burhanudin Abdullah, Drajad Wibowo, perwakilan PKS, Guru Besar UI Professor Sri Edi Swasono, Fuad Bawazier dan pakar ekonomi lainnya.

Prabowo mengungkapkan hasil dari pertemuan itu membentuk sebuah keoptimisan dalam memandang perubahan ekonomi ke depan. Pasalnya, para pakar ekonomi itu mengajukan beberapa usul yang bisa digunakan oleh pemerintah, salah satunya untuk membatasi impor.

Anggota Tim Ekonomi Prabowo-Sandiaga, Rizal Ramli mengusulkan pemerintahan Joko Widodo untuk mengurangi defisit current account dan impor. Rizal Ramli menyarakan pemerintah untuk tidak fokus dengan impor-impor yang dinilai barang kecil, seperti kosmetik.

"Caranya jangan fokus dengan yang kecil-kecil sing printil, yang 1147 komoditi, cuma bedak, lipstik, tasbih yang total impornya hanya 5 miliar dolar AS satu tahun. Kalau pajaknya dikenakan naikkan 2,5 sampai 7,5 persen, dampaknya hanya akan berkurang impor kita paling 500 juta dolar," ujarnya.

Yang harusnya disoroti pemerintah ialah impor dalam bentuk besar, salah satunya ialah impor baja dari Cina. Rizal Ramli sangat memahami apabila pemerintahan Jokowi dikabarkan memiliki hubungan dekat dengan Cina.

"Kami minta pemerintah pemerintah laksanakan memberikan tarif antidumpling sebesar 25 persen terhadap produk baja dan turunannya. Otomatis baja impor akan turun, impor kita akan turun 5 miliar dolar AS," tutur Rizal Ramli.

baca juga

Rizal Ramli yakin Jokowi bisa melobi kepada Cina untuk mulai mengurangi impor baja ke Indonesia.

"Bilang, 'pak jangan terlalu banyak impor. Kasih kita waktu dua tahun karena kalau kita crisis, Cina juga kena. Tolong kita kurangi impor dari Cina dan sebagainya," tutup Rizal Ramli.

Dengan banyaknya usulan yang diajukan para pakar ekonomi, Prabowo pun memastikan bahwa timnya akan serius mencermati perkembangan situasi ekonomi saat ini.

"Kami memandang sangat serius perkembangan situasi skrg. Dan kita akan menyusun langkah tepat atas situasi ekonomi ini," pungkas Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ratna Sarumpaet Resmi Ditahan Polisi 20 Hari ke Depan

Ratna Sarumpaet Resmi Ditahan Polisi 20 Hari ke Depan

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 22:35 WIB

Berkat Hoaks, Jubir BPN Sebut Elektabilitas Prabowo Bakal Naik

Berkat Hoaks, Jubir BPN Sebut Elektabilitas Prabowo Bakal Naik

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 21:11 WIB

Kasus Ratna Sarumpaet, Jubir BPN Prabowo : Kami Menjadi Korban

Kasus Ratna Sarumpaet, Jubir BPN Prabowo : Kami Menjadi Korban

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 20:47 WIB

Sandiaga Tunjuk Pengolah Sampah untuk Gantikan Ratna Sarumpaet

Sandiaga Tunjuk Pengolah Sampah untuk Gantikan Ratna Sarumpaet

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 20:06 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×