Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Indonesia dan Tanzania Manfaatkan Teknologi Nuklir, Ini Tujuannya

Iwan Supriyatna | Suara.com

Minggu, 07 Oktober 2018 | 16:06 WIB
Indonesia dan Tanzania Manfaatkan Teknologi Nuklir, Ini Tujuannya
Pembangkit listrik tenaga nuklir [Shutterstock]

Suara.com - Pemerintah Indonesia mendorong kerja sama pemanfaatan teknologi nuklir dengan Tanzania, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari KBRI Dar Es Salam yang diterima di Jakarta, Minggu (7/10/208).

Pemerintah Indonesia terus mengupayakan peningkatan hubungan ekonomi dengan Tanzania di berbagai bidang, salah satunya melalui kerja sama pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangunan ekonomi.

Inisiasi kerja sama pemanfaatan teknologi nuklir itu disampaikan oleh Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede saat berkunjung ke Provinsi Arusha.

"Indonesia dan Tanzania melalui kerja sama yang aktif dapat saling mendukung pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangunan ekonomi," ujar Dubes Ratlan dalam sambutannya di kantor Komisi Tenaga Atom Tanzania (TAEC).

Dalam kunjungan ke Arusha, Dubes Ratlan juga bertemu dengan Direktur Jenderal TAEC, Lazaro S.P. Busagala. Dalam pertemuan itu, Dubes Ratlan diajak mengunjungi fasilitas laboratorium yang dimiliki institusi tenaga atom Tanzania.

"Kerja sama dengan Indonesia di bidang pemanfaatan teknologi nuklir antar lembaga kedua negara akan menjadi salah satu prioritas TAEC," ujar Busagala.

Busagala mengatakan bahwa Tanzania dapat belajar dari Indonesia dalam mengembangkan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangunan ekonomi.

Selain melakukan pertemuan dengan pihak TAEC, Dubes Ratlan juga bertemu dengan para pejabat Provinsi Arusha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Arusha, serta Komisi Pertambangan Provinsi Arusha.

Dari pertemuan dengan pihak Kadin Arusha, Dubes RI mengetahui adanya potensi ekspor produk kelapa sawit dan pupuk organik di Arusha.

Selain memiliki lahan pertanian yang subur, Provinsi Arusha juga merupakan daerah penghasil mineral berharga, seperti emas dan tanzanite.

Potensi ekonomi yang dimiliki Arusha dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendorong peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Tanzania.

Beberapa peluang investasi di Arusha, antara lain pada sektor pertambangan emas, pertanian, pariwisata dan pembangunan infrastruktur.

Tanzania merupakan salah satu mitra Indonesia di kawasan Afrika Timur dan pasar non tradisional produk Indonesia yang belum terjamah secara optimal. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjelasan KBRI Soal Kondisi Habib Rizieq di Arab Saudi

Penjelasan KBRI Soal Kondisi Habib Rizieq di Arab Saudi

News | Jum'at, 28 September 2018 | 11:38 WIB

Festival Colourful Indonesia : Ajang Promosi Nusantara di Paris

Festival Colourful Indonesia : Ajang Promosi Nusantara di Paris

Lifestyle | Rabu, 19 September 2018 | 08:00 WIB

Malaysia Kasih Akses KBRI Periksa 3 WNI Terduga Teroris

Malaysia Kasih Akses KBRI Periksa 3 WNI Terduga Teroris

News | Jum'at, 20 Juli 2018 | 12:59 WIB

Terkini

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:38 WIB