BI: Wisata Halal Menguatkan Ekonomi Indonesia

Fabiola Febrinastri

Rabu, 17 Oktober 2018 | 12:00 WIB
BI: Wisata Halal Menguatkan Ekonomi Indonesia
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menilai, peran wisata halal di Indonesia cukup strategis. Wisata halal mendukung pengembangan ekonomi Indonesia, khususnya ekonomi syariah.

BI pun menilai, peningkatan sektor pariwisata menjadi kunci penguatan ekonomi Indonesia.

Penilaian tersebut disampaikan Executive Director Bank Indonesia, Wiwiek Sisto Widayat. Ia menyampaikan itu dalam konferensi internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (15/10/2018).

Pertemuan ini dihadiri delegasi Annual Meeting IMF-World Bank Group, yang berasal dari berbagai negara. Tema yang diangkat dalam konferensi adalah "Strengthening Islamic Economy Through Halal Tourism: Challenges, Opportunities and Prospects".

Panel diskusi berisi pembicara-pembicara ahli di bidang ekonomi syariah, diantaranya, Direktur Jenderal Islamic Research and Training Institute (IRTI), Islamic Development Bank (IDB), Prof. Dr. Humayon Dar dari Saudi Arabia dan CEO GMTI Mastercard Crescent Rating, Singapura, Fazal Bahardeen.

Wiwiek menyatakan, ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu tema yang didorong Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, sebab pariwisata halal sangat berpotensi untuk dikembangkan.

"Hal ini mengingat banyaknya jumlah umat Muslim di dunia. Di sisi lain, wisata halal juga menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi budaya, demografi, tujuan maupun alokasi biaya yang dikeluarkan untuk berwisata," terang Wiwiek.

Menurutnya, wisata halal tidak dapat berdiri sendiri, tapi juga menjadi bagian dari keseluruhan industri halal yang juga mencakup sektor finansial dan pembiayaan. Untuk itu, dari sisi Indonesia, sangat disadari pentingnya kerja sama dengan berbagai negara, pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan wisata halal.

"Kerja sama juga perlu dilakukan dengan pemangku kepentingan di daerah-daerah wisata halal. Untuk itu diperlukan pemahaman lebih dalam dari berbagai pihak dalam pengembangannya," jelasnya.

baca juga

Wiwiek menyebut, banyak daerah di Indonesia yang berpotensi dikembangkan sebagai tujuan wisata halal. Salah satunya NTB.

"Pemerintah daerah NTB berhasil menunjukkan potensinya di bidang pariwisata. Di sana ada resor, makanan tradisional, tempat-tempat bersejarah Islam dan tentu saja indah pantai. Wisatawan juga bisa datang ke sini dengan kapal pesiar dan menikmati keindahan selat lombok di sore hari," tutur Wiwiek.

Mayoritas wisatawan yang datang ke NTB berasal dari Australia, Malaysia, Singapura dan dari beberapa wilayah di Indonesia. Lombok telah dicanangkan sebagai The Best Destination for Halal Tourism Resort di dunia dari CNBC Indonesia pada 2017, dan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2018.

Selain itu, Lombok juga berhasil mendapatkan penghargaan The World Halal Tourism dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2015 dan 2016 di Dubai, sekaligus sebagai The World Best Halal Honeymoon Destination.

"Alhamdulillah, sudah kita lihat beberapa perbaikan di sini setelah gempa bumi. Membangun kembali rumah, publik infrastruktur (sekolah, masjid, dan lainnya) dan fasilitasnya diproses oleh lokal pemerintah, lembaga sosial, dan organisasi publik. Bahkan internasional di bawah organisasi multinasional dan negara negara tetangga pun turut membantu," paparnya.

Wiwiek menjelaskan, ekonomi Islam Indonesia sangat prospektif, seperti makanan halal, busana Islami, pariwisata halal, kosmetika halal dan halal obat-obatan.

"Termasuk rendang yang dinobatkan jadi makanan paling lezat berdasarkan 50 dunia makanan terbaik (CNN Travel). Mode Islam juga semakin populer di kalangan generasi milenial, dan gaya hidup halal menjadi semboyan Muslim di Indonesia saat ini," terangnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, menegaskan, jika wisata halal juga mendapat perhatian serius Kemenpar.

“Dengan mayoritas warga adalah Muslim, wisata halal jelas mendapat porsi lebih. Apalagi Indonesia memiliki banyak destinasi halal. Salah satunya Lombok, yang keindahannya sudah diakui dunia. Untuk itu, Kemenpar terus mendorong percepatan perbaikan sarana wisata di sana,” katanya.

Menurutnya, Kemenpar juga sudah menegaskan ke dunia internasional, jika pariwisata NTB sudah pulih. Kemenpar tetap mengangkat kembali destinasi wisata NTB pascagempa Lombok.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan, pada 2019, wisata halal Indonesia ingin jadi yang terbaik.

"Pada September 2018,  Indonesia  meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Ekosistem wisata halal Indonesia untuk bisa menyesuaikan standar yang direkognisi global," katanya.

Dalam IMTI, indikator yang digunakan merupakan campuran Global Muslim Travel Index (GMTI), Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI), yang diterbitkan World Economic Forum (WEF) dan The Halal Travel Indicator (HTI), yang menjadi bagian dalam State of the Global Islamic Economy Report inisiasi Thomson Reuters bersama DinarStandard.

"Kita mempelajari empat indikator dalam GMTI, juga 14 pilar TTCI. Kalau mereka berubah, Indonesia ikut. Ini tidak sempurna, tapi kita ikuti karena ini direkognisi dunia," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Aliansi Ekonom Soroti Kebijakan Pemerintah: Seperti Nobita, Ingin Serba Cepat

Aliansi Ekonom Soroti Kebijakan Pemerintah: Seperti Nobita, Ingin Serba Cepat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:47 WIB

Indonesia Dinilai Salah Arah, Data Statistik Dibuat Terlalu Indah dan Tak Sesuai Realita

Indonesia Dinilai Salah Arah, Data Statistik Dibuat Terlalu Indah dan Tak Sesuai Realita

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:25 WIB

BI dan Hong Kong Sepakati Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR

BI dan Hong Kong Sepakati Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:59 WIB

FEKDI x IFSE 2026 Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

FEKDI x IFSE 2026 Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:57 WIB

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:21 WIB

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:49 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Duet Destry-Suahasil Belum Ampuh, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000

Duet Destry-Suahasil Belum Ampuh, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 13:05 WIB

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diproyeksi Tembus Rp111 Triliun pada 2026

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diproyeksi Tembus Rp111 Triliun pada 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:37 WIB

Terkini

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 15:32 WIB

Ole Romeny Cetak 5 Gol dalam 5 Laga Timnas Indonesia, Ini Rahasianya

Ole Romeny Cetak 5 Gol dalam 5 Laga Timnas Indonesia, Ini Rahasianya

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 15:31 WIB

5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!

5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:30 WIB

Menang atas Singapura, Timnas Indonesia Tetap Dikritik Pengamat: Miskin Kreativitas!

Menang atas Singapura, Timnas Indonesia Tetap Dikritik Pengamat: Miskin Kreativitas!

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 15:25 WIB

Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta

Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta

Jawa Tengah | Sabtu, 26 September 2026 | 15:22 WIB

Sejumlah Sekolah di Pekanbaru Masih Tahan Ijazah Siswanya

Sejumlah Sekolah di Pekanbaru Masih Tahan Ijazah Siswanya

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 15:18 WIB

Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas

Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 15:11 WIB

Big Mouth: Drakor tentang Penjara yang Mirip Berita di Indonesia

Big Mouth: Drakor tentang Penjara yang Mirip Berita di Indonesia

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:10 WIB

Buntut Skandal Sel Mewah, Kalapas hingga Kaur Umum Lapas Cibinong Dinonaktifkan!

Buntut Skandal Sel Mewah, Kalapas hingga Kaur Umum Lapas Cibinong Dinonaktifkan!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:05 WIB

Sinar UV Mengancam Bodi Mobil, Ini Cara Mencegah Cat Kusam Saat Musim Kemarau

Sinar UV Mengancam Bodi Mobil, Ini Cara Mencegah Cat Kusam Saat Musim Kemarau

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 15:05 WIB

×