Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

BI: Wisata Halal Menguatkan Ekonomi Indonesia

Fabiola Febrinastri

Rabu, 17 Oktober 2018 | 12:00 WIB
BI: Wisata Halal Menguatkan Ekonomi Indonesia
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menilai, peran wisata halal di Indonesia cukup strategis. Wisata halal mendukung pengembangan ekonomi Indonesia, khususnya ekonomi syariah.

BI pun menilai, peningkatan sektor pariwisata menjadi kunci penguatan ekonomi Indonesia.

Penilaian tersebut disampaikan Executive Director Bank Indonesia, Wiwiek Sisto Widayat. Ia menyampaikan itu dalam konferensi internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (15/10/2018).

Pertemuan ini dihadiri delegasi Annual Meeting IMF-World Bank Group, yang berasal dari berbagai negara. Tema yang diangkat dalam konferensi adalah "Strengthening Islamic Economy Through Halal Tourism: Challenges, Opportunities and Prospects".

Panel diskusi berisi pembicara-pembicara ahli di bidang ekonomi syariah, diantaranya, Direktur Jenderal Islamic Research and Training Institute (IRTI), Islamic Development Bank (IDB), Prof. Dr. Humayon Dar dari Saudi Arabia dan CEO GMTI Mastercard Crescent Rating, Singapura, Fazal Bahardeen.

Wiwiek menyatakan, ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu tema yang didorong Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, sebab pariwisata halal sangat berpotensi untuk dikembangkan.

"Hal ini mengingat banyaknya jumlah umat Muslim di dunia. Di sisi lain, wisata halal juga menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi budaya, demografi, tujuan maupun alokasi biaya yang dikeluarkan untuk berwisata," terang Wiwiek.

Menurutnya, wisata halal tidak dapat berdiri sendiri, tapi juga menjadi bagian dari keseluruhan industri halal yang juga mencakup sektor finansial dan pembiayaan. Untuk itu, dari sisi Indonesia, sangat disadari pentingnya kerja sama dengan berbagai negara, pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan wisata halal.

"Kerja sama juga perlu dilakukan dengan pemangku kepentingan di daerah-daerah wisata halal. Untuk itu diperlukan pemahaman lebih dalam dari berbagai pihak dalam pengembangannya," jelasnya.

baca juga

Wiwiek menyebut, banyak daerah di Indonesia yang berpotensi dikembangkan sebagai tujuan wisata halal. Salah satunya NTB.

"Pemerintah daerah NTB berhasil menunjukkan potensinya di bidang pariwisata. Di sana ada resor, makanan tradisional, tempat-tempat bersejarah Islam dan tentu saja indah pantai. Wisatawan juga bisa datang ke sini dengan kapal pesiar dan menikmati keindahan selat lombok di sore hari," tutur Wiwiek.

Mayoritas wisatawan yang datang ke NTB berasal dari Australia, Malaysia, Singapura dan dari beberapa wilayah di Indonesia. Lombok telah dicanangkan sebagai The Best Destination for Halal Tourism Resort di dunia dari CNBC Indonesia pada 2017, dan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2018.

Selain itu, Lombok juga berhasil mendapatkan penghargaan The World Halal Tourism dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2015 dan 2016 di Dubai, sekaligus sebagai The World Best Halal Honeymoon Destination.

"Alhamdulillah, sudah kita lihat beberapa perbaikan di sini setelah gempa bumi. Membangun kembali rumah, publik infrastruktur (sekolah, masjid, dan lainnya) dan fasilitasnya diproses oleh lokal pemerintah, lembaga sosial, dan organisasi publik. Bahkan internasional di bawah organisasi multinasional dan negara negara tetangga pun turut membantu," paparnya.

Wiwiek menjelaskan, ekonomi Islam Indonesia sangat prospektif, seperti makanan halal, busana Islami, pariwisata halal, kosmetika halal dan halal obat-obatan.

"Termasuk rendang yang dinobatkan jadi makanan paling lezat berdasarkan 50 dunia makanan terbaik (CNN Travel). Mode Islam juga semakin populer di kalangan generasi milenial, dan gaya hidup halal menjadi semboyan Muslim di Indonesia saat ini," terangnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, menegaskan, jika wisata halal juga mendapat perhatian serius Kemenpar.

“Dengan mayoritas warga adalah Muslim, wisata halal jelas mendapat porsi lebih. Apalagi Indonesia memiliki banyak destinasi halal. Salah satunya Lombok, yang keindahannya sudah diakui dunia. Untuk itu, Kemenpar terus mendorong percepatan perbaikan sarana wisata di sana,” katanya.

Menurutnya, Kemenpar juga sudah menegaskan ke dunia internasional, jika pariwisata NTB sudah pulih. Kemenpar tetap mengangkat kembali destinasi wisata NTB pascagempa Lombok.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan, pada 2019, wisata halal Indonesia ingin jadi yang terbaik.

"Pada September 2018,  Indonesia  meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Ekosistem wisata halal Indonesia untuk bisa menyesuaikan standar yang direkognisi global," katanya.

Dalam IMTI, indikator yang digunakan merupakan campuran Global Muslim Travel Index (GMTI), Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI), yang diterbitkan World Economic Forum (WEF) dan The Halal Travel Indicator (HTI), yang menjadi bagian dalam State of the Global Islamic Economy Report inisiasi Thomson Reuters bersama DinarStandard.

"Kita mempelajari empat indikator dalam GMTI, juga 14 pilar TTCI. Kalau mereka berubah, Indonesia ikut. Ini tidak sempurna, tapi kita ikuti karena ini direkognisi dunia," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:26 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:24 WIB

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:53 WIB

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:29 WIB

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman

BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:45 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat

Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:35 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×