- Askrindo mempertahankan rating idAA+ dengan outlook stabil dari PEFINDO.
- Manajemen risiko diperkuat untuk menjaga kualitas portofolio dan keuangan.
- Askrindo terus menopang KUR, pembiayaan, dan perlindungan usaha produktif.
Suara.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo kembali mempertahankan peringkat kredit idAA+ dengan outlook stabil (Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa fundamental bisnis dan kapasitas keuangan perusahaan masih solid di tengah dinamika ekonomi dan industri jasa keuangan nasional.
Peringkat idAA+ menunjukkan Askrindo memiliki kemampuan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang. Level tersebut juga mencerminkan tingkat risiko kredit yang rendah serta posisi perusahaan yang berada di atas rata-rata dibandingkan entitas lain dalam kategorinya.
Penilaian PEFINDO dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap profil bisnis dan kinerja keuangan Askrindo dengan mengacu pada laporan keuangan yang telah diaudit per 31 Desember 2025.
Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, mengatakan dipertahankannya peringkat tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga stabilitas kinerja.
“Di tengah dinamika ekonomi dan industri keuangan, Askrindo mampu menjaga fundamental bisnis tetap solid. Ini menjadi bukti bahwa strategi yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat dan terukur,” ujar Mahelan dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Di tengah kompleksitas risiko yang semakin meningkat, Askrindo memilih memperkuat pendekatan prudent untuk menjaga kualitas bisnis. Strategi tersebut dilakukan melalui penguatan kualitas portofolio, pengelolaan eksposur risiko secara disiplin, hingga peningkatan efektivitas proses underwriting.
Langkah tersebut menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dengan stabilitas keuangan. Askrindo juga memastikan pengelolaan risiko dilakukan secara terintegrasi, mulai dari proses seleksi risiko hingga pemantauan portofolio.
“Manajemen risiko menjadi fondasi utama kami. Kami memastikan seluruh proses berjalan secara terintegrasi, mulai dari seleksi risiko hingga monitoring portofolio, sehingga perusahaan tetap adaptif tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian,” kata Mahelan.
Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan tetap merespons peluang bisnis tanpa mengorbankan kualitas pengelolaan risiko.
Pemberian outlook stabil juga mencerminkan ekspektasi bahwa prospek bisnis Askrindo masih terjaga. Hal ini tidak terlepas dari posisi strategis perusahaan dalam menopang ekosistem pembiayaan nasional.
Dalam ekosistem tersebut, fungsi asuransi kredit dan penjaminan tidak hanya menjadi instrumen mitigasi risiko, tetapi juga berperan dalam menjaga kualitas penyaluran pembiayaan.
Askrindo turut mendukung program Kredit Usaha Rakyat (KUR), penjaminan pembiayaan perbankan dan non-bank, serta menyediakan layanan suretyship, termasuk surety bond dan customs bond.
Perusahaan juga mengembangkan produk asuransi umum dan asuransi mikro untuk memperluas perlindungan risiko bagi masyarakat dan pelaku usaha, terutama pada segmen produktif.
Dengan mempertahankan peringkat idAA+, Askrindo dinilai memiliki fondasi yang mendukung keberlanjutan perannya dalam ekosistem pembiayaan. Bagi perusahaan, capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus menjaga kualitas portofolio dan kapasitas keuangan.
“Peringkat idAA+ ini tidak hanya menjadi cerminan kinerja, tetapi juga amanah untuk terus memperkuat peran kami dalam mendukung pembiayaan nasional. Kami berkomitmen menjaga stabilitas, meningkatkan kapasitas, dan terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Mahelan.