Sriwijaya Bantah Angkut 3 Ton Durian Hingga Buat Penumpang Kabur

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 06 November 2018 | 12:53 WIB
Sriwijaya Bantah Angkut 3 Ton Durian Hingga Buat Penumpang Kabur
Pesawat terbang Sriwijaya Air. [Shutterstock]

Suara.com - Maskapai penerbangan Sriwijaya Air buka suara terkait rute penerbangan Bengkulu - Jakarta yang mengalami penundaan penerbangan atau delay. Delay tersebut lantaran ada bau durian yang menyengat dari dalam pesawat, sehingga para penumpang keluar dari pesawat.

Menanggapi hal itu, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Retri Maya mengatakan, terdapat prosedur yang harus dipenuhi maskapai dalam membawa barang penumpang seperti durian.

Menurut dia, pihak maskapai telah melakukan prosedur yang benar dalam pemeriksaan dan pengemasan durian tersebut. Retri melanjutkan, maskapai bukan pertama kalinya mengangkut buah durian di dalam pesawat.

Namun pihaknya enggan menjawab ketika ditanya penyebab bau durian yang menyengat di dalam pesawat, meski telah melakukan prosedur.

"Jadi membawa durian itu ada prosedurnya. Dan untuk operator bukan pertama kali selama cara pengemasannya mengikuti aturan yang ada," ujar Retri saat dihubungi Suara.com, Selasa (6/11/2018).

Retri membantah bahwa maskapai membawa durian sebanyak 3 ton. Dia menjelaskan, 3 ton tersebut merupakan kapasitas maksimal yang bisa dibawa pesawat di dalam kabin dan kargo.

Meski begitu, Retri enggan menyebutkan berapa banyak durian yang dibawa dalam kargo pesawat. Dia juga enggan menyebabkan siapa yang membawa durian tersebut.

"Berita bahwa kami mengangkut 3 ton durian itu tidak benar. Tapi itu sudah termasuk semua bagasi dan cargo. Dan secara corective action kita langsung mengosongkan bagasi serta memundurkan pesawat," imbuh dia.

Sebelumnya, penumpang Sriwijaya Air rute penerbangan Bengkulu - Jakarta ramai-ramai keluar dari pesawat setelah mencium bau durian yang cukup menyengat dari dalam pesawat.

Diduga, pesawat itu membawa durian sebanyak 3 ton. Para penumpang memaksa petugas menurunkan durian dari pesawat atau mereka tidak akan naik kembali ke pesawat.

Karena kejadian itu, keberangkatan pesawat yang semula dijadwalkan pada pukul 10.40 WIB tertunda sekira satu jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Angkut 3 Ton Durian, Para Penumpang Sriwijaya Turun dari Pesawat

Angkut 3 Ton Durian, Para Penumpang Sriwijaya Turun dari Pesawat

News | Selasa, 06 November 2018 | 08:25 WIB

Jenazah AKBP Mito Diberangkatkan Besok ke Bangka Belitung

Jenazah AKBP Mito Diberangkatkan Besok ke Bangka Belitung

News | Selasa, 06 November 2018 | 02:00 WIB

Ini Suasana Duka Pemakaman Korban Lion Air di Bogor

Ini Suasana Duka Pemakaman Korban Lion Air di Bogor

News | Senin, 05 November 2018 | 00:00 WIB

Terkini

Persib Bandung Berpeluang Hadapi Wakil Australia hingga Korea Selatan di Babak 16 Besar ACL 2

Persib Bandung Berpeluang Hadapi Wakil Australia hingga Korea Selatan di Babak 16 Besar ACL 2

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 11:02 WIB

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Misi Karhutla di Kalteng

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Misi Karhutla di Kalteng

Kaltim | Kamis, 05 November 2026 | 11:02 WIB

Pakar UGM Soroti Ketidakadilan Fiskal: PPh DPR Ditanggung Negara, Kenapa Pembalut Dipajaki?

Pakar UGM Soroti Ketidakadilan Fiskal: PPh DPR Ditanggung Negara, Kenapa Pembalut Dipajaki?

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:01 WIB

Ferry Boboho Putus Rantai Aliran Uang, Jaksa Hadapi Beban Ganda Buktikan Kasus Febrie?

Ferry Boboho Putus Rantai Aliran Uang, Jaksa Hadapi Beban Ganda Buktikan Kasus Febrie?

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:01 WIB

5 Tersangka Korupsi Pembangunan Senilai Rp7,6 Miliar Ditahan

5 Tersangka Korupsi Pembangunan Senilai Rp7,6 Miliar Ditahan

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 10:59 WIB

Pieter Huistra Nilai Kemenangan Telak PSS Sleman vs PSGC Ciamis Modal Penting Super League

Pieter Huistra Nilai Kemenangan Telak PSS Sleman vs PSGC Ciamis Modal Penting Super League

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 10:54 WIB

RUU Perampasan Aset bakal Pertegas Sanksi Hukuman Mati bagi Koruptor

RUU Perampasan Aset bakal Pertegas Sanksi Hukuman Mati bagi Koruptor

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:49 WIB

×