Syukestex, Mitra LPDB yang Mampu Jelajahi Pasar Ekspor Batik

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Selasa, 04 Desember 2018 | 08:37 WIB
Syukestex, Mitra LPDB yang Mampu Jelajahi Pasar Ekspor Batik
Syukestex telah menjadi mitra LPDB-KUMKM sejak tahun 2013. (Dok: LPDB-KUMKM)

Suara.com - Batik, yang dulu dikenal sebagai pakaian tradisional, kini sudah menjelma menjadi bagian dari fashion modern. Dulunya mungkin hanya dikenakan untuk menghadiri acara tradisional, tetapi sekarang pemakaiannya sudah beragam.

Terlebih, kini batik telah diresmikan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya yang diakui dunia.

Orang pun jadi berbondong-bondong menggunakan batik. Bahkan, kini batik tak hanya dipakai sebagai motif untuk pakaian, tapi juga seprei, tas, sarung bantal, dan masih banyak lagi. Hal ini menunjukkan bahwa batik semakin digemari oleh masyarakat.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pun berkesempatan mengunjungi Batik Syukestex, salah satu pelaku UKM yang bergerak di bidang manufacturing dan trading batik yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah.

Kunjungan dilakukan ke kantor pusat, di Jalan Yudha Bhakti Nomor 159 A, Medono, dan tempat produksi di Jalan Desa Watusalam Gang 1 Rt.13 Rw.07, Buaran, Pekalongan.

Syukestex telah menjadi mitra LPDB-KUMKM sejak tahun 2013, dengan mendapat pinjaman dana bergulir sebesar Rp 1 miliar dengan jangka waktu 48 bulan.

Tatu Nurhasanah, Direktur Pemasaran Syukestex mengatakan, pengajuan pinjaman dana bergulir ke LPDB-KUMKM karena LPDB-KUMKM menerapkan bunga yang rendah dibandingkan bank atau lembaga keuangan lain. Suku bunga di LPDB meliputi program Nawa Cita 4,5 persen (pertanian, perikanan, perkebunan), sektor riil 5 persen (KUMKM sektor manufaktur, kerajinan, industri kreatif), simpan pinjam 7 persen (koperasi simpan pinjam, LKB, LKBB dan BLUD), dan untuk pembiayaan syariah yaitu bagi hasil maksimal 60:40 (KSPPS/USPPS, LKB Syariah, LKBB Syariah).

Rencana ke depan, Syukestex berencana mengajukan permohonan pinjaman kedua untuk meningkatkan lagi hasil produksinya, yang saat ini hanya mencapai 8-9 ribu kodi per bulan. Ia juga ingin menambah mesin produksi yang nanti dibeli dari Bandung, Jawa Barat, untuk mendukung tujuh mesin yang dimiliki saat ini, yaitu steamer, curing, washing, drying, stenter, mesin setrika, boilersteam, boiler oil. Dengan begitu, Tatu berharap bisa memenuhi permintaan pasar yang sudah menjadi langganannya.

“Nanti mau beli mesin second dari Bandung 1 unit harganya kira-kira Rp 1,5 miliar. Kalau barunya bisa seharga Rp 10 miliar, itupun harus beli dari luar, bisa dari Cina, Jepang, Korea, maupun Jerman,” kata Tatu.

Tatu mendorong LPDB-KUMKM lebih meningkatkan perannya dalam memberikan pinjaman/ pembiayaan dana bergulir kepada pelaku usaha, seperti Syukestex. Menurutnya, dalam usaha yang padat karya seperti ini, akan memberikan efek yang positif, misalnya dalam rangka peningkatan produktifitas tentu secara otomatis akan menambah tenaga kerja.

Hal ini disadari betapa pentingnya peran pemerintah dalam membantu permodalan UMKM, khususnya melalui LPDB-KUMKM, yang kini usianya sudah melebihi satu dasawarsa.

Ekspor Batik
Syukestex memproduksi segala macam batik baik jenis printing maupun non-printing, juga menyediakan busana bermotif batik dengan stok yang cukup banyak. Selama ini, batik produksinya 70 persen diekspor diantaranya ke Tanzania, Kenya, Somalia, Senegal, Pantai Gading, Mali, Ethiopia, Djibouti, Dubai, serta Jeddah Arab Saudi.

Sedangkan 30 persen menyasar pasar domestik seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan, Sumatera dan DKI Jakarta.

“Pangsa pasar kami ada. Kalau produktivitas kami terus berusaha meningkatkan. Namun untuk permudah lagi kalau bisa kami difasilitasi untuk mengikuti pameran luar negeri. Selama ini kami berusaha sendiri, sehingga bisa tembus pasar Afrika,” tambah Idawati, Direktur Keuangan Syukestex.

Untuk menjaga pelanggannya, Idawati berupaya tetap menjaga kuantitas dan kualitas batik yang dihasilkan, motif juga disesuaikan dengan selera pasar. Hal itulah yang membuat hubungan bisnis antara Syukestex, terutama dengan buyer luar negeri dari kawasan Afrika tetap terjaga sampai sekarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapan Hari Kebaya Nasional? Simak Aturan Penetapan hingga Rangkaian Acara 2024

Kapan Hari Kebaya Nasional? Simak Aturan Penetapan hingga Rangkaian Acara 2024

Lifestyle | Senin, 22 Juli 2024 | 16:34 WIB

5 Ide Oleh-oleh Selain Makanan, Ada Aksesoris hingga Produk Kecantikan

5 Ide Oleh-oleh Selain Makanan, Ada Aksesoris hingga Produk Kecantikan

Your Say | Kamis, 15 Juni 2023 | 09:31 WIB

Sejarah Kebaya, Pakaian Tradisional Tercoreng Skandal Kebaya Merah dan Kebaya Hijau

Sejarah Kebaya, Pakaian Tradisional Tercoreng Skandal Kebaya Merah dan Kebaya Hijau

News | Minggu, 25 Desember 2022 | 07:00 WIB

3 Fakta Menarik Hanbok, Pakaian Tradisional Korea

3 Fakta Menarik Hanbok, Pakaian Tradisional Korea

Your Say | Minggu, 26 Juni 2022 | 19:51 WIB

Terkini

Ekonom Ungkap Harga BBM Pertalite dan Solar Setelah Minyak Dunia Melonjak

Ekonom Ungkap Harga BBM Pertalite dan Solar Setelah Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:58 WIB

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:49 WIB

Belum Ada Pembatasan, Bahlil Persilahkan Masyarakat Bebas Beli BBM Subsidi

Belum Ada Pembatasan, Bahlil Persilahkan Masyarakat Bebas Beli BBM Subsidi

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:48 WIB

Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali

Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:41 WIB

Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD

Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:32 WIB

Jaga Terang di Hari Kemenangan, Cerita Petugas PLN Amankan Keandalan Listrik di Momen Idul Fitri

Jaga Terang di Hari Kemenangan, Cerita Petugas PLN Amankan Keandalan Listrik di Momen Idul Fitri

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:19 WIB

RI Sudah Punya Pos Impor Minyak Mentah Baru, Bahlil: Jangan Tanya Dari Mana?

RI Sudah Punya Pos Impor Minyak Mentah Baru, Bahlil: Jangan Tanya Dari Mana?

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:04 WIB

Kompor Listrik Makin Dilirik, Biaya Masak Lebih Murah dari LPG

Kompor Listrik Makin Dilirik, Biaya Masak Lebih Murah dari LPG

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:58 WIB

Purbaya Bantah Budaya 'ABS' Saat Hadapi Prabowo: Semua Kita Hitung Dengan Baik

Purbaya Bantah Budaya 'ABS' Saat Hadapi Prabowo: Semua Kita Hitung Dengan Baik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:53 WIB

Pasokan Energi Jadi Rebutan di Dunia, Bahlil Wanti-wanti Masyarakat Bijak Isi BBM

Pasokan Energi Jadi Rebutan di Dunia, Bahlil Wanti-wanti Masyarakat Bijak Isi BBM

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:15 WIB