Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Jual Samcan, Pedagang Daging Babi Raup Untung Rp 15 Juta Per Hari

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 22 Januari 2019 | 16:31 WIB
Jual Samcan, Pedagang Daging Babi Raup Untung Rp 15 Juta Per Hari
Suasana pusat penjualan daging Babi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Ternyata kehokian jelang perayaan Imlek pada 5 Februari 2019 tidak hanya dirasakan oleh pedagang musiman pernak-pernik, buah-buahan, ataupun manisan kue. Keberuntungan juga dirasakan oleh penjual daging babi yang berada di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Untuk sebagian warga China yang mengkonsumsi daging babi, momen perayaan Imlek menghidangkan makanan yang berbahan dasar daging babi menjadi hal yang biasa dilakukan.

Alan salah satu pedagang daging babi di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengatakan, dengan adanya momentum ini ia bisa meraup keuntungan Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per hari.

“Soalnya permintaan naik banget, banyak yang beli sampai 10 kilogram begitu. Kalau hari-hari biasa baru sekilo dua kilo itu juga jarang,” kata Alan saat berbincang dengan Suara.com, Senin (22/1/2019).

Alan mengaku, tidak hanya daging babi saja yang dicari oleh para pembeli, melainkan kaki babi hingga jeroan pun menjadi incaran.

“Biasanya disebut samcan, itu banyak juga yang nyari. Makannya kami disini tidak boleh kehabisan stok daging, nanti nggak untung lagi. Soalnya lagi laris banget ini,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ismi. Wanita paruh baya ini mengaku menjelang perayaan hari besar nasional lainnya, membuat pendapatannya meningkat sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Permintaan tinggi, harga juga aman kok, jadi lumayan lah ya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Ismi.

Ismi pun menambahkan, tidak terjadi kenaikan harga jual daging babi yang signifikan jelang perayaan Imlek tahun ini.

"Dimana harga jual daging babi berkisar Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu per kilogram. Kalau sudah siang harga kami turunkan jadi Rp 70 ribu lah. Buat ngabisin stok,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Imlek Pedagang Daging Babi Kebanjiran Pembeli

Jelang Imlek Pedagang Daging Babi Kebanjiran Pembeli

Bisnis | Selasa, 22 Januari 2019 | 15:53 WIB

Pedagang Pasar Asemka Jakarta: Pemilu dan Pilpres 2019 Bikin Dagangan Sepi

Pedagang Pasar Asemka Jakarta: Pemilu dan Pilpres 2019 Bikin Dagangan Sepi

Bisnis | Senin, 21 Januari 2019 | 21:32 WIB

Pedagang Pernak-pernik Imlek di Pasar Asemka Dikalahkan Toko Online

Pedagang Pernak-pernik Imlek di Pasar Asemka Dikalahkan Toko Online

Bisnis | Senin, 21 Januari 2019 | 19:40 WIB

Terkini

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:27 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB