Imbas Brexit, Jaguar Land Rover Tutup Pabrik dan PHK Karyawan

Iwan Supriyatna | Dian Kusumo Hapsari
Imbas Brexit, Jaguar Land Rover Tutup Pabrik dan PHK Karyawan
Jaguar Land Rover. (Shutterstock)

JLR sudah menutup pabrik utamanya di Solihull selama dua pekan pada Oktober 2018.

Suara.com - Jaguar Land Rover mengumumkan rencana penghentian produksinya selama sepekan pada April 2019 di pabriknya yang terdapat di Inggris karena terkait masalah Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE).

Produsen mobil mewah ini mengumumkan, penghentian produksi secara sementara di tiga pabrik mobil serta pabrik mesin mereka akan berlangsung pada 8-12 April mendatang.

“Kami telah mengkonfirmasi tanggal libur tahun ini kepada karyawan di semua lokasi di Inggris. Sebagai bagian dari ini, kami juga telah mengkonfirmasi bahwa akan ada tambahan minggu penghentian produksi pada 8-12 April karena potensi gangguan Brexit," kata juru bicara JLR dilansir kantor berita India, Press Trust India.

Merek mobil yang kini dimiliki oleh Tata Motors ini sebelumnya telah memperingatkan berulang kali agar Inggris tidak keluar dari Uni Eropa yang beranggotakan 28 negara itu.

Karena, hal itu berpotensi buruk pada industri otomotif yang dapat mempersulit jaringan rantai pasokan bahan baku dan suku cadang, hingga pada akhirnya akan berimbas pada lapangan kerja.

Rencana penghentian produksi itu mengikuti pengumuman awal bulan ini, saat perusahaan memangkas 4.500 tenaga kerjanya guna menghemat biaya hingga 2,5 miliar poundsterling.

JLR sudah menutup pabrik utamanya di Solihull selama dua pekan pada Oktober 2018, mencerminkan permintaan yang tidak stabil di pasar-pasar utama seperti Cina.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS