APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam

Dicky Prastya Suara.Com
Senin, 23 Februari 2026 | 20:10 WIB
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 adalah 5,11 persen, lebih rendah dari Vietnam dan Malaysia.
  • Defisit APBN Indonesia 2,92% dari PDB dianggap lebih baik dibandingkan Malaysia (6,41%) dan Vietnam (3,6%).
  • Purbaya menyatakan kebijakan fiskal Indonesia lebih hati-hati karena defisit tidak melanggar standar internasional di atas 3%.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11 persen di tahun 2025. Jika dibanding negara lain seperti Malaysia dan Vietnam, RI masih kalah.

"Pertumbuhan ekonomi kita 5,11 persen, di bawah Vietnam maupun Malaysia," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dalam paparannya, pertumbuhan ekonomi Vietnam selama 2025 mencapai 8,02 persen year on year (YoY). Sedangkan Malaysia mencapai 5,17 persen YoY, barulah posisi ketiga ditempati Indonesia dengan 5,11 persen.

Kendati begitu Menkeu Purbaya mengklaim kalau defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RI sebesar Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh lebih baik ketimbang Malaysia dan Vietnam.

Berdasarkan paparannya, defisit APBN Indonesia hanya kalah dari Jerman dengan angka 2,40 persen YoY. Sedangkan Vietnam lebih tinggi dengan angka 3,6 persen yoy, begitu pula Malaysia dengan 6,41 persen.

"Tapi kalau kita lihat defisitnya berapa, kita 2,9 persen dari PDB. Vietnam 3,6 persen dari PDB, Malaysia itu 6,41 persen PDB. Jadi dia bayar pertumbuhannya itu dengan ongkos yang besar sekali dibanding kita," beber dia.

Bendahara Negara menilai kalau baik Vietnam maupun Malaysia sudah melanggar standar internasional terkait kehati-hatian fiskal karena defisit APBN tembus di atas 3 persen.

Maka dari itu, Purbaya menyimpulkan Indonesia masih lebih jago dalam menangani kebijakan fiskal dibandingkan dua negara tetangga itu.

"Jadi kita bisa menciptakan pertumbuhan dengan memastikan prinsip kehati-hatian tetap dijaga. Jadi kita lebih jago dari negara-negara itulah. Waktu kita dalam ekonominya turun, kita kasih stimulus tapi kehati-hatian fiskal tidak kita tinggalkan," pungkasnya.

Baca Juga: Tanggapan Purbaya, Kemenkeu Klarifikasi soal Gugatan Guru Honorer untuk Anggaran MBG UU APBN 2026

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI