Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 23 Februari 2026 | 17:51 WIB
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Mensesneg Prasetyo Hadi telusuri angka rencana impor 105 ribu truk India.
  • Dewan desak tunda impor demi proteksi industri otomotif lokal dan lapangan kerja.
  • Impor diklaim guna jaga stabilitas logistik karena produksi lokal terbatas.

Suara.com - Rencana ambisius PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk mendatangkan 105.000 unit pick-up dan truk dari India guna memperkuat Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) menuai polemik panas. Pihak Istana Kepresidenan sendiri irit bicara dan tak tahu detail rencana impor itu.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, pemerintah tidak ingin gegabah dalam memberikan restu. Ia mengaku akan menelusuri lebih dalam terkait detail rencana pengadaan kendaraan operasional dalam skala masif tersebut.

"Ngecek dulu ya, ngecek dulu ya, angka-angkanya,” ujar Prasetyo singkat saat ditemui wartawan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Langkah impor ini dinilai sebagai "pukulan" bagi industri otomotif nasional yang sedang berupaya mandiri. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Adisatrya Suryo Sulisto, menegaskan bahwa pabrikan dalam negeri sebenarnya sangat mumpuni.

Adisatrya memaparkan data bahwa kapasitas produksi pick-up nasional mencapai 1 juta unit per tahun dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang terus meroket.

"Ini bukan hanya soal pengadaan barang, tapi keberpihakan terhadap ekonomi nasional. Seharusnya jadi instrumen industrialisasi dalam negeri untuk ciptakan lapangan kerja," tegas Adisatrya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku telah melayangkan pesan kepada pemerintah agar rencana ini dihentikan sementara. Menurutnya, keputusan krusial ini harus menunggu kehadiran Presiden di tanah air.

"Saya sudah sampaikan pesan agar ditunda dulu. Tentunya Presiden saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut,” kata Dasco di Kompleks Parlemen.

Menanggapi badai kritik tersebut, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, angkat bicara. Ia berdalih impor dilakukan justru untuk menyelamatkan stabilitas logistik nasional.

Joao mengklaim produksi lokal yang berada di kisaran 70.000 unit tidak akan sanggup menutup kebutuhan tanpa mengganggu pasokan bagi industri lain yang permintaannya juga tengah melonjak.

"Kalau kita ambil semua di lokal, nanti mengganggu industri logistik lainnya. Ini demi menjaga harmonisasi," jelas Joao saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkait Rencana Borong 105 Ribu Mobil dari India, KPK Langsung Wanti-wanti Hal Ini!

Terkait Rencana Borong 105 Ribu Mobil dari India, KPK Langsung Wanti-wanti Hal Ini!

News | Senin, 23 Februari 2026 | 17:14 WIB

KPK Soroti Pengadaan 105 Ribu Mobil India Mahindra oleh Agrinas: Waspada Praktik Pengondisian

KPK Soroti Pengadaan 105 Ribu Mobil India Mahindra oleh Agrinas: Waspada Praktik Pengondisian

News | Senin, 23 Februari 2026 | 17:11 WIB

Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India

Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 17:02 WIB

Terkini

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:53 WIB

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:46 WIB

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:22 WIB

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:12 WIB

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:01 WIB

Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan

Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 18:47 WIB