5 Bisnis Menggiurkan saat Perayaan Imlek

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 04 Februari 2019 | 21:14 WIB
5 Bisnis Menggiurkan saat Perayaan Imlek
Deretan penjual pernak pernik Imlek di Jalan Pancoran, Taman Sari, Jakarta Barat. (Suara.com/Walda Marison)

Suara.com - Perayaan Imlek selalu dinantikan. Tak sedikit pula yang mempersiapkan berbagai pernak-pernik untuk memeriahkan perayaan Imlek.

Di balik kemeriahan perayaan Imlek, ada beberapa bisnis yang laku keras. Pundi-pundi rupiah juga mengalir deras ke kantong para pelaku bisnis ini.

Kira-kira bisnis apa saja ya yang mendulang rezeki berlimpat saat perayaan Imlek? Penasaran? Mari simak ulasan berikut yang dihimpun dari berbagai sumber.

Tak hanya Dodol Betawi, Kutong juga memproduksi kue keranjang. (Suara.com/Ferry Noviandi)
Tak hanya Dodol Betawi, Kutong juga memproduksi kue keranjang. (Suara.com/Ferry Noviandi)

1.   Kue Keranjang

Perayaan Imlek tak akan terasa meriah bila tidak diisi dengan memakan Kue Keranjang. Para pelaku bisnis penganan khas Imlek ini mendulang keuntungan berkali-kali lipat saat perayaan Imlek.

Kue yang berbentuk bulat dan tebal dengan warna kegelapan mirip seperti dodol ini menjadi penganan yang wajib ada saat upacara sesembahan. Menjelang Imlek dan perayaan Cap Go Meh, berbisnis Kue Keranjang menjadi salah satu alternatif usaha yang menggiurkan, bukan?

Vihara Ananda Avalokitesvara (Suara.com/Adit Riyanto)
Vihara Ananda Avalokitesvara (Suara.com/Adit Riyanto)

2.   Angpao

Angpao juga menjadi salah satu benda yang wajib ada dalam perayaan Imlek. Angpao yang selalu identik berwana merah ini selalu diburu oleh para warga yang merayakan Imlek.

Tak hanya harus berwarna merah yang menandakan keberkahan, angpao dengan desain menarik dan lucu juga pasti menjadi incaran banyak orang. Meski bisnis angpao hanya laris saat musim Imlek, bisnis ini cukup menggiurkan untuk dicoba.

baca juga
Lampion dalam perayaan Tahun Baru Imlek di Kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. [Suara.com/Adhitya Himawan]
Lampion dalam perayaan Tahun Baru Imlek di Kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. [Suara.com/Adhitya Himawan]

3.   Lampu Lampion

Lampu lampion tak ketinggalan menjadi salah satu ornamen penting untuk memeriahkan perayaan Imlek. Biasanya lampu lampion kertas berwarna merah dipajang di vihara-vihara hingga rumah-rumah warga.

Menurut sejarah, tradisi memasang lampion sudah ada sejak era Dinasti Xi Han sekitar abad ke-3 Masehi.

Pendar cahaya merah dari lampion memiliki filosofi tersendiri yang menjadi simbol keberuntungan, rezeki dan kebahagiaan. Tak heran, lapak pedagang lampu lampion selalu diburu oleh warga jelang perayaan imlek.

20 Tahun eksis merajai bisnis lilin di Tangerang.
20 Tahun eksis merajai bisnis lilin di Tangerang.

4.   Lilin Imlek

Berbagai benda bertema warna merah tak pernah ketinggalan dalam perayaan Imlek. Salah satunya adalah lilin Imlek. Lilin berwarna merah yang memiliki beragam ukuran dari ukuran kecil hingga sebesar manusia selalu laris diburu warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Doa Imlek Kaum Tionghoa: Semoga Pilpres 2019 Lacar, Tak Ada Perselisihan

Doa Imlek Kaum Tionghoa: Semoga Pilpres 2019 Lacar, Tak Ada Perselisihan

News | Senin, 04 Februari 2019 | 16:51 WIB

2 Ton Kue Keranjang Dipesan dari Yogyakarta, Harganya Rp 40.000 Per Kg

2 Ton Kue Keranjang Dipesan dari Yogyakarta, Harganya Rp 40.000 Per Kg

Bisnis | Senin, 04 Februari 2019 | 16:01 WIB

5 Fakta Menarik Tentang Angpao Ini Harus Kamu Tahu

5 Fakta Menarik Tentang Angpao Ini Harus Kamu Tahu

Bisnis | Senin, 04 Februari 2019 | 15:40 WIB

Ahok Sakit saat Pulang Kampung Jelang Imlek

Ahok Sakit saat Pulang Kampung Jelang Imlek

News | Senin, 04 Februari 2019 | 15:14 WIB

Terkini

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental

Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:40 WIB

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

×