2 Ton Kue Keranjang Dipesan dari Yogyakarta, Harganya Rp 40.000 Per Kg

Pebriansyah Ariefana
2 Ton Kue Keranjang Dipesan dari Yogyakarta, Harganya Rp 40.000 Per Kg
Produksi kue keranjang di Jalan Bouraq, Tangerang, Banten, Jumat (9/2).

Pengrajin kue keranjang di Kota Yogyakarta meningkatkan produksi untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen dari berbagai daerah menjelang Hari Raya Imlek 2019.

Suara.com - Sebanyak 2 ton kue keranjang dipesan dari Kota Yogyakarta di Imlek 2019 tahun ini. Harga per kilogram kue keranjang, Rp 40.000.

Pengrajin kue keranjang di Kota Yogyakarta meningkatkan produksi untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen dari berbagai daerah menjelang Hari Raya Imlek 2019.

"Tahun ini (produksi) meningkat banyak, mencapai 2 ton, dan sekarang tinggal sedikit," kata pengrajin kue keranjang di Jalan Tukangan, Kota Yogyakarta, Sulistyowati ditemui di Yogyakarta, Senin (4/2/2019).

Kroduksi kue khas Imlek itu sangaja ditingkatkan hingga 2 ton karena permintaan pada tahun ini melonjak dibandingkan pada Imlek 2018. Permintaan mulai dari konsumen atau pengecer di dalam Kota Yogyakarta hingga luar daerah seperti Gombong, Kabupaten Kebumen, Purworejo, serta Magelang, Jawa Tengah.

Peningkatan permintaan kue keranjang pada tahun ini, menurut dia, seiring dengan menurunnya harga jual kue itu di pasaran. Sekarang kue keranjang dijual dengan harga Rp 40.000 per kilogram atau menurun dibandingkan tahun lalu yang masih mencapai Rp 47.000 per kilogram.

"Harga kue keranjang turun karena harga beras sebagai bahan baku kue keranjang tahun ini lebih murah dibandingkan tahun kemarin," kata pemilik industri kue Nyonya Seneng ini.

Pembutan kue keranjang di toko milik Sulstyowati memang baru dilakukan sejak 20 hari menjelang perayaan Imlek. Rata-rata per hari, produksi kue keranjang yang saat ini melibatkan 10 pekerja itu mampu mencapai 100 kilogram.

"Kita kan bikinnya terus setiap hari. Rata-rata sehari 100 kilogram," kata dia yang mengaku meneruskan bisnis orang tuanya yang didirikan sejak 60 tahun lalu itu.

Meski permintaan meningkat, menurut Sulistyowati, harga jual kue keranjang miliknya tetap harus bersaing dengan produsen-produsen kue keranjang dari luar DIY yang biasanya memasang harga lebih murah.

"Persaingan banyak, dari luar kota murah-murah, apalagi dari Tegal murah sekali," kata dia yang mengaku beralih memproduksi kue mangkok pada hari-hari biasa. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS