Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Kirim Paket Via Ekspedisi Mahal dan Sering Telat, Ternyata Ini Penyebabnya

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 06 Februari 2019 | 13:19 WIB
Kirim Paket Via Ekspedisi Mahal dan Sering Telat, Ternyata Ini Penyebabnya
Ketua Asperindo M Feriadi. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia‎ (Asperindo) menyebut naiknya tarif surat muatan udara (SMU) atau kargo udara mengganggu cara kerja perusahaan jasa logistik. Salah satunya menghambat proses pengiriman.

Ketua Asperindo, M Feriadi menjelaskan, proses pengiriman barang jadi terlambat sejak adanya kenaikan SMU tersebut.

Sehingga, kinerja perusahaan jasa pengiriman ekspres jadi tercoreng dari yang cepat menjadi lambat.

"Karakteristik anggota Asperindo kebanyakan melakukan pengiriman lewat jalur udara, apa yang terjadi merupakan suatu hal yang menghambat, jadi proses pengiriman yang tadinya sangat cepat jadi terlambat," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Selain itu, Direktur Utama JNE ini menuturkan, kenaikan tarif SMU ini juga dinilai adalah kebijakan yang dilakukan secara sepihak, karena tak ada perundingan terlebih dahulu dengan perusahaan jasa pengiriman ekspress.

Kenaikan tarif diumumkan sangat cepat dan begitu masif. Dia menyebut, semua maskapai penerbangan menaikan tarif sebanyak enam kali sejak tahun 2018.

"Kenaikan yang dilakukan dirasa sangat memberatkan, pertama dilakukan secara terus-menerus dengan pemberitahuan singkat dan cepat," tutur dia.

Feriadi menambahkan, kenaikan tarif ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan swasta. Dia pun telah melaporkan kenaikan ini dalam diskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

"Harapannya kalau ini membaik bakal membantu pelaku usaha kecil menengah (UKM). Karena dengan kenaikan ini kalangan UKM tidak bisa mengirim barangnya karena biaya ongkos kirim di luar kemampuan mereka," pungkas dia.

Untuk diketahui sebelumnya, Asperindo juga telah menaikan tarif jasa pengiriman pada 1 Desember 2018 lalu yakni sebesar 20 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rapat Tertutup Industri Logistik Selama 2 Jam, Ini Hasilnya

Rapat Tertutup Industri Logistik Selama 2 Jam, Ini Hasilnya

Bisnis | Rabu, 06 Februari 2019 | 12:55 WIB

Darmin Nasution Kumpulkan Pengusaha Logistik, Ini yang Dibahas

Darmin Nasution Kumpulkan Pengusaha Logistik, Ini yang Dibahas

Bisnis | Rabu, 06 Februari 2019 | 10:34 WIB

PT Pos Indonesia Akui Kalah Bersaing dengan Perusahaan Swasta

PT Pos Indonesia Akui Kalah Bersaing dengan Perusahaan Swasta

Bisnis | Senin, 04 Februari 2019 | 20:34 WIB

Terkini

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB