Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Kirim Paket Via Ekspedisi Mahal dan Sering Telat, Ternyata Ini Penyebabnya

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 06 Februari 2019 | 13:19 WIB
Kirim Paket Via Ekspedisi Mahal dan Sering Telat, Ternyata Ini Penyebabnya
Ketua Asperindo M Feriadi. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia‎ (Asperindo) menyebut naiknya tarif surat muatan udara (SMU) atau kargo udara mengganggu cara kerja perusahaan jasa logistik. Salah satunya menghambat proses pengiriman.

Ketua Asperindo, M Feriadi menjelaskan, proses pengiriman barang jadi terlambat sejak adanya kenaikan SMU tersebut.

Sehingga, kinerja perusahaan jasa pengiriman ekspres jadi tercoreng dari yang cepat menjadi lambat.

"Karakteristik anggota Asperindo kebanyakan melakukan pengiriman lewat jalur udara, apa yang terjadi merupakan suatu hal yang menghambat, jadi proses pengiriman yang tadinya sangat cepat jadi terlambat," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Selain itu, Direktur Utama JNE ini menuturkan, kenaikan tarif SMU ini juga dinilai adalah kebijakan yang dilakukan secara sepihak, karena tak ada perundingan terlebih dahulu dengan perusahaan jasa pengiriman ekspress.

Kenaikan tarif diumumkan sangat cepat dan begitu masif. Dia menyebut, semua maskapai penerbangan menaikan tarif sebanyak enam kali sejak tahun 2018.

"Kenaikan yang dilakukan dirasa sangat memberatkan, pertama dilakukan secara terus-menerus dengan pemberitahuan singkat dan cepat," tutur dia.

Feriadi menambahkan, kenaikan tarif ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan swasta. Dia pun telah melaporkan kenaikan ini dalam diskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

"Harapannya kalau ini membaik bakal membantu pelaku usaha kecil menengah (UKM). Karena dengan kenaikan ini kalangan UKM tidak bisa mengirim barangnya karena biaya ongkos kirim di luar kemampuan mereka," pungkas dia.

Untuk diketahui sebelumnya, Asperindo juga telah menaikan tarif jasa pengiriman pada 1 Desember 2018 lalu yakni sebesar 20 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rapat Tertutup Industri Logistik Selama 2 Jam, Ini Hasilnya

Rapat Tertutup Industri Logistik Selama 2 Jam, Ini Hasilnya

Bisnis | Rabu, 06 Februari 2019 | 12:55 WIB

Darmin Nasution Kumpulkan Pengusaha Logistik, Ini yang Dibahas

Darmin Nasution Kumpulkan Pengusaha Logistik, Ini yang Dibahas

Bisnis | Rabu, 06 Februari 2019 | 10:34 WIB

PT Pos Indonesia Akui Kalah Bersaing dengan Perusahaan Swasta

PT Pos Indonesia Akui Kalah Bersaing dengan Perusahaan Swasta

Bisnis | Senin, 04 Februari 2019 | 20:34 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB