Rupiah Tertekan Dolar AS, Ekonom Indef Sebut Impor Pangan Biang Keroknya

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 13 Februari 2019 | 16:05 WIB
Rupiah Tertekan Dolar AS, Ekonom Indef Sebut Impor Pangan Biang Keroknya
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menilai, nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dolar AS.

Menurutnya, nilai tukar rupiah yang berada di level Rp 14.000-an akibat dari neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang terus melebar.

Faisal menuturkan, CAD tersebut melebar karena volume impor lebih tinggi bila dibandingkan dengan volume ekspor.

"Rupiah kembali lagi ke Rp 14.000. Itu (sebenarnya) menguat signifikan, tapi secara teori dan historis akan melemah karena curent account deficit," ujarnya saat ditemui di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Menurut Faisal, defisit tersebut melebar bukan karena impor migas yang tinggi melainkan dari impor bahan pangan.

Untuk diketahui, posisi CAD pada kurtal IV 2018 sebesar 3,57 persen, angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal III 2018 yang sebesar 3,37 persen.

"Jadi yang menyebabkan defisit bukan migas, melainkan non migas surplusnya anjlok akibat meningkatnya impor yang dahsyat, gula saja kita impor, garam, beras 2,3 juta ton," jelas dia.

Faisal menuturkan, jika ingin rupiah kembali stabil, maka pemerintah harus konsisten menarik investasi dari luar negeri.

Selain itu, pemerintah juga bisa menggenjot ekspor barang jadi untuk mengembalikan pergerakan rupiah menjadi lebih stabil.

"Yang menghasilkan dolar AS cepat ya ekspor barang," pungkasnya.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Rabu ini berada di level Rp 14.027 per dolar AS. Posisi itu menguat dibandingkan pada Selasa yang berada di level Rp 14.088 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tekanan Dolar AS Terhadap Rupiah Diprediksi Sedikit Mereda

Tekanan Dolar AS Terhadap Rupiah Diprediksi Sedikit Mereda

Bisnis | Rabu, 13 Februari 2019 | 08:58 WIB

Rupiah Diprediksi Kembali Melemah ke Level Rp 14.100 Per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Kembali Melemah ke Level Rp 14.100 Per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 12 Februari 2019 | 08:45 WIB

Rupiah Tembus Rp 13.900 Per Dolar AS, BI : Masih Terlalu Murah

Rupiah Tembus Rp 13.900 Per Dolar AS, BI : Masih Terlalu Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Februari 2019 | 16:06 WIB

Terkini

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:39 WIB

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:23 WIB

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:25 WIB

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:39 WIB

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:52 WIB

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:41 WIB

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:18 WIB

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik  Harga

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:56 WIB

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:46 WIB