Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Rupiah Tertekan Dolar AS, Ekonom Indef Sebut Impor Pangan Biang Keroknya

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 13 Februari 2019 | 16:05 WIB
Rupiah Tertekan Dolar AS, Ekonom Indef Sebut Impor Pangan Biang Keroknya
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menilai, nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dolar AS.

Menurutnya, nilai tukar rupiah yang berada di level Rp 14.000-an akibat dari neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang terus melebar.

Faisal menuturkan, CAD tersebut melebar karena volume impor lebih tinggi bila dibandingkan dengan volume ekspor.

"Rupiah kembali lagi ke Rp 14.000. Itu (sebenarnya) menguat signifikan, tapi secara teori dan historis akan melemah karena curent account deficit," ujarnya saat ditemui di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Menurut Faisal, defisit tersebut melebar bukan karena impor migas yang tinggi melainkan dari impor bahan pangan.

Untuk diketahui, posisi CAD pada kurtal IV 2018 sebesar 3,57 persen, angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal III 2018 yang sebesar 3,37 persen.

"Jadi yang menyebabkan defisit bukan migas, melainkan non migas surplusnya anjlok akibat meningkatnya impor yang dahsyat, gula saja kita impor, garam, beras 2,3 juta ton," jelas dia.

Faisal menuturkan, jika ingin rupiah kembali stabil, maka pemerintah harus konsisten menarik investasi dari luar negeri.

Selain itu, pemerintah juga bisa menggenjot ekspor barang jadi untuk mengembalikan pergerakan rupiah menjadi lebih stabil.

baca juga

"Yang menghasilkan dolar AS cepat ya ekspor barang," pungkasnya.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Rabu ini berada di level Rp 14.027 per dolar AS. Posisi itu menguat dibandingkan pada Selasa yang berada di level Rp 14.088 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tekanan Dolar AS Terhadap Rupiah Diprediksi Sedikit Mereda

Tekanan Dolar AS Terhadap Rupiah Diprediksi Sedikit Mereda

Bisnis | Rabu, 13 Februari 2019 | 08:58 WIB

Rupiah Diprediksi Kembali Melemah ke Level Rp 14.100 Per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Kembali Melemah ke Level Rp 14.100 Per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 12 Februari 2019 | 08:45 WIB

Rupiah Tembus Rp 13.900 Per Dolar AS, BI : Masih Terlalu Murah

Rupiah Tembus Rp 13.900 Per Dolar AS, BI : Masih Terlalu Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Februari 2019 | 16:06 WIB

Terkini

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB