- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi peringatan KSPI terkait ancaman PHK massal pada sektor tekstil dan plastik di Indonesia.
- Presiden KSPI menyebut ancaman PHK disebabkan oleh konflik global dan pelemahan nilai tukar rupiah yang memengaruhi industri.
- Agus Gumiwang meyakini industri manufaktur mampu bertahan menghadapi tantangan ekonomi yang bersifat sementara tersebut dengan resiliensi kuat.
Suara.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi peringatan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terkait ancaman badai PHK massal di berbagai sektor, mulai dari industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) hingga plastik.
Agus menegaskan bahwa sektor-sektor tersebut harus mendapatkan perhatian, dan menyebut situasinya bukan hanya terjadi di Indonesia.
"Kita ini sekarang dalam kondisi yang mungkin harus diberi perhatian. Dan yang menghadapi kondisi ini bukan hanya Indonesia," kata Agus saat ditemui wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (5/5/2026).
Meski demikian, Agus meyakini bahwa industri manufaktur dalam negeri memiliki kemampuan bertahan dalam menghadapi situasi tersebut. Hal itu berkaca dari pandemi Covid yang terjadi dalam beberapa tahun lalu.
"Dan saya tetap percaya dengan resiliensi dari sektor manufaktur. Saya sudah berkali-kali kita mengalami krisis dengan magnitude yang luar biasa terakhir Covid. Di mana teman-teman manufaktur bisa memberikan resiliensinya," ujarnya.
![Pengunjung melihat produk kain dalam pameran Indo Intertex – Inatex 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/16/39655-indo-intertex-inatex-2026-pameran-tekstil-inatex.jpg)
Dia meyakini bahwa situasi yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara, menurutnya sektor manufaktur akan segera pulih kembali.
"Bahwa ada tekanan terhadap market, ada tekanan terhadap bahan baku. Itu memang dihadapi oleh semua negara, semua pihak. Dan saya yakin ini sifatnya temporary," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden KSPI Said Iqbal memperingatkan potensi badai PHK di sejumlah sektor, mulai dari industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) hingga plastik. Ia menyebut ancaman ini merupakan dampak dari konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang menghambat pasokan bahan baku.
Selain gangguan logistik, pelemahan nilai tukar rupiah turut memperparah keadaan. Said khawatir dampak krisis ini tidak hanya berhenti di sektor tekstil dan plastik, tetapi juga merembet ke industri elektronik serta otomotif.