Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gubernur BI Beberkan Penyebab Keoknya Nilai Tukar Rupiah

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 08 Maret 2019 | 15:42 WIB
Gubernur BI Beberkan Penyebab Keoknya Nilai Tukar Rupiah
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan alasan nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Perry mengatakan, lemahnya rupiah terhadap dolar AS, lebih karena faktor eksternal.

Perry menerangkan, alasan pertama karena ekonomi AS makin membaik. Hal ini didorong dari kinerja sektor manufaktur yang gemilang.

"Kedua yang terjadi di Eropa sebaliknya, pertumbuhan ekonomi lebih rendah, inflasi rendah. Jadi di satu sisi tadi nomor satu ekonomi AS dorong dolar menguat. Di sisi lain di Eropa ekonomi yang lemah dorong eropa melemah. Sehingga ini mendorong semakin kuatnya mata uang dolar terhadap berbagai mata uang dunia," kata dia saat ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2019).

Perry melanjutkan, alasan ketiga kenaikan harga minyak dunia juga mendorong permintaan dolar AS. Kenaikan harga minyak ini karena adanya sanksi terhadap Venezuela.

"Keempat faktor risiko geopolitik, memang seminggu terakhir lebih negatif seperti tidak tercapai kesepakatan AS dan Korea Utara. Kemudian ketidakjelasan brexit dan kehausan politik lainnya," tutur dia.

"Empat faktor ini ada tekanan mata uang diberbagai belahan dunia sebab faktor global termasuk dalam beberapa hari ini ada tekanan rupiah. Saya tegaskan tekanan rupiah lebih banyak karena faktor eksternal dan faktor domestik semuanya bagus," Perry menambahkan.

Sementara itu, dari sisi internal malah memberikan sentimen yang positif terhadap rupiah. Hal ini terlihat dari inflasi yang rendah.

"Jadi bagaimana BI menyikapi, tentu saja kita akan terus berada di pasar. kita liat mekanisme pasar suplai demand terus berjalan baik dan terus kita pantau di pasar dan komitmen kami jaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental," pungkas dia.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Jumat berada di level Rp 14.223 per dolar AS. Posisi itu melemah bila dibandingkan pada Rabu sebelumnya yang berada di level Rp 14.129 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Hari Kejepit, Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah

Di Hari Kejepit, Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah

Bisnis | Jum'at, 08 Maret 2019 | 08:21 WIB

Belum Genap 2 Bulan, Aliran Modal Asing ke Indonesia Capai Rp 45,9 Triliun

Belum Genap 2 Bulan, Aliran Modal Asing ke Indonesia Capai Rp 45,9 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Februari 2019 | 17:33 WIB

Kala Utang Pemerintah dan Nilai Tukar Rupiah Jadi Gorengan Politik

Kala Utang Pemerintah dan Nilai Tukar Rupiah Jadi Gorengan Politik

Bisnis | Rabu, 30 Januari 2019 | 13:55 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×