Pengrajin Kacamata dari Limbah Kayu Ini Minta Dukungan Pemerintah

Iwan Supriyatna, Muslimin Trisyuliono

Jum'at, 15 Maret 2019 | 07:39 WIB
Pengrajin Kacamata dari Limbah Kayu Ini Minta Dukungan Pemerintah
Kacamata Kayu produksi Urat Kayu. (Suara.com/Muslimin)

Suara.com - Yuyud Wahyudi (35) seorang pengrajin bingkai kacamata dari limbah kayu bekas mengaku butuh dukungan pemerintah.

Dua bulan merintis usahanya yang diberi nama Urat Kayu, Yuyud mengaku mengandalkan penjualan bingkai kacamata hanya dari penjualan online saja.

Ia mengaku tidak tahu bagaimana cara bingkai kacamata Urat Kayu miliknya bisa berkembang dan dikenal masyarakat.

Kurangnya dukungan dari pemerintah setempat menjadi faktor utama. Selain itu untuk bahan baku, Yuyud mengandalkan dari bahan-bahan yang ada disekitarnya saja.

Yuyud Wahyudi (35) pengrajin kacamata dari limbah kayu. (Suara.com/Muslimin)
Yuyud Wahyudi (35) pengrajin kacamata dari limbah kayu. (Suara.com/Muslimin)

"Sering ada pengarahan dari pemerintah untuk UMKM tapi kita belum pernah diundang, padahal kita pengen banget biar usaha bisa berkembang," ujar Yuyud saat ditemui Suara.com.

Minimnya sosialisasi membuat Yuyud belum pernah mengikuti pameran-pameran untuk mempromosikan bingkai kacamatanya.

Terlihat dari lokasi tempat Urat Kayu berada di Jalan Salak 8 RT 01 RW 03 No 20 Desa Pondok Benda, Tangerang Selatan tidak terlihat ramai pengunjung yang datang.

"Pengen banget ikut event-event, awalnya saya tidak tahu dikira mahal kalau sewa tempat ternyata harganya Rp 250.000 - Rp 300.000 seharian," tambahnya.

Yuyud mengaku untuk modal membangun usahanya ini memakai kas karang taruna sebesar Rp 5 juta. Dana tersebut digunakan untuk membuat alat mesin pola hasil modifikasinya sendiri, mesin penghalus serta keperluan lainnya.

baca juga

"Ini saja alat dananya dari kas karang taruna, jadi kalau ditanya alat ini bisa dibilang bukan milik saya tapi siapa saja bisa pakai," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyulap Limbah Kayu Jadi Kacamata Berharga dan Bernilai Seni Tinggi

Menyulap Limbah Kayu Jadi Kacamata Berharga dan Bernilai Seni Tinggi

Bisnis | Jum'at, 15 Maret 2019 | 07:13 WIB

5 Kacamata Termahal di Dunia, Nomor 5 Harganya Sampai Rp 5 Miliar

5 Kacamata Termahal di Dunia, Nomor 5 Harganya Sampai Rp 5 Miliar

Lifestyle | Rabu, 06 Februari 2019 | 15:51 WIB

Ini Tips Membersihkan Kacamata Agar Lensa Tidak Tergores

Ini Tips Membersihkan Kacamata Agar Lensa Tidak Tergores

Health | Kamis, 18 Oktober 2018 | 10:30 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×