32.796 Titik Panas di Kalteng, Walhi Soroti Kerusakan Gambut dan Food Estate

Bella, Lilis Varwati

Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:35 WIB
32.796 Titik Panas di Kalteng, Walhi Soroti Kerusakan Gambut dan Food Estate
Api membakar semak belukar lahan di dekat kawasan permukiman Tegal Sari, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat, (7/8/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/hma]
baca 10 detik
  • Walhi Kalteng mencatat puluhan ribu titik panas muncul di wilayah Kalimantan Tengah sepanjang Juni hingga Agustus 2026.
  • Dampak kebakaran hutan dan lahan tersebut menyebabkan Kota Palangka Raya kini diselimuti oleh kepulan asap tebal.
  • Walhi Kalteng menyatakan kerusakan ekosistem gambut akibat korporasi dan food estate memicu kerawanan kebakaran di enam wilayah.

Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah mencatat puluhan ribu titik panas (hotspot) muncul di wilayah Kalteng sepanjang Juni hingga Agustus 2026.

Direktur Eksekutif Walhi Kalteng Firman Palanungkai menyebut pihaknya mendokumentasikan sekitar 32.796 titik hotspot selama periode tersebut. Menurut dia, lonjakan titik panas mulai terlihat memasuki Juli dan semakin tinggi pada Agustus.

"Berdasarkan identifikasi kami, catatan kami juga bahwa di Kalteng itu sejak Juni sampai Agustus, Kalteng itu sekitar 32.796 titik hot spot yang kami dokumentasikan," kata Firman dalam konferensi pers, Selasa (25/8/2026).

Firman mengatakan kondisi pada Juni relatif belum mengkhawatirkan karena hujan masih turun. Namun, situasi berubah ketika memasuki Juli hingga Agustus.

Menurut Firman, lonjakan titik panas bahkan terjadi dalam waktu singkat di sejumlah wilayah.

Firman mengatakan dampak karhutla kini mulai terasa langsung di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Dia menyebut kondisi kota tersebut saat ini sudah diselimuti asap akibat kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.

"Dan hari ini kondisinya Kota Palangkaraya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu berasap dan terkepung kebakaran gitu," ujar Firman.

Walhi Kalteng kemudian memetakan sedikitnya enam wilayah yang saat ini menjadi kawasan dengan kerawanan kebakaran cukup tinggi.

Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di dekat kawasan permukiman Tegal Sari, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat, (7/8/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/hma]
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di dekat kawasan permukiman Tegal Sari, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat, (7/8/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/hma]

Enam wilayah tersebut yakni Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas, Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Seruyan.

baca juga

Menurut Firman, persoalan karhutla di enam wilayah tersebut tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekosistem gambut yang telah mengalami kerusakan.

"Dari enam wilayah ini sebenarnya secara situasi geografis sebenarnya ini rata-rata banyak di area lahan gambut," lanjutnya.

Dia mengatakan kerusakan gambut menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan tersebut rentan terbakar ketika memasuki musim kemarau.

Firman menuding aktivitas korporasi turut berkontribusi terhadap kerusakan kawasan gambut, baik yang berstatus gambut lindung maupun gambut budidaya.

Tak berhenti pada aktivitas korporasi secara umum, Firman secara khusus menyoroti Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau yang menjadi bagian dari pengembangan PSN food estate.

Menurut dia, keberadaan proyek tersebut berpotensi mempercepat kerusakan ekosistem gambut di Kalteng.

"Ditambah lagi kalau misalkan kayak Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau itu ditambah dengan adanya skema PSN food estate. Nah itu menambah laju kerusakan gambut yang ada di Kalimantan Tengah," pungkas Firman

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sorot Temuan WALHI, Legislator PDIP Minta Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Karhutla

Sorot Temuan WALHI, Legislator PDIP Minta Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Karhutla

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Ditanya Kenapa Tak Dampingi Prabowo Tinjau Karhutla, Ini Jawaban Menhut

Ditanya Kenapa Tak Dampingi Prabowo Tinjau Karhutla, Ini Jawaban Menhut

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Benarkah Tepung Ubi Bisa Padamkan Api? Penelitian Asing Ungkap Fakta Mengejutkan

Benarkah Tepung Ubi Bisa Padamkan Api? Penelitian Asing Ungkap Fakta Mengejutkan

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Walhi Kritik Menhut Raja Juli ke Kalteng: Jangan Cuma Gimmick Semprot Api, Mana Solusinya?

Walhi Kritik Menhut Raja Juli ke Kalteng: Jangan Cuma Gimmick Semprot Api, Mana Solusinya?

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Karhutla Membara, Saham Sawit Melonjak: Kebetulan atau Pertanda?

Karhutla Membara, Saham Sawit Melonjak: Kebetulan atau Pertanda?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Klaim Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Mulai Teratasi

Prabowo Klaim Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Mulai Teratasi

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Andai Satwa bisa Bicara: Rumah Kami Berapi Bukan karena Takdir Tuhan

Andai Satwa bisa Bicara: Rumah Kami Berapi Bukan karena Takdir Tuhan

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:17 WIB

336 Karhutla Melanda Palangka Raya, Jekan Raya Jadi Wilayah Terparah

336 Karhutla Melanda Palangka Raya, Jekan Raya Jadi Wilayah Terparah

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:51 WIB

336 Karhutla Terjadi di Palangka Raya! 428,46 Hektare Lahan Ludes Selama 3 Bulan

336 Karhutla Terjadi di Palangka Raya! 428,46 Hektare Lahan Ludes Selama 3 Bulan

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Walhi Soroti Karhutla Papua Makin Meluas di Tengah Proyek Pangan 2,5 Juta Hektare

Walhi Soroti Karhutla Papua Makin Meluas di Tengah Proyek Pangan 2,5 Juta Hektare

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:32 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×