Sektor Pertanian Makin Digemari Generasi Muda, Ini 10 Alasannya...

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 22 April 2019 | 09:02 WIB
Sektor Pertanian Makin Digemari Generasi Muda, Ini 10 Alasannya...
Ilustrasi pertanian Indonesia. (Dok : Kementan)

Suara.com - Sektor pertanian di era digitalisasi semakin menarik dan digeluti banyak generasi muda. Era ini makin membuktikan bahwa pertanian tak lagi bisa diremehkan.

Digitalisasi dan penggunaan internet untuk pertanian terus digencarkan pemerintah, yang berusaha mentransformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern. Nah untuk kalian, berikut ini ada 10 alasan mengapa kita tidak boleh meremehkan sektor pertanian;

1. Ekspor komoditas pertanian semakin gencar
Seperti diketahui bersama, Kementerian Pertanian (Kementan) sedang aktif mendorong dan membuka peluang ekspor dengan beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika. Usaha ini bahkan sudah membuahkan hasil, yakni ketika kita bisa memasukkan komoditas kita ke negara dengan pasar besar seperti Jepang, Spanyol dan Amerika Serikat. Adapun komoditas ekspor potensial yang dikirim antara lain buah tropika, padi, jagung dan olahan ayam.

2. Makanan yang kita makan setiap hari terbuat dari tumbuhan atau hewan
Selama kamu masih membutuhkan makanan, masih mengkonsumsi daging, telur, sayur, buah, dan nasi atau jagung, itu artinya kamu harus bersyukur karena masih memiliki petani dan peternak. Berarti masih ada orang yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebun, sawah dan peternakan.

Nah, untuk kalian yang belum tahu, saat ini di sektor pertanian juga sedang terjadi regenerasi petani, dari para petani tua kepada anak muda. Banyak generasi milenial yang menilai bahwa sektor pertanian adalah mata pencaharian yang menjanjikan dan bergengsi.

3. Pertanian adalah sektor yang menantang dan masih banyak peluang
Pernahkan kamu mendengar berbagai bidang studi terkait produksi, pemuliaan tanaman dan proteksi tanaman? Tantangan yang masih kita hadapi di lapangan bisa berupa hama, lahan yang suboptimal atau kekeringan dan banjir, yang membuat produksi tanaman merosot.

Nah, tantangan ini tentu memanggil kamu yang berjiwa muda untuk bergabung di sektor ini dan memecahkan persoalan yang dihadapi. Sebagai manusia yang memiliki potensi dan mengembang tugas mulia, pertanian sangat mennatang.

Betapa bangganya bangsa ini memiliki kamu yang akan menyelamatkan dan menyediakan pangan untuk orang banyak. Dengan kata lain, kamu menyelamatkan sektor pangan negara.

Ilustrasi pertanian Indonesia. (Dok : Kementan)
Ilustrasi pertanian Indonesia. (Dok : Kementan)

4. Mahasiswa jurusan pertanian terus berinovasi untuk meningkatkan produksi
Seiring dengan banyaknya anak muda yang masuk fakultas pertanian di berbagai universitas seluruh Indonesia, maka harapan semakin kuat dan bangsa ini tengah menuju lumbung pangan dunia makin nyata. Kaum intelektual ini dituntut untuk terus berinovasi mengembangkan dan meningkatkan sektor pertanian menjadi lebih baik. Contohnya, dikembangkanya 6 Politeknik Pertanian, sebagai sekolah tinggi yang akan menjawab kebutuhan inovasi di lapangan.

5. Mahasiswa pertanian diharap mampu menjawab semua pertanyaan petani
Sebagai mahasiswa, yang juga kalangan yang menyandang status kaum intelektual, mereka harus belajar serius dalam menyerap semua materi pelajaran di kampus. Ini tak lain untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan agar bisa menjawab persoalan para petani di lapangan.

Petani kadang menguji mereka dengan pertanyaan-pertanyaan. Petani menantang untuk memecahkan masalah yang dihadapi di lapangan, dari persoalan budi daya sampai pasar.

6. Lulusan pertanian bisa mandiri tanpa harus mencari pekerjaan
Selesai sekolah atau kuliah, satu yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah soal masa depan, dimana akan bekerja dan apa bidang kerjanya.  Semua pertanyaan itu bisa kamu patahkan jika kamu adalah lulusan pertanian.

Mahasiswa lulusan pertanian sudah pasti dapat memilih bidang kerja dan peluang besar berkiprah di sektor pertanian kita yang sangat menantang dan potensial. Kamu tidak perlu mencari pekerjaan sebagai lulusan pertanian, tinggal mempraktikan ilmu yang didapat dan menciptakan lapangan kerja sendiri.

7. Pertanian adalah bisnis
Bicara pertanian berarti kita sedang membicarakan bisnis yang menjanjikan. Ini adalah sektor kebutuhan dasar manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tak perlu diuraikan lebih jauh, konsumsi makan kita sudah pasti bersumber dari sektor pertanian dan peternakan.

Bisnis pertanian variasinya sangat banyak, bisa di bagian hulu dalam penyediaan alat mesin dan sarana produksi, maupun di hilir dalam pascapanen dan pemasaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cetak Sawah Baru, Kerja Sama Kementan dan TNI Terus Dilakukan

Cetak Sawah Baru, Kerja Sama Kementan dan TNI Terus Dilakukan

Bisnis | Jum'at, 19 April 2019 | 09:28 WIB

Demi Lingkungan Hidup, Kementan akan Revisi Aturan Perizinan Pestisida

Demi Lingkungan Hidup, Kementan akan Revisi Aturan Perizinan Pestisida

Bisnis | Kamis, 18 April 2019 | 08:26 WIB

Kementan : Bantuan Alsintan Sebaiknya Digunakan Sesuai Peruntukannya

Kementan : Bantuan Alsintan Sebaiknya Digunakan Sesuai Peruntukannya

Bisnis | Rabu, 17 April 2019 | 08:16 WIB

Program Modernisasi Kementan Jadi Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan

Program Modernisasi Kementan Jadi Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan

Bisnis | Selasa, 16 April 2019 | 08:43 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Budaya 'ABS' Saat Hadapi Prabowo: Semua Kita Hitung Dengan Baik

Purbaya Bantah Budaya 'ABS' Saat Hadapi Prabowo: Semua Kita Hitung Dengan Baik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:53 WIB

Pasokan Energi Jadi Rebutan di Dunia, Bahlil Wanti-wanti Masyarakat Bijak Isi BBM

Pasokan Energi Jadi Rebutan di Dunia, Bahlil Wanti-wanti Masyarakat Bijak Isi BBM

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:15 WIB

Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai

Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:14 WIB

Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar

Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:57 WIB

DJP Catat 9,1 Juta SPT Masuk, Aktivasi Coretax Tembus 16,9 Juta

DJP Catat 9,1 Juta SPT Masuk, Aktivasi Coretax Tembus 16,9 Juta

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:51 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Robert Leonard Marbun Sebagai Sekjen Kemenkeu

Menkeu Purbaya Lantik Robert Leonard Marbun Sebagai Sekjen Kemenkeu

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:47 WIB

Menteri Airlangga Menghadap Presiden Prabowo Bahas Harga BBM dan WFH

Menteri Airlangga Menghadap Presiden Prabowo Bahas Harga BBM dan WFH

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:41 WIB

IHSG Melemah di Sesi I ke Level 7.101, Tekanan Jual Masih Dominan

IHSG Melemah di Sesi I ke Level 7.101, Tekanan Jual Masih Dominan

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:52 WIB

Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi

Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:55 WIB

KPPU Sebut Kesepakatan Bunga Pinjol 0,8 Persen Rugikan Konsumen, Ternyata Bukan Arahan OJK

KPPU Sebut Kesepakatan Bunga Pinjol 0,8 Persen Rugikan Konsumen, Ternyata Bukan Arahan OJK

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:55 WIB