2018, Kinerja BEI Salip Bursa Saham Thailand

Pebriansyah Ariefana
2018, Kinerja BEI Salip Bursa Saham Thailand
Sejumlah karyawan saat penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Sepanjang 2018 bursa memfasilitasi 57 perusahaan tercatat baru. Ini juga yang paling tinggi dari 26 tahun terakhir.

Suara.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeklaim kinerja operasional bursa sahamnya pada tahun 2018 melampaui bursa saham di Negara Asia Tenggara. Bahkan, mengungguli kinerja bursa saham Thailand.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi menerangkan, sepanjang 2018 bursa memfasilitasi 57 perusahaan tercatat baru. Ini juga yang paling tinggi dari 26 tahun terakhir.

Sehingga sambungnya, jika dihitung secara kumulatif 2014-2019 pertumbuhan perusahaan tercatat Indonesia paling tinggi di Asia Tenggara sebesar 24,3 persen, ungguli Thailand sebesar 15,5 persen, Filipina 1,5 persen, dan Malaysia 1 persen, sementara Singapura turun 4,5 persen.

"Kalau lihat perkembangan, pertumbuhan dari perusahaan listing, jauh melampaui negara-negara tetangga kita," ujar Inarno di Gedung BEI, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

Dari sisi frekuensi saham, ungkap Inarno, Indonesia juga ungguli Thailand. Pada 2018 BEI catatkan rata-rata transaksi harian sebesar 387 ribu transaksi per hari, lebih tinggi dari Thailand yang sebesar 342 ribu transaksi per hari.

"Frekuensi saham harian, kita sudah menyalip Thailand, selama ini kan dia leading, tapi kita mulai salip di 2018 dan 2019," tutur dia.

Inarno menambahkan, pada tahu 2018 BEI juga catatkan peningkatan jumlah investor sebesar 44 persen atau 1,6 juta investor.

"Akhir Mei sudah hampir 2 juta total investor pasar modal dengan investor saham 952 ribu. Dalam waktu dekat bisa tembus 1 juta investor saham," ucap Inarno.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS