Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Nelayan Miskin di Kepri Makin Miskin Karena Rokok

Iwan Supriyatna

Sabtu, 20 Juli 2019 | 07:29 WIB
Nelayan Miskin di Kepri Makin Miskin Karena Rokok
Ilustrasi rokok. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat, komoditas rokok menjadi penyumbang garis kemiskinan tertinggi kedua di Kepri. Tercatat, persentase penduduk miskin di Kepri pada 2019 mencapai 5,90%.

Kepala BPS Kepri, Zulkifli mengatakan rokok menjadi penyumbang kemiskinan tertinggi kedua di Kepri karena memiliki bobot yang cukup tinggi.

“Kalau terjadi kenaikan harga rokok tentu berpengaruh, tapi bukan artinya bahwa rokok itu penyebab kemiskinan, itu hanya salah satu saja masih banyak yang lain,” kata Zulkifli.

Walaupun angka kemiskinan di pedesaan Kepri mengalami penurunan 11,04 persen pada Maret 2019, namun sumbangsih rokok terhadap kemiskinan di kawasan ini lebih tinggi dari pada perkotaan.

“Kalau di Kepri kan kebanyakan orang miskin itu nelayan kan ya. Karena mungkin gini, kitakan banyak pelaut dan orang sini suka ngopi sambil ngerokok, jadi walau mereka orang miskin, tetap mereka mengeluarkan itu. Mereka melaut merokok, kerja merokok, sehingga ketika ada kenaikan sedikit saja dari harga rokok itu sangat berpengaruh. Padahal tidak hanya itu saja, yang lain juga mempengaruhi,” ujarnya.

Pada Maret 2019, kontribusi rokok pada garis kemiskinan di pedesaan mencapai 10,83% sedangkan di perkotaan kontribusinya lebih kecil yaitu 8,66%. Masyarakat pedesaan dengan penghasilan yang lebih kecil justru memiliki presentase konsumsi rokok lebih tinggi.

Zulkifli menerangkan, dari data BPS yang sebelumnya, setiap waktu, sumbangsih rokok terhadap garis kemiskinan selalu tinggi.

Hal itu karena bobot dari rokok itu sendiri. Ditambah lagi sejak beberapa waktu terakhir harga rokok juga terus melonjak.

Misalnya pendapatan Rp 1 juta dan 8% digunakan untuk rokok sehingga disebut bahwa yang mempengaruhi kemiskinan dari garis kemiskinan 5,64% itu, salah satunya karena sumbangan dari rokok tadi.

baca juga

"Jadi kalau mau mengendalikan hal itu seharusnya konsumsi rokok dikurangi. Apalagi kita tahu, dari kemarin harga rokok naik terus dan yang merokok juga tak berhenti,” pungkasnya.

Berita ini sebelumnya dimuat Batamnews.co.id jaringan Suara.com dengan judul "BPS: Rokok Penyumbang Angka Kemiskinan di Kepri"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Gaji Rp 3,3 Juta di Jakarta, Itu Artinya Masih Miskin

Punya Gaji Rp 3,3 Juta di Jakarta, Itu Artinya Masih Miskin

Bisnis | Rabu, 17 Juli 2019 | 12:11 WIB

Gara-gara Harga Beras dan Rokok Mahal, Masyarakat Jadi Makin Miskin

Gara-gara Harga Beras dan Rokok Mahal, Masyarakat Jadi Makin Miskin

Bisnis | Senin, 15 Juli 2019 | 15:45 WIB

Angka Kemiskinan di Indonesia Terus Turun Berkat Kartu Sakti Jokowi

Angka Kemiskinan di Indonesia Terus Turun Berkat Kartu Sakti Jokowi

Bisnis | Senin, 15 Juli 2019 | 14:12 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×