Ini Penyebab Thomas Lembong Sebut Unicorn RI Alirkan Dananya ke Singapura

Rabu, 31 Juli 2019 | 13:09 WIB
Ini Penyebab Thomas Lembong Sebut Unicorn RI Alirkan Dananya ke Singapura
Kepala BKPM Thomas Lembong memaparkan realisasi investasi 2017. [Dok BKPM]

Suara.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong meralat pernyataannya terkait data investasi empat unicorn di Indonesia yang masuk ke perusahaan induk di Singapura.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom dari Center Of Reform On Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, selama ini memang aliran modal asing yang dimasukkan ke dalam perusahaan startup tak wajib ajukan izin ke BKPM.

Hal itu diperbolehkan asal tak melanggar ketentuan terkait kepemilikan perusahaan.

"Investasi dalam bentuk aliran modal langsung untuk Startup atau unicorn seperti ini tidak perlu izin investasi dari BKPM. Dan menurut saya memang tidak perlu. Selama tidak melanggar ketentuan misalnya terkait kepemilikan dan sebagainya," kata Piter saat dihubungi Suara.com, Rabu (31/7/2019).

Menurut Piter, dengan tak wajib melaporkan dana investasi sehingga tak masuk catatan realisasi investasi BKPM, hal tersebut menjadi suatu yang wajar.

"Jadi wajar kalau kemudian BKPM tidak menyadari aliran modal tersebut," tutur dia.

Sebelumnya, Thomas Lembong menyebut bahwa perusahaan unicorn Indonesia seperti Gojek, Grab, hingga Traveloka belum masuk hitungan investasi ke dalam negeri.

Artinya, belum ada investasi yang langsung masuk ke perusahaan unicorn yang didirikan di Indonesia. Menurutnya, investasi yang masuk justru ke perusahaan induk unicorn tersebut di Singapura.

Mantan Menteri Perdagangan ini menuturkan, fakta itu terkuak setelah hasil riset Google dan Temasek yang dalam laporannya menyebutkan bahwa dana investasi keempat Unicorn Indonesia masuk ke perusahaan inti Singapura.

Baca Juga: Dicap Perusahaan Singapura, Bukalapak: Kami Lahir dan Besar di Indonesia

Namun, Lewat twitter pribadinya @tomlembong, Thomas meralat pernyataan bahwa perusahan yang telah menjadi unicorn yaitu Gojek, Tokopedia, dan Bukalapak tak menggunakan perusahaan induk di Singapura, melainkan investasi lewat Penanaman Modal Asing (PMA).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI