Ekspor Arang dan Sabut Kelapa Indonesia Prospektif untuk Ditingkatkan

Fabiola Febrinastri

Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:44 WIB
Ekspor Arang dan Sabut Kelapa Indonesia Prospektif untuk Ditingkatkan
Ilustrasi kelapa. (Dok : Kementan)

Suara.com - Ekspor arang kelapa dan sabut kelapa Indonesia sangat prospektif untuk ditingkatkan. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan kedua produk kelapa di pasar global untuk bahan baku Industri.

Sabut kelapa banyak dimanfaatkan sebagai media tanam, antara lain di Korea dan Jepang. Di Jerman, sejumlah perusahaan otomotif menggunakan sabut kelapa sebagai salah satu bahan baku jok mobil.

Selain itu, sabut kelapa dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan, bahan bakar, pupuk organik dan briket, serta sebagai komponen alat penyaring air. Arang kelapa banyak dimanfaatkan, selain untuk bahan obat dan farmasi, juga digunakan sebagai bahan bakar shisha atau rokok Arab di kawasan Timur Tengah.

Menurut FAO pada 2017, Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar di dunia, mengalahkan Filipina dan India. Kontribusi Indonesia mencapai 31 persen, atau 18,98 juta ton dari total produksi kelapa dunia.

Filipina berkontribusi sebesar 22,9 persen, atau sebesar 14,05 juta ton dan India berkontribusi sebesar 18,7 persen, atau sebesar 11,5 juta ton.

Kasdi Subagyono Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, potensi kelapa Indonesia sebagai produsen nomer 1 dunia perlu dimanfaatkan dengan memperkuat hilirisasi dalam menghasilkan produk-produk turunan kelapa yang dapat memberikan nilai tambah langsung ke petani dan memperluas akses pasarnya.

"Ekspor arang kelapa Indonesia tahun 2018 sebesar 200,1 ribu ton, dengan nilai ekspor mencapai 155,6 juta dolar AS, sedangkan serat kelapa/ sabut kelapa diekspor sebesar 33,95 ribu ton, dengan nilai ekspor sebesar 9,37 juta dolar AS," katanya.

Produk arang kelapa Indonesia paling banyak diekspor ke China, Irak, Saudi Arabia, Srilangka, Malaysia, Lebanon dan Jerman, sedangkan produk serabut kelapa Indonesia diekspor ke negara China sebanyak 31,5 ribu ton, atau senilai 8,85 juta dolar AS," kata Kasdi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

"Ke depan, kita perlu memperluas akses pasar untuk ekspor arang kelapa dan sabut kelapa, serta komoditas turunan kelapa lainnya, dengan nilai tambah yang tinggi tetapi belum banyak di kembangkan di Indonesia, seperti VCO, dessicated coconut, isotonic water, CCO dan minyak goreng kelapa, karena selama ini, Indonesia lebih banyak mengekspor mentah atau setengah jadi seperti kopra, kemudian proses nilai tambah dilakukan negara lain," tambah Kasdi.

baca juga

Selama ini, kelapa dibeli Tiongkok, Thailand, dan Filipina, dan langsung diolah, disortir, dikemas, masuk dalam penjamin mutu dan konsistensi.

"Indonesia banyak mengekspor mentahnya. Untuk memberi nilai tambah, butuh kerja sama sektor pertanian, industri, dan perdagangan," tutur Kasdi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Berperan Penting Tingkatkan Produktivitas Tanaman Pertanian

Pupuk Berperan Penting Tingkatkan Produktivitas Tanaman Pertanian

Bisnis | Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:51 WIB

Puso, Petani Tegal Ajukan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi

Puso, Petani Tegal Ajukan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:11 WIB

Mentan Undang Putri Dewi, Siswi Aceh yang Kelaparan ke Kantornya

Mentan Undang Putri Dewi, Siswi Aceh yang Kelaparan ke Kantornya

Bisnis | Selasa, 13 Agustus 2019 | 13:00 WIB

Petani Gunung Kidul Berhasil Atasi Kekeringan dengan Irigasi Perpompaan

Petani Gunung Kidul Berhasil Atasi Kekeringan dengan Irigasi Perpompaan

Bisnis | Selasa, 13 Agustus 2019 | 08:36 WIB

Presiden Jokowi Terkesan Kemajuan Mekanisasi Pertanian Indonesia

Presiden Jokowi Terkesan Kemajuan Mekanisasi Pertanian Indonesia

Bisnis | Sabtu, 10 Agustus 2019 | 13:44 WIB

Alat Mesin Pertanian Dinilai Bisa Optimalkan Percepatan Pertanaman di Garut

Alat Mesin Pertanian Dinilai Bisa Optimalkan Percepatan Pertanaman di Garut

Bisnis | Sabtu, 10 Agustus 2019 | 06:35 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×