Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

INDEF: Pemindahan Ibu Kota Baru Tak Merangsang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 20:46 WIB
INDEF: Pemindahan Ibu Kota Baru Tak Merangsang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Diskusi bertajuk 'Persoalan Ekonomi Sosial dan Pemerintahan Ibu Kota Baru' di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (23/8/2019). [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) melakukan riset terkait wacana pemindahan ibu kota baru. Hasil riset itu menunjukkan pemindahan ibu kota baru tidak mendorong adanya pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah memiliki dua opsi yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur untuk dipilih menjadi ibu kota baru. Dengan menggunakan metode analisis Computable General Equilibrium (CGE), tidak ada kenaikan yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Peneliti INDEF Rizal Taufikurahman memaparkan, jika dilihat dari makro ekonomi secara nasional, perpindahan ibu kota ke Kalimantan Tengah hanya berdampak sangat kecil untuk Produk Domestik Bruto (PDB) riil nasional yakni hanya 0,0001 persen.

Kondisi serupa juga terlihat pada gross national expenditure (GNE) riil yang tidak memberikan dampak apapun secara nasional.

"Dampak pemindahan ibu kota tidak memberikan dorongan terhadap perubahan PDB riil. Artinya pemindahan tersebut tidak memberikan dampak apa-apa terhadap pertumbuhan GDP riil dan GNE riilnya," kata Rizal dalam diskusi bertajuk "Persoalan Ekonomi Sosial dan Pemerintahan Ibu Kota Baru" di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

Adapun kenaikan akan terjadi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 1,77 persen. Perlu diperhatikan, kenaikan ini hanya berlaku di Kalimantan Tengah apabila memang provinsi tersebutlah yang dipilih menjadi ibu kota. Kalau dilihat dari provinsi lain malah tidak ada pengaruhnya sama sekali.

"Meskipun untuk pertumbuhan PDRB di tingkat regional di Pulau Kalimantan secara umum berdampak positif, namun nilainya sangat kecil dan tidak signifikan," ujarnya.

Kemudian, apabila pemindahan ibu kota dilakukan ke Kalimantan Timur, kondisinya pun tidak jauh berbeda. PDB riil nasional yang dihasilkan juga tidak signifikan karena bernilai 0,00 persen.

Kalau dilihat dari PDB riil, investasi riil, pengeluaran pemerintah riil, volume ekspor dan volume impor, akan terjadi penurunan di seluruh provinsi di Indonesia kecuali Kalimantan Timur karena rumah tangga riilnya meningkat sebesar 0,24 persen.

baca juga

"Ini menunjukkan bahwa rencana pemindahan tersebut tidak memberikan harapan yang baik untuk mendorong konsumsi rumah tanga secara nasional," tuturnya.

Dengan demikian, INDEF menyarankan pemerintah untuk mengkaji ulang terkait dengan rencana pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan karena melihat dari sisi ekonomi terutama ekonomi makro.

Menurut INDEF sebaiknya pemindahan sebuah ibu kota dilakukan saat kondisi ekonomi nasional dalam posisi stabil.

"Dimana produktivitas industri atau sektor tradable good berbabis sumber daya sedang tumbuh baik dan secara signifikan mendorong nilai tambah serta multiflier effect yang tinggi baik level regional maupun nasional," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemindahan Ibu Kota, Emil Salim: Astagfirullah, Saya Menangis Membaca Ini

Pemindahan Ibu Kota, Emil Salim: Astagfirullah, Saya Menangis Membaca Ini

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 20:37 WIB

Kepala Bappenas Serahkan Kajian Struktur Tanah Ibu Kota Baru Kepada Jokowi

Kepala Bappenas Serahkan Kajian Struktur Tanah Ibu Kota Baru Kepada Jokowi

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 19:09 WIB

Pakar UI: Perpindahan Ibu Kota Berpotensi Timbulkan Konflik Baru

Pakar UI: Perpindahan Ibu Kota Berpotensi Timbulkan Konflik Baru

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 18:30 WIB

Ibu Kota Baru Berpotensi Diguncang Gempa, Ada Jalur Sesar Aktif di Kaltim

Ibu Kota Baru Berpotensi Diguncang Gempa, Ada Jalur Sesar Aktif di Kaltim

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 17:56 WIB

Terkini

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:07 WIB

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:01 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:37 WIB

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:16 WIB

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:56 WIB

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:52 WIB

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:47 WIB