INDEF: Pemindahan Ibu Kota Baru Tak Merangsang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 20:46 WIB
INDEF: Pemindahan Ibu Kota Baru Tak Merangsang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Diskusi bertajuk 'Persoalan Ekonomi Sosial dan Pemerintahan Ibu Kota Baru' di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (23/8/2019). [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) melakukan riset terkait wacana pemindahan ibu kota baru. Hasil riset itu menunjukkan pemindahan ibu kota baru tidak mendorong adanya pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah memiliki dua opsi yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur untuk dipilih menjadi ibu kota baru. Dengan menggunakan metode analisis Computable General Equilibrium (CGE), tidak ada kenaikan yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Peneliti INDEF Rizal Taufikurahman memaparkan, jika dilihat dari makro ekonomi secara nasional, perpindahan ibu kota ke Kalimantan Tengah hanya berdampak sangat kecil untuk Produk Domestik Bruto (PDB) riil nasional yakni hanya 0,0001 persen.

Kondisi serupa juga terlihat pada gross national expenditure (GNE) riil yang tidak memberikan dampak apapun secara nasional.

"Dampak pemindahan ibu kota tidak memberikan dorongan terhadap perubahan PDB riil. Artinya pemindahan tersebut tidak memberikan dampak apa-apa terhadap pertumbuhan GDP riil dan GNE riilnya," kata Rizal dalam diskusi bertajuk "Persoalan Ekonomi Sosial dan Pemerintahan Ibu Kota Baru" di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

Adapun kenaikan akan terjadi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 1,77 persen. Perlu diperhatikan, kenaikan ini hanya berlaku di Kalimantan Tengah apabila memang provinsi tersebutlah yang dipilih menjadi ibu kota. Kalau dilihat dari provinsi lain malah tidak ada pengaruhnya sama sekali.

"Meskipun untuk pertumbuhan PDRB di tingkat regional di Pulau Kalimantan secara umum berdampak positif, namun nilainya sangat kecil dan tidak signifikan," ujarnya.

Kemudian, apabila pemindahan ibu kota dilakukan ke Kalimantan Timur, kondisinya pun tidak jauh berbeda. PDB riil nasional yang dihasilkan juga tidak signifikan karena bernilai 0,00 persen.

Kalau dilihat dari PDB riil, investasi riil, pengeluaran pemerintah riil, volume ekspor dan volume impor, akan terjadi penurunan di seluruh provinsi di Indonesia kecuali Kalimantan Timur karena rumah tangga riilnya meningkat sebesar 0,24 persen.

"Ini menunjukkan bahwa rencana pemindahan tersebut tidak memberikan harapan yang baik untuk mendorong konsumsi rumah tanga secara nasional," tuturnya.

Dengan demikian, INDEF menyarankan pemerintah untuk mengkaji ulang terkait dengan rencana pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan karena melihat dari sisi ekonomi terutama ekonomi makro.

Menurut INDEF sebaiknya pemindahan sebuah ibu kota dilakukan saat kondisi ekonomi nasional dalam posisi stabil.

"Dimana produktivitas industri atau sektor tradable good berbabis sumber daya sedang tumbuh baik dan secara signifikan mendorong nilai tambah serta multiflier effect yang tinggi baik level regional maupun nasional," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemindahan Ibu Kota, Emil Salim: Astagfirullah, Saya Menangis Membaca Ini

Pemindahan Ibu Kota, Emil Salim: Astagfirullah, Saya Menangis Membaca Ini

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 20:37 WIB

Kepala Bappenas Serahkan Kajian Struktur Tanah Ibu Kota Baru Kepada Jokowi

Kepala Bappenas Serahkan Kajian Struktur Tanah Ibu Kota Baru Kepada Jokowi

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 19:09 WIB

Pakar UI: Perpindahan Ibu Kota Berpotensi Timbulkan Konflik Baru

Pakar UI: Perpindahan Ibu Kota Berpotensi Timbulkan Konflik Baru

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 18:30 WIB

Ibu Kota Baru Berpotensi Diguncang Gempa, Ada Jalur Sesar Aktif di Kaltim

Ibu Kota Baru Berpotensi Diguncang Gempa, Ada Jalur Sesar Aktif di Kaltim

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 17:56 WIB

Terkini

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:49 WIB

Belum Ada Pembatasan, Bahlil Persilahkan Masyarakat Bebas Beli BBM Subsidi

Belum Ada Pembatasan, Bahlil Persilahkan Masyarakat Bebas Beli BBM Subsidi

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:48 WIB

Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali

Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:41 WIB

Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD

Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:32 WIB

Jaga Terang di Hari Kemenangan, Cerita Petugas PLN Amankan Keandalan Listrik di Momen Idul Fitri

Jaga Terang di Hari Kemenangan, Cerita Petugas PLN Amankan Keandalan Listrik di Momen Idul Fitri

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:19 WIB

RI Sudah Punya Pos Impor Minyak Mentah Baru, Bahlil: Jangan Tanya Dari Mana?

RI Sudah Punya Pos Impor Minyak Mentah Baru, Bahlil: Jangan Tanya Dari Mana?

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:04 WIB

Kompor Listrik Makin Dilirik, Biaya Masak Lebih Murah dari LPG

Kompor Listrik Makin Dilirik, Biaya Masak Lebih Murah dari LPG

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:58 WIB

Purbaya Bantah Budaya 'ABS' Saat Hadapi Prabowo: Semua Kita Hitung Dengan Baik

Purbaya Bantah Budaya 'ABS' Saat Hadapi Prabowo: Semua Kita Hitung Dengan Baik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:53 WIB

Pasokan Energi Jadi Rebutan di Dunia, Bahlil Wanti-wanti Masyarakat Bijak Isi BBM

Pasokan Energi Jadi Rebutan di Dunia, Bahlil Wanti-wanti Masyarakat Bijak Isi BBM

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:15 WIB

Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai

Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:14 WIB