- Media Iran menyiarkan video Mojtaba Khamenei untuk membantah spekulasi kesehatan akibat serangan 28 Februari lalu.
- Media Amerika Serikat meragukan keaslian rekaman tersebut karena Khamenei sebelumnya dikabarkan mengalami cedera wajah yang serius.
- Pemerintah Iran berencana merilis dokumentasi lanjutan di Teheran guna membuktikan sang pemimpin masih memegang kendali pemerintahan.
Suara.com - Media Iran merilis video langka yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di tengah spekulasi kondisi kesehatannya.
Rekaman tanpa keterangan waktu dan lokasi itu justru memicu spekulasi liar dan cerita konspirasi dari sejumlah media AS.
Dalam video yang disiarkan kantor berita, Mehr, Khamenei terlihat duduk bersama sejumlah pria dalam sebuah pertemuan.
Khamenei tampak berbicara dengan kondisi fisik prima, tanpa tanda luka yang sebelumnya dilaporkan akibat serangan udara.
Namun salah satu media AS, NY Post dalam laporannya justru meragukan keaslian waktu pengambilan gambar tersebut.
"Pasalnya, Khamenei disebut mengalami cedera serius pada wajah dan kaki dalam serangan 28 Februari yang menewaskan ayahnya," sebut media AS tersebut.

Sumber yang dekat dengan lingkaran kekuasaan Iran menyebutkan bahwa wajah Khamenei mengalami disfigurasi akibat serangan tersebut.
Sejak itu, ia tidak pernah lagi tampil di publik selama hampir enam bulan.
Pemerintah Iran berulang kali membantah kabar memburuknya kondisi kesehatan sang pemimpin.
Mereka juga menepis tudingan bahwa Khamenei hanya menjadi simbol di bawah kendali Garda Revolusi Iran.
Wakil organisasi Basij, Qasem Qoraishi, menyatakan bahwa video ini hanyalah awal dari rangkaian publikasi yang akan menunjukkan aktivitas Khamenei.
“Rekaman ini akan kembali mempermalukan musuh-musuh rakyat Iran,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan akan dirilis dokumentasi lain yang menunjukkan Khamenei menghadiri pertemuan dan beraktivitas di Teheran.
Langkah ini disebut sebagai upaya membuktikan bahwa ia masih memegang kendali pemerintahan.
Namun, keraguan media AS belum sepenuhnya mereda. Bersandar pada pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang sempat bertemu seseorang yang diduga Khamenei dalam kondisi misterius.
“Saya tidak bisa benar-benar melihat orang yang saya temui,” kata Pezeshkian.
"Pernyataan itu semakin memperkuat spekulasi bahwa kondisi Khamenei masih belum jelas. Sebelumnya, Iran juga sempat merilis gambar berbasis kecerdasan buatan (AI), yang justru memperkeruh situasi," tulis media barat tersebut.