Pakar UI: Perpindahan Ibu Kota Berpotensi Timbulkan Konflik Baru

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 18:30 WIB
Pakar UI: Perpindahan Ibu Kota Berpotensi Timbulkan Konflik Baru
Diskusi bertajuk 'Persoalan Ekonomi Sosial dan Pemerintahan Ibu Kota Baru' di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (23/8/2019). [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia (UI) Eko Prasojo mengatakan pemindahan ibu kota justru berpotensi akan melahirkan ibu kota yang baru. Lantaran, dalam proses perpindahan ibu kota itu juga terdapat peralihan iklim sosial budaya yang baru dari para pendatang.

Eko mengungkapkan kemungkinan adanya budaya sosial baru yang masuk ke daerah yang dipilih sebagai ibu kota baru lazim terjadi. Pun beriringan dengan munculnya permasalahan baru, seperti terjadi konflik.

"Potensi konflik karena banyaknya para pendatang terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) itu kan kita juga harus bawa ke sana kan," ungkap Eko dalam diskusi bertajuk 'Persoalan Ekonomi Sosial dan Pemerintahan Ibu Kota Baru' di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (23/8/2019).

Dengan wacana pemindahan pusat pemerintahan ke daerah yang baru, otomatis akan menggiring serta para ASN yang bekerja di kantor-kantor kementerian atau lembaga. Bukan hanya ASN yang pindah, tetapi juga anggota keluarganya.

Dengan memboyong ratusan ribu ASN beserta keluarganya, otomatis gaya hidup mereka pun akan terasa baru di daerah yang dipilih sebagai ibu kota yang baru. Selain itu, faktor lain yang mendukung timbulnya konflik ialah para pebisnis yang turut serta ikut pada pindah ke ibu kota baru.

Oleh karena itu, Eko menilai kalau pemerintah mesti mengkaji lebih dalam untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke daerah baru.

"Kita tahu bahwa ini akan memindahkan masyarakat di sekitar, karena pembebasan lahan ini juga membutuhkan penanganan sosial tertentu. Jangan sampai nanti justru orisinalitas dan local wisdom yang ada di sana tergerus oleh pertumbuhan-pertumbuhan yang masuk ke sana," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Kota Baru Berpotensi Diguncang Gempa, Ada Jalur Sesar Aktif di Kaltim

Ibu Kota Baru Berpotensi Diguncang Gempa, Ada Jalur Sesar Aktif di Kaltim

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 17:56 WIB

Amien Rais: Tunda Pindahkan Ibu Kota Negara!

Amien Rais: Tunda Pindahkan Ibu Kota Negara!

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 16:34 WIB

Menteri ATR Isyaratkan Ibu Kota Baru Belum Tentu di Kalimantan Timur

Menteri ATR Isyaratkan Ibu Kota Baru Belum Tentu di Kalimantan Timur

Bisnis | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 15:34 WIB

Sandiaga Usul Referendum Pemindahan Ibu Kota, Istana: Ada Anggota Dewan

Sandiaga Usul Referendum Pemindahan Ibu Kota, Istana: Ada Anggota Dewan

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 14:32 WIB

Terkini

Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi

Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:22 WIB

Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal

Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:04 WIB

Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran

Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:58 WIB

Kebijakan WFH Sekali Sepekan untuk Hemat BBM, Pramono: DKI Jakarta Tunggu Arahan Pusat

Kebijakan WFH Sekali Sepekan untuk Hemat BBM, Pramono: DKI Jakarta Tunggu Arahan Pusat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:57 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat

PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:52 WIB

Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!

Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:47 WIB

DPR Ingatkan RI Jaga Politik Bebas Aktif di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz

DPR Ingatkan RI Jaga Politik Bebas Aktif di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:46 WIB

Kecelakaan di Jatim Melonjak 78 Persen Saat Lebaran, Kapolda: Seimbang dengan Pergerakan Arus

Kecelakaan di Jatim Melonjak 78 Persen Saat Lebaran, Kapolda: Seimbang dengan Pergerakan Arus

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:37 WIB

Indonesia Siapkan Draft Element Paper untuk Perbaiki Tata Kelola Royalti Digital Global

Indonesia Siapkan Draft Element Paper untuk Perbaiki Tata Kelola Royalti Digital Global

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:27 WIB

Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata

Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:24 WIB